Home > Uncategorized > KENALILAH AKIDAHMU

KENALILAH AKIDAHMU

KENALILAH AKIDAHMU

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 2

KATA PENGANTAR

Limpahan Cahaya Keagungan Nya semoga selalu menghiasi setiap nafas kita dalam

keluhuran dan kesejukan,

Limpahan Puji atas Nya, Yang Maha Berhak atas segala pujian,

Limpahan Puji atas Nya, Yang Maha Tunggal Mencipta dan Mengawali Kesempurnaan

dan Keindahan,

Limpahan Puji atas Nya Yang Maha Tunggal dalam Keluhuran dan keabadian.

Shalawat dan Salam terindah semoga selalu tercurah pada semulia mulia Makhluk

Nya, pemimpin segenap Utusan Nya, Sayyidina Muhammad saw beserta keluarga

serta sahabat beliau dan penerus hingga akhir zaman,

Telah banyak permintaan dari rekan rekan muslimin yang masih mempertanyakan

masalah Bid’ah, Maulid, Tahlil, Ziarah Kubur, Tabarruk, Istighatsah dll, sungguh telah

keruh berjuta sanubari sebab kalimat kalimat pendek ini, terputus jutaan hubungan

silaturahmi, dan terbit ratusan buku dan tanya jawab bahkan permusuhan dan

perpecahan yang sering berakhir dengan pertumpahan darah.

Saudara saudaraku yang kumuliakan, sungguh saya sangat risau melihat keadaan

muslimin yang terus semakin jauh dari kebenaran, padahal masalah ini singkat dan

jelas, tak perlu lagi dipertanyakan dan dipermasalahkan.

Oleh sebab itu dalam buku yang singkat ini saya berusaha memberi pemahaman dan

menuliskan sekelumit pembahasan mengenai hal hal itu dengan dalil nash yang tsiqah

dan shahih menurut para Imam dan Muhaddits kita.

Saya berharap dengan buku ini Allah swt menyatukan pemahaman yang tercerai berai,

silaturahmi yang terputus, dan berpadunya muslimin pada sanad guru yang jelas

kepada sang Nabi saw, dengan kebenaran sebagai rujukannya dan jauh dari kejahilan

syariah yang kini semakin menjadi, Juga dalam buku ini dicantumkan beberapa artikel

website kita, doa doa, sanad dan tanya jawab.

Para pembaca yang budiman, marilah kita jelang kebangkitan sunnah, sambutlah

kebangkitan ummat untuk beridolakan Nabi Muhammad saw, sebaik baik idola yang

dipilihkan Allah swt bagi kita.

Wabillahittaufiq,

(Munzir Almusawa)

KENALILAH AKIDAHMU

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 3

DAFTAR ISI

BID’AH………………………………………………………………………………………………………………………4

HADITS DHO’IF ……………………………………………………………………………………………………..10

PERINGATAN MAULID NABI SAW…………………………………………………………………..14

AYAT TASYBIH……………………………………………………………………………………………………..22

TABARRUK – Mengambil Keberkahan Dari Bekas atau Tubuh Shalihin

…………………………………………………………………………………………………………………………………..25

TAHLILAN………………………………………………………………………………………………………………30

TAWASSUL…………………………………………………………………………………………………………….33

ISTIGHATSAH……………………………………………………………………………………………………….37

ZIARAH KUBUR…………………………………………………………………………………………………….39

BERMAIN RABANA DI MASJID…………………………………………………………………………42

WAJIBKAH BERMADZHAB…………………………………………………………………………………44

JAWABAN ATAS PERNYATAAN YANG MENYUDUTKAN

AHLUSSUNNAH WALJAMAAH………………………………………………………………………….46

HUKUM MAJELIS DZIKIR DAN DZIKIR BERSAMA……………………………………..54

TERJEMAHAN SANAD HADITS BIMBINGAN AKHLAK………………………………56

SANAD MAHABBAH……………………………………………………………………………………………..60

KELEMBUTAN ALLAH DALAM MUSIBAH………………………………………………………61

KEMULIAAN MAKAM RASULULLAH SAW…………………………………………………….65

KETIKA BELAHAN HATI KU WAFAT ………………………………………………………………67

MEREDAM KEMURKAAN ILAHI………………………………………………………………………..71

MERINDUKAN ALLAH………………………………………………………………………………………….74

MUNAJAT DALAM KEGELAPAN……………………………………………………………………….77

OH BAYIKU……………………………………………………………………………………………………………80

RINGKASAN SEJARAH PARA IMAM DAN MUHADDITSIN………………………..82

SAMUDRA ILAHIYAH…………………………………………………………………………………………..87

SAUDARA DAN SAUDARIKU TERPERANGKAP DI GEREJA…………………….89

CERAMAH………………………………………………………………………………………………………………91

AL HABIB UMAR BIN HAFIDH…………………………………………………………………………..91

DI MASJID RAYA ALMUNAWAR, PANCORAN 20 FEBRUARY 2006 ………91

Wahai Dunia…………………………………………………………………………………………………………..99

WAHAI IDOLAKU MUHAMMAD SAW……………………………………………………………..100

TANGGAPAN HB. MUNZIR TENTANG KARIKATUR DARI DENMARK…104

BID’AH

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 4

BID’AH

Nabi saw memperbolehkan berbuat bid’ah hasanah.

Nabi saw memperbolehkan kita melakukan Bid’ah hasanah selama hal itu baik dan

tidak menentang syariah, sebagaimana sabda beliau saw : “Barangsiapa membuat

buat hal baru yang baik dalam islam, maka baginya pahalanya dan pahala orang yang

mengikutinya dan tak berkurang sedikitpun dari pahalanya, dan barangsiapa membuat

buat hal baru yang buruk dalam islam, maka baginya dosanya dan dosa orang yang

mengikutinya dan tak dikurangkan sedikitpun dari dosanya” (Shahih Muslim hadits

no.1017, demikian pula diriwayatkan pada Shahih Ibn Khuzaimah, Sunan Baihaqi

Alkubra, Sunan Addarimiy, Shahih Ibn Hibban dan banyak lagi). Hadits ini menjelaskan

makna Bid’ah hasanah dan Bid’ah dhalalah.

Perhatikan hadits beliau saw, bukankah beliau saw menganjurkan?, maksudnya bila

kalian mempunyai suatu pendapat atau gagasan baru yang membuat kebaikan atas

islam maka perbuatlah.., alangkah indahnya bimbingan Nabi saw yang tidak mencekik

ummat, beliau saw tahu bahwa ummatnya bukan hidup untuk 10 atau 100 tahun, tapi

ribuan tahun akan berlanjut dan akan muncul kemajuan zaman, modernisasi, kematian

ulama, merajalela kemaksiatan, maka tentunya pastilah diperlukan hal hal yang baru

demi menjaga muslimin lebih terjaga dalam kemuliaan, demikianlah bentuk

kesempurnaan agama ini, yang tetap akan bisa dipakai hingga akhir zaman, inilah

makna ayat :

“ALYAUMA AKMALTU LAKUM DIINUKUM…”, yang artinya “hari ini

Kusempurnakan untuk kalian agama kalian, kusempurnakan pula kenikmatan

bagi kalian, dan kuridhoi islam sebagai agama kalian”,

Maksudnya semua ajaran telah sempurna, tak perlu lagi ada pendapat lain demi

memperbaiki agama ini, semua hal yang baru selama itu baik sudah masuk dalam

kategori syariah dan sudah direstui oleh Allah dan rasul Nya, alangkah sempurnanya

islam,

Bila yang dimaksud adalah tidak ada lagi penambahan, maka pendapat itu salah,

karena setelah ayat ini masih ada banyak ayat ayat lain turun, masalah hutang dll,

berkata para Mufassirin bahwa ayat ini bermakna Makkah Almukarramah sebelumnya

selalu masih dimasuki orang musyrik mengikuti hajinya orang muslim, mulai kejadian

turunnya ayat ini maka Musyrikin tidak lagi masuk masjidil haram, maka membuat

kebiasaan baru yang baik boleh boleh saja.

Namun tentunya bukan membuat agama baru atau syariat baru yang bertentangan

dengan syariah dan sunnah Rasul saw, atau menghalalkan apa apa yang sudah

diharamkan oleh Rasul saw atau sebaliknya, inilah makna hadits beliau saw :

“Barangsiapa yang membuat buat hal baru yang berupa keburukan…dst”, inilah yang

disebut Bid’ah Dhalalah.

BID’AH

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 5

Beliau saw telah memahami itu semua, bahwa kelak zaman akan berkembang, maka

beliau saw memperbolehkannya (hal yang baru berupa kebaikan), menganjurkannya

dan menyemangati kita untuk memperbuatnya, agar ummat tidak tercekik dengan hal

yang ada dizaman kehidupan beliau saw saja, dan beliau saw telah pula mengingatkan

agar jangan membuat buat hal yang buruk (Bid’ah dhalalah).

Mengenai pendapat yang mengatakan bahwa hadits ini adalah khusus untuk sedekah

saja, maka tentu ini adalah pendapat mereka yang dangkal dalam pemahaman

syariah, karena hadits diatas jelas jelas tak menyebutkan pembatasan hanya untuk

sedekah saja, terbukti dengan perbuatan bid’ah hasanah oleh para Sahabat dan

Tabi’in.

Siapakah yang pertama memulai Bid’ah hasanah setelah

wafatnya Rasul saw?

Ketika terjadi pembunuhan besar besaran atas para sahabat (Ahlul yamaamah) yang

mereka itu para Huffadh (yang hafal) Alqur’an dan Ahli Alqur’an di zaman Khalifah

Abubakar Asshiddiq ra, berkata Abubakar Ashiddiq ra kepada Zeyd bin Tsabit ra :

“Sungguh Umar (ra) telah datang kepadaku dan melaporkan pembunuhan atas

ahlulyamaamah dan ditakutkan pembunuhan akan terus terjadi pada para Ahlulqur’an,

lalu ia menyarankan agar Aku (Abubakar Asshiddiq ra) mengumpulkan dan menulis

Alqur’an, aku berkata : Bagaimana aku berbuat suatu hal yang tidak diperbuat oleh

Rasulullah..?, maka Umar berkata padaku bahwa Demi Allah ini adalah demi kebaikan

dan merupakan kebaikan, dan ia terus meyakinkanku sampai Allah menjernihkan

dadaku dan aku setuju dan kini aku sependapat dengan Umar, dan engkau (zeyd)

adalah pemuda, cerdas, dan kami tak menuduhmu (kau tak pernah berbuat jahat), kau

telah mencatat wahyu, dan sekarang ikutilah dan kumpulkanlah Alqur’an dan tulislah

Alqur’an..!”

Berkata Zeyd : “Demi Allah sungguh bagiku diperintah memindahkan sebuah gunung

daripada gunung gunung tidak seberat perintahmu padaku untuk mengumpulkan

Alqur’an, bagaimana kalian berdua berbuat sesuatu yang tak diperbuat oleh Rasulullah

saw?”, maka Abubakar ra mengatakannya bahwa hal itu adalah kebaikan, hingga

iapun meyakinkanku sampai Allah menjernihkan dadaku dan aku setuju dan kini aku

sependapat dengan mereka berdua dan aku mulai mengumpulkan Alqur’an”. (Shahih

Bukhari hadits no.4402 dan 6768).

Nah saudaraku, bila kita perhatikan konteks diatas Abubakar shiddiq ra mengakui

dengan ucapannya : “sampai Allah menjernihkan dadaku dan aku setuju dan kini aku

sependapat dengan Umar”, hatinya jernih menerima hal yang baru (bid’ah hasanah)

yaitu mengumpulkan Alqur’an, karena sebelumnya alqur’an belum dikumpulkan

menjadi satu buku, tapi terpisah pisah di hafalan sahabat, ada yang tertulis di kulit

onta, di tembok, dihafal dll, ini adalah Bid’ah hasanah, justru mereka berdualah yang

memulainya.

Kita perhatikan hadits yang dijadikan dalil menafikan (menghilangkan) Bid’ah hasanah

mengenai semua bid’ah adalah kesesatan, diriwayatkan bahwa Rasul saw selepas

BID’AH

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 6

melakukan shalat subuh beliau saw menghadap kami dan menyampaikan ceramah

yang membuat hati berguncang, dan membuat airmata mengalir.., maka kami berkata :

“Wahai Rasulullah.. seakan akan ini adalah wasiat untuk perpisahan…, maka beri

wasiatlah kami..” maka rasul saw bersabda : “Kuwasiatkan kalian untuk bertakwa

kepada Allah, mendengarkan dan taatlah walaupun kalian dipimpin oleh seorang

Budak afrika, sungguh diantara kalian yang berumur panjang akan melihat sangat

banyak ikhtilaf perbedaan pendapat, maka berpegang teguhlah pada sunnahku dan

sunnah khulafa’urrasyidin yang mereka itu pembawa petunjuk, gigitlah kuat kuat

dengan geraham kalian (suatu kiasan untuk kesungguhan), dan hati hatilah dengan hal

hal yang baru, sungguh semua yang Bid;ah itu adalah kesesatan”. (Mustadrak

Alasshahihain hadits no.329).

Jelaslah bahwa Rasul saw menjelaskan pada kita untuk mengikuti sunnah beliau dan

sunnah khulafa’urrasyidin, dan sunnah beliau saw telah memperbolehkan hal yang

baru selama itu baik dan tak melanggar syariah, dan sunnah khulafa’urrasyidin adalah

anda lihat sendiri bagaimana Abubakar shiddiq ra dan Umar bin Khattab ra menyetujui

bahkan menganjurkan, bahkan memerintahkan hal yang baru, yang tidak dilakukan

oleh Rasul saw yaitu pembukuan Alqur’an, lalu pula selesai penulisannya dimasa

Khalifah Utsman bin Affan ra, dengan persetujuan dan kehadiran Ali bin Abi Thalib kw.

Nah.. sempurnalah sudah keempat makhluk termulia di ummat ini, khulafa’urrasyidin

melakukan bid’ah hasanah, Abubakar shiddiq ra dimasa kekhalifahannya

memerintahkan pengumpulan Alqur’an, lalu kemudian Umar bin Khattab ra pula

dimasa kekhalifahannya memerintahkan tarawih berjamaah dan seraya berkata :

“Inilah sebaik baik Bid’ah!”(Shahih Bukhari hadits no.1906) lalu pula selesai penulisan

Alqur’an dimasa Khalifah Utsman bin Affan ra hingga Alqur’an kini dikenal dengan

nama Mushaf Utsmaniy, dan Ali bin Abi Thalib kw menghadiri dan menyetujui hal itu.

Demikian pula hal yang dibuat-buat tanpa perintah Rasul saw adalah dua kali adzan di

Shalat Jumat, tidak pernah dilakukan dimasa Rasul saw, tidak dimasa Khalifah

Abubakar shiddiq ra, tidak pula dimasa Umar bin khattab ra dan baru dilakukan dimasa

Utsman bin Affan ra, dan diteruskan hingga kini (Shahih Bulkhari hadits no.873).

Siapakah yang salah dan tertuduh?, siapakah yang lebih mengerti larangan Bid’ah?,

adakah pendapat mengatakan bahwa keempat Khulafa’urrasyidin ini tak faham makna

Bid’ah?

Bid’ah Dhalalah

Jelaslah sudah bahwa mereka yang menolak bid’ah hasanah inilah yang termasuk

pada golongan Bid’ah dhalalah, dan Bid’ah dhalalah ini banyak jenisnya, seperti

penafikan sunnah, penolakan ucapan sahabat, penolakan pendapat Khulafa’urrasyidin,

nah…diantaranya adalah penolakan atas hal baru selama itu baik dan tak melanggar

syariah, karena hal ini sudah diperbolehkan oleh Rasul saw dan dilakukan oleh

Khulafa’urrasyidin, dan Rasul saw telah jelas jelas memberitahukan bahwa akan

muncul banyak ikhtilaf, berpeganglah pada Sunnahku dan Sunnah Khulafa’urrasyidin,

bagaimana Sunnah Rasul saw?, beliau saw membolehkan Bid’ah hasanah, bagaimana

sunnah Khulafa’urrasyidin?, mereka melakukan Bid’ah hasanah, maka penolakan atas

BID’AH

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 7

hal inilah yang merupakan Bid’ah dhalalah, hal yang telah diperingatkan oleh Rasul

saw.

Bila kita menafikan (meniadakan) adanya Bid’ah hasanah, maka kita telah menafikan

dan membid’ahkan Kitab Al-Quran dan Kitab Hadits yang menjadi panduan ajaran

pokok Agama Islam karena kedua kitab tersebut (Al-Quran dan Hadits) tidak ada

perintah Rasulullah saw untuk membukukannya dalam satu kitab masing-masing,

melainkan hal itu merupakan ijma/kesepakatan pendapat para Sahabat

Radhiyallahu’anhum dan hal ini dilakukan setelah Rasulullah saw wafat.

Buku hadits seperti Shahih Bukhari, shahih Muslim dll inipun tak pernah ada perintah

Rasul saw untuk membukukannya, tak pula Khulafa’urrasyidin memerintahkan

menulisnya, namun para tabi’in mulai menulis hadits Rasul saw.

Begitu pula Ilmu Musthalahulhadits, Nahwu, sharaf, dan lain-lain sehingga kita dapat

memahami kedudukan derajat hadits, ini semua adalah perbuatan Bid’ah namun

Bid’ah Hasanah.

Demikian pula ucapan “Radhiyallahu’anhu” atas sahabat, tidak pernah diajarkan oleh

Rasulullah saw, tidak pula oleh sahabat, walaupun itu di sebut dalam Al-Quran bahwa

mereka para sahabat itu diridhoi Allah, namun tak ada dalam Ayat atau hadits Rasul

saw memerintahkan untuk mengucapkan ucapan itu untuk sahabatnya, namun karena

kecintaan para Tabi’in pada Sahabat, maka mereka menambahinya dengan ucapan

tersebut. Dan ini merupakan Bid’ah Hasanah dengan dalil Hadits di atas, Lalu muncul

pula kini Al-Quran yang di kasetkan, di CD kan, Program Al-Quran di handphone, Al-

Quran yang diterjemahkan, ini semua adalah Bid’ah hasanah.

Bid’ah yang baik yang berfaedah dan untuk tujuan kemaslahatan muslimin, karena

dengan adanya Bid’ah hasanah di atas maka semakin mudah bagi kita untuk

mempelajari Al-Quran, untuk selalu membaca Al-Quran, bahkan untuk menghafal Al-

Quran dan tidak ada yang memungkirinya.

Sekarang kalau kita menarik mundur kebelakang sejarah Islam, bila Al-Quran tidak

dibukukan oleh para Sahabat ra, apa sekiranya yang terjadi pada perkembangan

sejarah Islam ?

Al-Quran masih bertebaran di tembok-tembok, di kulit onta, hafalan para Sahabat ra

yang hanya sebagian dituliskan, maka akan muncul beribu-ribu Versi Al-Quran di

zaman sekarang, karena semua orang akan mengumpulkan dan membukukannya,

yang masing-masing dengan riwayatnya sendiri, maka hancurlah Al-Quran dan

hancurlah Islam. Namun dengan adanya Bid’ah Hasanah, sekarang kita masih

mengenal Al-Quran secara utuh dan dengan adanya Bid’ah Hasanah ini pula kita

masih mengenal Hadits-hadits Rasulullah saw, maka jadilah Islam ini kokoh dan Abadi,

jelaslah sudah sabda Rasul saw yang telah membolehkannya, beliau saw telah

mengetahui dengan jelas bahwa hal hal baru yang berupa kebaikan (Bid’ah hasanah),

mesti dimunculkan kelak, dan beliau saw telah melarang hal hal baru yang berupa

keburukan (Bid’ah dhalalah).

BID’AH

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 8

Saudara saudaraku, jernihkan hatimu menerima ini semua, ingatlah ucapan

Amirulmukminin pertama ini, ketahuilah ucapan ucapannya adalah Mutiara Alqur’an,

sosok agung Abubakar Ashiddiq ra berkata mengenai Bid’ah hasanah : “sampai Allah

menjernihkan dadaku dan aku setuju dan kini aku sependapat dengan Umar”.

Lalu berkata pula Zeyd bin haritsah ra :”..bagaimana kalian berdua (Abubakar dan

Umar) berbuat sesuatu yang tak diperbuat oleh Rasulullah saw?, maka Abubakar ra

mengatakannya bahwa hal itu adalah kebaikan, hingga iapun(Abubakar ra)

meyakinkanku (Zeyd) sampai Allah menjernihkan dadaku dan aku setuju dan kini aku

sependapat dengan mereka berdua”.

Maka kuhimbau saudara saudaraku muslimin yang kumuliakan, hati yang jernih

menerima hal hal baru yang baik adalah hati yang sehati dengan Abubakar shiddiq ra,

hati Umar bin Khattab ra, hati Zeyd bin haritsah ra, hati para sahabat, yaitu hati yang

dijernihkan Allah swt,

Dan curigalah pada dirimu bila kau temukan dirimu mengingkari hal ini, maka

barangkali hatimu belum dijernihkan Allah, karena tak mau sependapat dengan

mereka, belum setuju dengan pendapat mereka, masih menolak bid’ah hasanah, dan

Rasul saw sudah mengingatkanmu bahwa akan terjadi banyak ikhtilaf, dan peganglah

perbuatanku dan perbuatan khulafa’urrasyidin, gigit dengan geraham yang maksudnya

berpeganglah erat erat pada tuntunanku dan tuntunan mereka.

Allah menjernihkan sanubariku dan sanubari kalian hingga sehati dan sependapat

dengan Abubakar Asshiddiq ra, Umar bin Khattab ra, Utsman bin Affan ra, Ali bin Abi

Thalib kw dan seluruh sahabat.. amiin

Pendapat para Imam dan Muhadditsin mengenai Bid’ah

1. Al Hafidh Al Muhaddits Al Imam Muhammad bin Idris Assyafii rahimahullah

(Imam Syafii)

Berkata Imam Syafii bahwa bid’ah terbagi dua, yaitu bid’ah mahmudah (terpuji) dan

bid’ah madzmumah (tercela), maka yang sejalan dengan sunnah maka ia terpuji, dan

yang tidak selaras dengan sunnah adalah tercela, beliau berdalil dengan ucapan Umar

bin Khattab ra mengenai shalat tarawih : “inilah sebaik baik bid’ah”. (Tafsir Imam

Qurtubiy juz 2 hal 86-87)

2. Al Imam Al Hafidh Muhammad bin Ahmad Al Qurtubiy rahimahullah

“Menanggapi ucapan ini (ucapan Imam Syafii), maka kukatakan (Imam Qurtubi

berkata) bahwa makna hadits Nabi saw yang berbunyi : “seburuk buruk permasalahan

adalah hal yang baru, dan semua Bid’ah adalah dhalalah” (wa syarrul umuuri

muhdatsaatuha wa kullu bid’atin dhalaalah), yang dimaksud adalah hal hal yang tidak

sejalan dengan Alqur’an dan Sunnah Rasul saw, atau perbuatan Sahabat radhiyallahu

‘anhum, sungguh telah diperjelas mengenai hal ini oleh hadits lainnya : “Barangsiapa

membuat buat hal baru yang baik dalam islam, maka baginya pahalanya dan pahala

orang yang mengikutinya dan tak berkurang sedikitpun dari pahalanya, dan

barangsiapa membuat buat hal baru yang buruk dalam islam, maka baginya dosanya

dan dosa orang yang mengikutinya” (Shahih Muslim hadits no.1017) dan hadits ini

BID’AH

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 9

merupakan inti penjelasan mengenai bid’ah yang baik dan bid’ah yang sesat”. (Tafsir

Imam Qurtubiy juz 2 hal 87)

3. Al Muhaddits Al Hafidh Al Imam Abu Zakariya Yahya bin Syaraf Annawawiy

rahimahullah (Imam Nawawi)

“Penjelasan mengenai hadits : “Barangsiapa membuat buat hal baru yang baik dalam

islam, maka baginya pahalanya dan pahala orang yang mengikutinya dan tak

berkurang sedikitpun dari pahalanya, dan barangsiapa membuat buat hal baru yang

dosanya”, hadits ini merupakan anjuran untuk membuat kebiasaan kebiasaan yang

baik, dan ancaman untuk membuat kebiasaan yang buruk, dan pada hadits ini terdapat

pengecualian dari sabda beliau saw : “semua yang baru adalah Bid’ah, dan semua

yang Bid’ah adalah sesat”, sungguh yang dimaksudkan adalah hal baru yang buruk

dan Bid’ah yang tercela”. (Syarh Annawawi ‘ala Shahih Muslim juz 7 hal 104-105)

Dan berkata pula Imam Nawawi bahwa Ulama membagi bid’ah menjadi 5, yaitu Bid’ah

yang wajib, Bid’ah yang mandub, bid’ah yang mubah, bid’ah yang makruh dan bid’ah

yang haram.

Bid’ah yang wajib contohnya adalah mencantumkan dalil dalil pada ucapan ucapan

yang menentang kemungkaran, contoh bid’ah yang mandub (mendapat pahala bila

dilakukan dan tak mendapat dosa bila ditinggalkan) adalah membuat buku buku ilmu

syariah, membangun majelis taklim dan pesantren, dan Bid;ah yang Mubah adalah

bermacam macam dari jenis makanan, dan Bid’ah makruh dan haram sudah jelas

diketahui, demikianlah makna pengecualian dan kekhususan dari makna yang umum,

sebagaimana ucapan Umar ra atas jamaah tarawih bahwa inilah sebaik2 bid’ah”.

(Syarh Imam Nawawi ala shahih Muslim Juz 6 hal 154-155)

Al Hafidh AL Muhaddits Al Imam Jalaluddin Abdurrahman Assuyuthiy

rahimahullah

Mengenai hadits “Bid’ah Dhalalah” ini bermakna “Aammun makhsush”, (sesuatu yang

umum yang ada pengecualiannya), seperti firman Allah : “… yang Menghancurkan

segala sesuatu” (QS Al Ahqaf 25) dan kenyataannya tidak segalanya hancur, (*atau

pula ayat : “Sungguh telah kupastikan ketentuanku untuk memenuhi jahannam

dengan jin dan manusia keseluruhannya” QS Assajdah-13), dan pada

kenyataannya bukan semua manusia masuk neraka, tapi ayat itu bukan bermakna

keseluruhan tapi bermakna seluruh musyrikin dan orang dhalim.pen) atau hadits : “aku

dan hari kiamat bagaikan kedua jari ini” (dan kenyataannya kiamat masih ribuan tahun

setelah wafatnya Rasul saw) (Syarh Assuyuthiy Juz 3 hal 189).

Maka bila muncul pemahaman di akhir zaman yang bertentangan dengan pemahaman

para Muhaddits maka mestilah kita berhati hati darimanakah ilmu mereka?,

berdasarkan apa pemahaman mereka?, atau seorang yang disebut imam padahal ia

tak mencapai derajat hafidh atau muhaddits?, atau hanya ucapan orang yang tak

punya sanad, hanya menukil menukil hadits dan mentakwilkan semaunya tanpa

memperdulikan fatwa fatwa para Imam?

Walillahittaufiq

HADITS DHO’IF

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 10

HADITS DHO’IF

Hadits Dhoif adalah hadits yang lemah hukum sanad periwayatnya atau pada hukum

matannya, mengenai beramal dengan hadits dhaif merupakan hal yang diperbolehkan

oleh para Ulama Muhadditsin,

Hadits dhoif tak dapat dijadikan Hujjah atau dalil dalam suatu hukum, namun tak

sepantasnya kita menafikan (meniadakan) hadits dhoif, karena hadits dhoif banyak

pembagiannya,

Dan telah sepakat jumhur para ulama untuk menerapkan beberapa hukum dengan

berlandaskan dengan hadits dhoif, sebagaimana Imam Ahmad bin Hanbal

rahimahullah, menjadikan hukum bahwa bersentuhan kulit antara pria dan wanita

dewasa tidak membatalkan wudhu, dengan berdalil pada hadits Aisyah ra bersama

Rasul saw yang Rasul saw menyentuhnya dan lalu meneruskan shalat tanpa

berwudhu, hadits ini dhoif, namun Imam Ahmad memakainya sebagai ketentuan

hukum thaharah.

Hadits dhoif ini banyak pembagiannya, sebagian ulama mengklasifikasikannya menjadi

81 bagian, adapula yang menjadikannya 49 bagian dan adapula yang memecahnya

dalam 42 bagian, namun para Imam telah menjelaskan kebolehan beramal dengan

hadits dhoif bila untuk amal shalih, penyemangat, atau manaqib, inilah pendapat yang

mu’tamad, namun tentunya bukanlah hadits dhoif yang telah digolongkan kepada

hadits palsu.

Sebagian besar hadits dhoif adalah hadits yang lemah sanad perawinya atau pada

matannya, tetapi bukan berarti secara keseluruhan adalah palsu, karena hadits palsu

dinamai hadits munkar, atau mardud, Batil, maka tidak sepantasnya kita

menggolongkan semua hadits dhaif adalah hadits palsu, dan menafikan

(menghilangkan) hadits dhaif karena sebagian hadits dhaif masih diakui sebagai

ucapan Rasul saw, dan tak satu muhaddits pun yang berani menafikan

keseluruhannya, karena menuduh seluruh hadist dhoif sebagai hadits yang palsu

berarti mendustakan ucapan Rasul saw dan hukumnya kufur.

Rasulullah SAW bersabda : “Barangsiapa yang sengaja berdusta dengan ucapanku

maka hendaknya ia bersiap siap mengambil tempatnya di neraka” (Shahih Bukhari

hadits no.110),

Sabda beliau SAW pula : “sungguh dusta atasku tidak sama dengan dusta atas nama

seseorang, barangsiapa yang sengaja berdusta atas namaku maka ia bersiap siap

mengambil tempatnya di neraka” (Shahih Bukhari hadits no.1229),

Cobalah anda bayangkan, mereka yang melarang beramal dengan seluruh hadits dhoif

berarti mereka melarang sebagian ucapan / sunnah Rasul saw, dan mendustakan

ucapan Rasul saw.

HADITS DHO’IF

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 11

Wahai saudaraku ketahuilah, bahwa hukum hadits dan Ilmu hadits itu tak ada di zaman

Rasulullah saw, ilmu hadits itu adalah Bid’ah hasanah, baru ada sejak Tabi’in, mereka

membuat syarat perawi hadits, mereka membuat kategori periwayat yang hilang dan

tak dikenal, namun mereka sangat berhati hati karena mereka mengerti hukum, bila

mereka salah walau satu huruf saja, mereka bisa menjebak ummat hingga akhir zaman

dalam kekufuran, maka tak sembarang orang menjadi muhaddits, lain dengan mereka

ini yang dengan ringan saja melecehkan hadits Rasulullah saw.

Sebagaimana para pakar hadits bukanlah sebagaimana yang terjadi dimasa kini yang

mengaku ngaku sebagai pakar hadits, seorang ahli hadits mestilah telah mencapai

derajat Alhafidh, alhafidh dalam para ahli hadits adalah yang telah hafal 100 ribu hadits

berikut hukum sanad dan matannya, sedangkan 1 hadits yang bila panjangnya hanya

sebaris saja itu bisa menjadi dua halaman bila ditulis berikut hukum sanad dan hukum

matannya, lalu bagaimana dengan yang hafal 100 ribu hadits?.

Diatas tingkatan Al Hafidh ini masih adalagi yang disebut Alhujjah, yaitu yang hafal 300

ribu hadits dengan hukum matan dan hukum sanadnya, diatasnya adalagi yang disebut

: Hakim, yaitu yang pakar hadits yang sudah melewati derajat Ahafidh dan Alhujjah,

dan mereka memahami banyak lagi hadits hadits yang teriwayatkan.

(Hasyiah Luqathuddurar Bisyarh Nukhbatulfikar oleh Imam Al Hafidh Ibn Hajar Al

Atsqalaniy).

Diatasnya lagi adalah derajat Imam, sebagaimana Imam Ahmad bin Hanbal yang hafal

1 juta hadits dengan sanad dan matannya, dan Ia adalah murid dari Imam Syafii

rahimahullah, dan dizaman itu terdapat ratusan Imam imam pakar hadits.

Perlu diketahui bahwa Imam Syafii ini lahir jauh sebelum Imam Bukhari, Imam Syafii

lahir pada th 150 Hijriyah dan wafat pada th 204 Hijriyah, sedangkan Imam Bukhari

lahir pada th 194 Hijriyah dan wafat pada 256 Hijriyah, maka sebagaimana sebagian

kelompok banyak yang meremehkan Imam syafii, dan menjatuhkan fatwa fatwa Imam

syafii dengan berdalilkan shahih Bukhari, maka hal ini salah besar, karena Imam Syafii

sudah menjadi Imam sebelum usianya mencapai 40 tahun, maka ia telah menjadi

Imam besar sebelum Imam Bukhari lahir ke dunia.

Lalu bagaimana dengan saudara saudara kita masa kini yang mengeluarkan fatwa dan

pendapat kepada hadits hadits yang diriwayatkan oleh para Imam ini?, mereka

menusuk fatwa Imam Syafii, menyalahkan hadits riwayat Imam Imam lainnya,

seorang periwayat mengatakan hadits ini dhoif, maka muncul mereka ini memberi

fatwa bahwa hadits itu munkar, darimanakah ilmu mereka?, apa yang mereka fahami

dari ilmu hadits?, hanya menukil nukil dari beberapa buku saja lalu mereka sudah

berani berfatwa, apalagi bila mereka yang hanya menukil dari buku buku terjemah,

memang boleh boleh saja dijadikan tambahan pengetahuan, namun buku terjemah ini

sangat dhoif bila untuk dijadikan dalil.

Saudara saudaraku yang kumuliakan, kita tak bisa berfatwa dengan buku buku, karena

buku tak bisa dijadikan rujukan untuk mengalahkan fatwa para Imam terdahulu,

bukanlah berarti kita tak boleh membaca buku, namun maksud saya bahwa buku yang

ada zaman sekarang ini adalah pedoman paling lemah dibandingkan dengan fatwa

HADITS DHO’IF

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 12

fatwa Imam Imam terdahulu, terlebih lagi apabila yang dijadikan rujukan untuk

merubuhkan fatwa para imam adalah buku terjemahan.

Sungguh buku buku terjemahan itu telah terperangkap dengan pemahaman si

penerjemah, maka bila kita bicara misalnya terjemahan Musnad Imam Ahmad bin

Hanbal, sedangkan Imam Ahmad bin Hanbal ini hafal 1 juta hadits, lalu berapa luas

pemahaman si penerjemah yang ingin menerjemahkan keluasan ilmu Imam Ahmad

dalam terjemahannya?

Bagaimana tidak, sungguh sudah sangat banyak hadits hadits yang sirna masa kini,

bila kita melihat satu contoh kecil saja, bahwa Imam Ahmad bin Hanbal hafal 1 juta

hadits, lalu kemana hadits hadits itu?, Imam Ahmad bin Hanbal dalam Musnad

haditsnya hanya tertuliskan hingga hadits no.27.688, maka kira kira 970 ribu hadits

yang dihafalnya itu tak sempat ditulis…! Lalu bagaimana dengan ratusan Imam dan

Huffadh lainnya?, lalu logika kita, berapa juta hadits yang sirna dan tak sempat

tertuliskan?, mengapa?

Tentunya dimasa itu tak semudah sekarang, kitab mereka itu ditulis tangan, bayangkan

saja seorang Imam besar yang menghadapi ribuan murid2nya, menghadapi ratusan

pertanyaan setiap harinya, banyak beribadah dimalam hari, harus pula menyempatkan

waktu menulis hadits dengan pena bulu ayam dengan tinta cair ditengah redupnya

cahaya lilin atau lentera, atau hadits hadits itu ditulis oleh murid2nya dengan mungkin

10 hadits yang ia dengar hanya hafal 1 atau 2 hadits saja karena setiap hadits menjadi

sangat panjang bila dengan riwayat sanad, hukum sanad, dan mustanadnya.

Bayangkan betapa sulitnya perluasan ilmu saat itu, mereka tak ada surat kabar, tak

ada telepon, tak ada internet, bahkan barangkali pos jasa surat pun belum ada, tak ada

pula percetakan buku, fotocopy atau buku yang diperjualbelikan.

Penyebaran ilmu dimasa itu adalah dengan ucapan dari guru kepada muridnya

(talaqqiy), dan saat itu buku hanyalah 1% saja atau kurang dibanding ilmu yang ada

pada mereka.

Lalu murid mereka mungkin tak mampu menghafal hadits seperti gurunya, namun

paling tidak ia melihat tingkah laku gurunya, dan mereka itu adalah kaum shalihin, suci

dari kejahatan syariah, karena di masa itu seorang yang menyeleweng dari syariah

akan segera diketahui karena banyaknya ulama.

Oleh sebab itu sanad guru jauh lebih kuat daripada pedoman buku, karena guru itu

berjumpa dengan gurunya, melihat gurunya, menyaksikan ibadahnya, sebagaimana

ibadah yang tertulis di buku, mereka tak hanya membaca, tapi melihat langsung dari

gurunya, maka selayaknya kita tidak berguru kepada sembarang guru, kita mesti

selektif dalam mencari guru, karena bila gurumu salah maka ibadahmu salah pula.

Maka hendaknya kita memilih guru yang mempunyai sanad silsilah guru, yaitu ia

mempunyai riwayat guru guru yang bersambung hingga Rasul saw.

Hingga kini kita ahlussunnah waljamaah lebih berpegang kepada silsilah guru daripada

buku buku, walaupun kita masih merujuk pada buku dan kitab, namun kita tak

HADITS DHO’IF

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 13

berpedoman penuh pada buku semata, kita berpedoman kepada guru guru yang

bersambung sanadnya kepada Nabi saw, ataupun kita berpegang pada buku yang

penulisnya mempunyai sanad guru hingga nabi saw.

Maka bila misalnya kita menemukan ucapan Imam Syafii, dan Imam Syafii tak

sebutkan dalilnya, apakah kita mendustakannya?, cukuplah sosok Imam Syafii yang

demikian mulia dan tinggi pemahaman ilmu syariahnya, lalu ucapan fatwa fatwanya itu

diteliti dan dilewati oleh ratusan murid2nya dan ratusan Imam sesudah beliau, maka itu

sebagai dalil atas jawabannya bahwa ia mustahil mengada ada dan membuat buat

hukum semaunya.

Maka muncullah dimasa kini pendapat pendapat dari beberapa saudara kita yang

membaca satu dua buku, lalu berfatwa bahwa ucapan Imam Syafii Dhoif, ucapan Imam

hakim dhoif, hadits ini munkar, hadits itu palsu, hadits ini batil, hadits itu mardud, atau

berfatwa dengan semaunya dan fatwa fatwa mereka itu tak ada para Imam dan

Muhaddits yang menelusurinya sebagaimana Imam imam terdahulu yang bila fatwanya

salah maka sudah diluruskan oleh imam imam berikutnya.

Sebagaimana berkata Imam Syafii : “Orang yang belajar ilmu tanpa sanad guru

bagaikan orang yang mengumpulkan kayu baker digelapnya malam, ia membawa

pengikat kayu bakar yang terdapat padanya ular berbisa dan ia tak tahu” (Faidhul

Qadir juz 1 hal 433), berkata pula Imam Atsauri : “Sanad adalah senjata orang mukmin,

maka bila kau tak punya senjata maka dengan apa kau akan berperang?”, berkata pula

Imam Ibnul Mubarak : “Pelajar ilmu yang tak punya sanad bagaikan penaik atap namun

tak punya tangganya, sungguh telah Allah muliakan ummat ini dengan sanad” (Faidhul

Qadir juz 1 hal 433)

Semakin dangkal ilmu seseorang, maka tentunya ia semakin mudah berfatwa dan

menghukumi, semakin ahli dan tingginya ilmu seseorang, maka semakin ia berhati hati

dalam berfatwa dan tidak ceroboh dalam menghukumi.

Maka fahamlah kita, bahwa mereka mereka yang segera menafikan / menghapus

hadits dhoif maka mereka itulah yang dangkal pemahaman haditsnya, mereka tak tahu

mana hadits dhoif yang palsu dan mana hadits dhoif yang masih tsiqah untuk

diamalkan, contohnya hadits dhoif yang periwayatnya maqthu’ (terputus), maka

dihukumi dhoif, tapi makna haditsnya misalnya keutamaan suatu amal, maka para

Muhaddits akan melihat para perawinya, bila para perawinya orang orang yang shahih,

tsiqah, apalagi ulama hadits, maka hadits itu diterima walau tetap dhoif, namun boleh

diamalkan karena perawinya orang orang terpercaya, Cuma satu saja yang hilang, dan

yang lainnya diakui kejujurannya, maka mustahil mereka dusta atas hadits Rasul saw,

namun tetap dihukumi dhoif, dan masih banyak lagi contoh contoh lainnya,

Masya Allah dari gelapnya kebodohan.. sebagaimana ucapan para ulama salaf :

“dalam kebodohan itu adalah kematian sebelum kematian, dan tubuh mereka telah

terkubur (oleh dosa dan kebodohan) sebelum dikuburkan”.

Walillahittaufiq

PERINGATAN MAULID NABI SAW

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 14

PERINGATAN MAULID NABI SAW

Ketika kita membaca kalimat diatas maka didalam hati kita sudah tersirat bahwa

kalimat ini akan langsung membuat alergi bagi sebagian kelompok muslimin, saya

akan meringkas penjelasannya secara ‘Aqlan wa syar’an, (logika dan syariah).

Sifat manusia cenderung merayakan sesuatu yang membuat mereka gembira, apakah

keberhasilan, kemenangan, kekayaan atau lainnya, mereka merayakannya dengan

pesta, mabuk mabukan, berjoget bersama, wayang, lenong atau bentuk pelampiasan

kegembiraan lainnya, demikian adat istiadat diseluruh dunia.

Sampai disini saya jelaskan dulu bagaimana kegembiraan atas kelahiran Rasul saw.

Allah merayakan hari kelahiran para Nabi Nya

_ Firman Allah : “(Isa berkata dari dalam perut ibunya) Salam sejahtera atasku, di hari

kelahiranku, dan hari aku wafat, dan hari aku dibangkitkan” (QS Maryam 33)

_ Firman Allah : “Salam Sejahtera dari kami (untuk Yahya as) dihari kelahirannya,

dan hari wafatnya dan hari ia dibangkitkan” (QS Maryam 15)

_ Rasul saw lahir dengan keadaan sudah dikhitan (Almustadrak ala shahihain hadits

no.4177)

_ Berkata Utsman bin Abil Ash Asstaqafiy dari ibunya yang menjadi pembantunya

Aminah ra bunda Nabi saw, ketika Bunda Nabi saw mulai saat saat melahirkan, ia

(ibu utsman) melihat bintang bintang mendekat hingga ia takut berjatuhan diatas

kepalanya, lalu ia melihat cahaya terang benderang keluar dari Bunda Nabi saw

hingga membuat terang benderangnya kamar dan rumah (Fathul Bari Almasyhur

juz 6 hal 583)

_ Ketika Rasul saw lahir kemuka bumi beliau langsung bersujud (Sirah Ibn Hisyam)

_ Riwayat shahih oleh Ibn Hibban dan Hakim bahwa Ibunda Nabi saw saat

melahirkan Nabi saw melihat cahaya yang terang benderang hingga pandangannya

menembus dan melihat Istana Istana Romawi (Fathul Bari Almasyhur juz 6 hal 583)

_ Malam kelahiran Rasul saw itu runtuh singgasana Kaisar Kisra, dan runtuh pula 14

buah jendela besar di Istana Kisra, dan Padamnya Api di Kekaisaran Persia yang

1000 tahun tak pernah padam. (Fathul Bari Almasyhur juz 6 hal 583)

Kenapa kejadian kejadian ini dimunculkan oleh Allah swt?, kejadian kejadian besar ini

muncul menandakan kelahiran Nabi saw, dan Allah swt telah merayakan kelahiran

Muhammad Rasulullah saw di Alam ini, sebagaimana Dia swt telah pula membuat

salam sejahtera pada kelahiran Nabi nabi sebelumnya.

Rasulullah saw memuliakan hari kelahiran beliau saw

Ketika beliau saw ditanya mengenai puasa di hari senin, beliau saw menjawab : “Itu

adalah hari kelahiranku, dan hari aku dibangkitkan” (Shahih Muslim hadits no.1162).

PERINGATAN MAULID NABI SAW

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 15

dari hadits ini sebagian saudara2 kita mengatakan boleh merayakan maulid Nabi saw

asal dengan puasa.

Rasul saw jelas jelas memberi pemahaman bahwa hari senin itu berbeda dihadapan

beliau saw daripada hari lainnya, dan hari senin itu adalah hari kelahiran beliau saw.

Karena beliau saw tak menjawab misalnya : “oh puasa hari senin itu mulia dan boleh

boleh saja..”, namun beliau bersabda : “itu adalah hari kelahiranku”, menunjukkan bagi

beliau saw hari kelahiran beliau saw ada nilai tambah dari hari hari lainnya.

Contoh mudah misalnya zeyd bertanya pada amir : “bagaimana kalau kita berangkat

umroh pada 1 Januari?”, maka amir menjawab : “oh itu hari kelahiran saya”. Nah..

bukankah jelas jelas bahwa zeyd memahami bahwa 1 januari adalah hari yang

berbeda dari hari hari lainnya bagi amir?, dan amir menyatakan dengan jelas bahwa 1

januari itu adalah hari kelahirannya, dan berarti amir ini termasuk orang yang perhatian

pada hari kelahirannya, kalau amir tak acuh dengan hari kelahirannya maka pastilah ia

tak perlu menyebut nyebut bahwa 1 januari adalah hari kelahirannya, dan Nabi saw tak

memerintahkan puasa hari senin untuk merayakan kelahirannya, pertanyaan sahabat

ini berbeda maksud dengan jawaban beliau saw yang lebih luas dari sekedar

pertanyaannya, sebagaimana contoh diatas, Amir tak mmerintahkan umroh pada 1

januari karena itu adalah hari kelahirannya, maka mereka yang berpendapat bahwa

boleh merayakan maulid hanya dengan puasa saja maka tentunya dari dangkalnya

pemahaman terhadap ilmu bahasa.

Orang itu bertanya tentang puasa senin, maksudnya boleh atau tidak?, Rasul saw

menjawab : hari itu hari kelahiranku, menunjukkan hari kelahiran beliau saw ada nilai

tambah pada pribadi beliau saw, sekaligus diperbolehkannya puasa dihari itu. Maka

jelaslah sudah bahwa Nabi saw termasuk yang perhatian pada hari kelahiran beliau

saw, karena memang merupakan bermulanya sejarah bangkitnya islam.

Sahabat memuliakan hari kelahiran Nabi saw

Berkata Abbas bin Abdulmuttalib ra : “Izinkan aku memujimu wahai Rasulullah..” maka

Rasul saw menjawab: “silahkan..,maka Allah akan membuat bibirmu terjaga”, maka

Abbas ra memuji dengan syair yang panjang, diantaranya : “… dan engkau (wahai nabi

saw) saat hari kelahiranmu maka terbitlah cahaya dibumi hingga terang benderang,

dan langit bercahaya dengan cahayamu, dan kami kini dalam naungan cahaya itu dan

dalam tuntunan kemuliaan (Al Qur’an) kami terus mendalaminya” (Mustadrak ‘ala

shahihain hadits no.5417)

Kasih sayang Allah atas kafir yang gembira atas kelahiran

Nabi saw

Diriwayatkan bahwa Abbas bin Abdulmuttalib melihat Abu Lahab dalam mimpinya, dan

Abbas bertanya padanya : “bagaimana keadaanmu?”, abu lahab menjawab : “di

neraka, Cuma diringankan siksaku setiap senin karena aku membebaskan budakku

Tsuwaibah karena gembiraku atas kelahiran Rasul saw” (Shahih Bukhari hadits

no.4813, Sunan Imam Baihaqi Alkubra hadits no.13701, syi’bul iman no.281, fathul

PERINGATAN MAULID NABI SAW

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 16

baari Almasyhur juz 11 hal 431). Walaupun kafir terjahat ini dibantai di alam barzakh,

namun tentunya Allah berhak menambah siksanya atau menguranginya menurut

kehendak Allah swt, maka Allah menguranginya setiap hari senin karena telah gembira

dengan kelahiran Rasul saw dengan membebaskan budaknya.

Walaupun mimpi tak dapat dijadikan hujjah untuk memecahkan hukum syariah, namun

mimpi dapat dijadikan hujjah sebagai manakib, sejarah dan lainnya, misalnya mimpi

orang kafir atas kebangkitan Nabi saw, maka tentunya hal itu dijadikan hujjah atas

kebangkitan Nabi saw maka Imam imam diatas yang meriwayatkan hal itu tentunya

menjadi hujjah bagi kita bahwa hal itu benar adanya, karena diakui oleh imam imam

dan mereka tak mengingkarinya.

Rasulullah saw memperbolehkan Syair pujian di masjid

Hassan bin Tsabit ra membaca syair di Masjid Nabawiy yang lalu ditegur oleh Umar

ra, lalu Hassan berkata : “aku sudah baca syair nasyidah disini dihadapan orang yang

lebih mulia dari engkau wahai Umar (yaitu Nabi saw), lalu Hassan berpaling pada Abu

Hurairah ra dan berkata : “bukankah kau dengar Rasul saw menjawab syairku dengan

doa : wahai Allah bantulah ia dengan ruhulqudus?, maka Abu Hurairah ra berkata :

“betul” (shahih Bukhari hadits no.3040, Shahih Muslim hadits no.2485)

Ini menunjukkan bahwa pembacaan Syair di masjid tidak semuanya haram,

sebagaimana beberapa hadits shahih yang menjelaskan larangan syair di masjid,

namun jelaslah bahwa yang dilarang adalah syair syair yang membawa pada Ghaflah,

pada keduniawian, namun syair syair yang memuji Allah dan Rasul Nya maka hal itu

diperbolehkan oleh Rasul saw bahkan dipuji dan didoakan oleh beliau saw

sebagaimana riwayat diatas, dan masih banyak riwayat lain sebagaimana dijelaskan

bahwa Rasul saw mendirikan mimbar khusus untuk hassan bin tsabit di masjid agar ia

berdiri untuk melantunkan syair syairnya (Mustadrak ala shahihain hadits no.6058,

sunan Attirmidzi hadits no.2846) oleh Aisyah ra bahwa ketika ada beberapa sahabat

yang mengecam Hassan bin Tsabit ra maka Aisyah ra berkata : “Jangan kalian caci

hassan, sungguh ia itu selalu membanggakan Rasulullah saw”(Musnad Abu Ya’la Juz

8 hal 337).

Pendapat Para Imam dan Muhaddits atas perayaan Maulid

1. Berkata Imam Al Hafidh Ibn Hajar Al Asqalaniy rahimahullah :

Telah jelas dan kuat riwayat yang sampai padaku dari shahihain bahwa Nabi saw

datang ke Madinah dan bertemu dengan Yahudi yang berpuasa hari asyura (10

Muharram), maka Rasul saw bertanya maka mereka berkata : “hari ini hari

ditenggelamkannya Fir’aun dan Allah menyelamatkan Musa, maka kami berpuasa

sebagai tanda syukur pada Allah swt, maka bersabda Rasul saw : “kita lebih berhak

atas Musa as dari kalian”, maka diambillah darinya perbuatan bersyukur atas anugerah

yang diberikan pada suatu hari tertentu setiap tahunnya, dan syukur kepada Allah bisa

didapatkan dengan pelbagai cara, seperti sujud syukur, puasa, shadaqah, membaca

Alqur’an, maka nikmat apalagi yang melebihi kebangkitan Nabi ini?, telah berfirman

Allah swt “SUNGGUH ALLAH TELAH MEMBERIKAN ANUGERAH PADA ORANG

PERINGATAN MAULID NABI SAW

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 17

ORANG MUKMININ KETIKA DIBANGKITKANNYA RASUL DARI MEREKA” (QS Al

Imran 164)

2. Pendapat Imam Al Hafidh Jalaluddin Assuyuthi rahimahullah :

Telah jelas padaku bahwa telah muncul riwayat Baihaqi bahwa Rasul saw ber akikah

untuk dirinya setelah beliau saw menjadi Nabi (Ahaditsulmukhtarah hadis no.1832

dengan sanad shahih dan Sunan Imam Baihaqi Alkubra Juz 9 hal.300), dan telah

diriwayatkan bahwa telah ber Akikah untuknya kakeknya Abdulmuttalib saat usia beliau

saw 7 tahun, dan akikah tak mungkin diperbuat dua kali, maka jelaslah bahwa akikah

beliau saw yang kedua atas dirinya adalah sebagai tanda syukur beliau saw kepada

Allah swt yang telah membangkitkan beliau saw sebagai Rahmatan lil’aalamiin dan

membawa Syariah utk ummatnya, maka sebaiknya bagi kita juga untuk menunjukkan

tasyakkuran dengan Maulid beliau saw dengan mengumpulkan teman teman dan

saudara saudara, menjamu dengan makanan makanan dan yang serupa itu untuk

mendekatkan diri kepada Allah dan kebahagiaan. bahkan Imam Assuyuthiy mengarang

sebuah buku khusus mengenai perayaan maulid dengan nama : “Husnulmaqshad fii

‘amalilmaulid”.

3. Pendapat Imam Al hafidh Abu Syaamah rahimahullah (Guru imam Nawawi) :

Merupakan Bid’ah hasanah yang mulia dizaman kita ini adalah perbuatan yang

diperbuat setiap tahunnya di hari kelahiran Rasul saw dengan banyak bersedekah, dan

kegembiraan, menjamu para fuqara, seraya menjadikan hal itu memuliakan Rasul saw

dan membangkitkan rasa cinta pada beliau saw, dan bersyukur kepada Allah dengan

kelahiran Nabi saw.

4. Pendapat Imamul Qurra’ Alhafidh Syamsuddin Aljazriy rahimahullah dalam

kitabnya ‘Urif bitta’rif Maulidissyariif :

Telah diriwayatkan Abu Lahab diperlihatkan dalam mimpi dan ditanya apa

keadaanmu?, ia menjawab : “di neraka, tapi aku mendapat keringanan setiap malam

senin, itu semua sebab aku membebaskan budakku Tsuwaibah demi kegembiraanku

atas kelahiran Nabi (saw) dan karena Tsuwaibah menyusuinya (saw)” (shahih

Bukhari). maka apabila Abu Lahab Kafir yang Alqur’an turun mengatakannya di neraka

mendapat keringanan sebab ia gembira dengan kelahiran Nabi saw, maka bagaimana

dengan muslim ummat Muhammad saw yang gembira atas kelahiran Nabi saw?, maka

demi usiaku, sungguh balasan dari Tuhan Yang Maha Pemurah sungguh sungguh ia

akan dimasukkan ke sorga kenikmatan Nya dengan sebab anugerah Nya.

5. Pendapat Imam Al Hafidh Syamsuddin bin Nashiruddin Addimasyqiy dalam

kitabnya Mauridusshaadiy fii maulidil Haadiy :

Serupa dengan ucapan Imamul Qurra’ Alhafidh Syamsuddin Aljuzri, yaitu menukil

hadits Abu Lahab

6. Pendapat Imam Al Hafidh Assakhawiy dalam kitab Sirah Al Halabiyah

Berkata ”tidak dilaksanakan maulid oleh salaf hingga abad ke tiga, tapi dilaksanakan

setelahnya, dan tetap melaksanakannya umat islam di seluruh pelosok dunia dan

bersedekah pada malamnya dengan berbagai macam sedekah dan memperhatikan

pembacaan maulid, dan berlimpah terhadap mereka keberkahan yang sangat besar”.

PERINGATAN MAULID NABI SAW

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 18

7. Imam Al hafidh Ibn Abidin rahimahullah

Dalam syarahnya maulid ibn hajar berkata : ”ketahuilah salah satu bid’ah hasanah

adalah pelaksanaan maulid di bulan kelahiran nabi saw”

8. Imam Al Hafidh Ibnul Jauzi rahimahullah

Dengan karangan maulidnya yang terkenal ”al aruus” juga beliau berkata tentang

pembacaan maulid, ”Sesungguhnya membawa keselamatan tahun itu, dan berita

gembira dengan tercapai semua maksud dan keinginan bagi siapa yang membacanya

serta merayakannya”.

9. Imam Al Hafidh Al Qasthalaniy rahimahullah

Dalam kitabnya Al Mawahibulladunniyyah juz 1 hal 148 cetakan al maktab al islami

berkata: ”Maka Allah akan menurukan rahmat Nya kpd orang yang menjadikan hari

kelahiran Nabi saw sebagai hari besar”.

10. Imam Al hafidh Al Muhaddis Abulkhattab Umar bin Ali bin Muhammad yang

terkenal dengan Ibn Dihyah alkalbi

Dengan karangan maulidnya yang bernama ”Attanwir fi maulid basyir an nadzir”

11. Imam Al Hafidh Al Muhaddits Syamsuddin Muhammad bin Abdullah Aljuzri

Dengan maulidnya ”urfu at ta’rif bi maulid assyarif”

12. Imam al Hafidh Ibn Katsir

Yang karangan kitab maulidnya dikenal dengan nama : ”maulid ibn katsir”

13. Imam Al Hafidh Al ’Iraqy

Dengan maulidnya ”maurid al hana fi maulid assana”

14. Imam Al Hafidh Nasruddin Addimasyqiy

Telah mengarang beberapa maulid : Jaami’ al astar fi maulid nabi al mukhtar 3 jilid, Al

lafad arra’iq fi maulid khair al khalaiq, Maurud asshadi fi maulid al hadi.

15. Imam assyakhawiy

Dengan maulidnya al fajr al ulwi fi maulid an nabawi

16. Al allamah al faqih Ali zainal Abidin As syamhudi

Dengan maulidnya al mawarid al haniah fi maulid khairil bariyyah

17. Al Imam Hafidz Wajihuddin Abdurrahman bin Ali bin Muhammad As syaibaniy

yang terkenal dengan ibn diba’

Dengan maulidnya addiba’i

18. Imam ibn hajar al haitsami

Dengan maulidnya itmam anni’mah alal alam bi maulid syayidi waladu adam

19. Imam Ibrahim Baajuri

Mengarang hasiah atas maulid ibn hajar dengan nama tuhfa al basyar ala maulid ibn

hajar

PERINGATAN MAULID NABI SAW

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 19

20. Al Allamah Ali Al Qari’

Dengan maulidnya maurud arrowi fi maulid nabawi

21. Al Allamah al Muhaddits Ja’far bin Hasan Al barzanji

Dengan maulidnya yang terkenal maulid barzanji

23. Al Imam Al Muhaddis Muhammad bin Jakfar al Kattani

Dengan maulid Al yaman wal is’ad bi maulid khair al ibad

24. Al Allamah Syeikh Yusuf bin ismail An Nabhaniy

Dengan maulid jawahir an nadmu al badi’ fi maulid as syafi’

25. Imam Ibrahim Assyaibaniy

Dengan maulid al maulid mustofa adnaani

26. Imam Abdulghaniy Annanablisiy

Dengan maulid Al Alam Al Ahmadi fi maulid muhammadi”

27. Syihabuddin Al Halwani

Dengan maulid fath al latif fi syarah maulid assyarif

28. Imam Ahmad bin Muhammad Addimyati

Dengan maulid Al Kaukab al azhar alal ‘iqdu al jauhar fi maulid nadi al azhar

29. Asyeikh Ali Attanthowiy

Dengan maulid nur as shofa’ fi maulid al mustofa

30. As syeikh Muhammad Al maghribi

Dengan maulid at tajaliat al khifiah fi maulid khoir al bariah.

Tiada satupun para Muhadditsin dan para Imam yang menentang dan melarang hal ini,

mengenai beberapa pernyataan pada Imam dan Muhadditsin yang menentang maulid

sebagaimana disampaikan oleh kalangan anti maulid, maka mereka ternyata hanya

menggunting dan memotong ucapan para Imam itu, dengan kelicikan yang jelas jelas

meniru kelicikan para misionaris dalam menghancurkan Islam.

Berdiri saat Mahal Qiyam dalam pembacaan Maulid

Mengenai berdiri saat maulid ini, merupakan Qiyas dari menyambut kedatangan Islam

dan Syariah Rasul saw, dan menunjukkan semangat atas kedatangan sang pembawa

risalah pada kehidupan kita, hal ini lumrah saja, sebagaimana penghormatan yang

dianjurkan oleh Rasul saw adalah berdiri, sebagaimana diriwayatkan ketika sa’ad bin

Mu’adz ra datang maka Rasul saw berkata kepada kaum anshar : “Berdirilah untuk

tuan kalian” (shahih Bukhari hadits no.2878, Shahih Muslim hadits no.1768), demikian

pula berdirinya Thalhah ra untuk Ka’b bin Malik ra.

PERINGATAN MAULID NABI SAW

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 20

Memang mengenai berdiri penghormatan ini ada ikhtilaf ulama, sebagaimana yang

dijelaskan bahwa berkata Imam Alkhattabiy bahwa berdirinya bawahan untuk

majikannya, juga berdirinya murid untuk kedatangan gurunya, dan berdiri untuk

kedatangan Imam yang adil dan yang semacamnya merupakan hal yang baik, dan

berkata Imam Bukhari bahwa yang dilarang adalah berdiri untuk pemimpin yang duduk,

dan Imam Nawawi yang berpendapat bila berdiri untuk penghargaan maka taka apa,

sebagaimana Nabi saw berdiri untuk kedatangan putrinya Fathimah ra saat ia datang,

namun adapula pendapat lain yang melarang berdiri untuk penghormatan.(Rujuk

Fathul Baari Almasyhur Juz 11 dan Syarh Imam Nawawi ala shahih muslim juz 12 hal

93)

Namun dari semua pendapat itu, tentulah berdiri saat mahal qiyam dalam membaca

maulid itu tak ada hubungan apa apa dengan semua perselisihan itu, karena Rasul

saw tidak dhohir dalam pembacaan maulid itu, lepas dari anggapan ruh Rasul saw

hadir saat pembacaan maulid, itu bukan pembahasan kita, masalah seperti itu adalah

masalah ghaib yang tak bisa disyarahkan dengan hukum dhohir, semua ucapan diatas

adalah perbedaan pendapat mengenai berdiri penghormatan yang Rasul saw pernah

melarang agar sahabat tak berdiri untuk memuliakan beliau saw.

Jauh berbeda bila kita yang berdiri penghormatan mengingat jasa beliau saw, tak

terikat dengan beliau hadir atau tidak, bahwa berdiri kita adalah bentuk semangat kita

menyambut risalah Nabi saw, dan penghormatan kita kepada kedatangan Islam, dan

kerinduan kita pada nabi saw, sebagaimana kita bersalam pada Nabi saw setiap kita

shalat pun kita tak melihat beliau saw.

Diriwayatkan bahwa Imam Al hafidh Taqiyuddin Assubkiy rahimahullah, seorang Imam

Besar dan terkemuka dizamannya bahwa ia berkumpul bersama para Muhaddits dan

Imam Imam besar dizamannya dalam perkumpulan yang padanya dibacakan puji

pujian untuk nabi saw, lalu diantara syair syair itu merekapun seraya berdiri termasuk

Imam Assubkiy dan seluruh Imam imam yang hadir bersamanya, dan didapatkan

kesejukan yang luhur dan cukuplah perbuatan mereka itu sebagai panutan, dan

berkata Imam Ibn Hajar Alhaitsamiy rahimahullah bahwa Bid’ah hasanah sudah

menjadi kesepakatan para imam bahwa itu merupakan hal yang sunnah,

(berlandaskan hadist shahih muslim no.1017 yang terncantum pada Bab Bid’ah) yaitu

bila dilakukan mendapat pahala dan bila ditinggalkan tidak mendapat dosa, dan

mengadakan maulid itu adalah salah satu Bid’ah hasanah,

Dan berkata pula Imam Assakhawiy rahimahullah bahwa mulai abad ketiga hijriyah

mulailah hal ini dirayakan dengan banyak sedekah dan perayaan agung ini diseluruh

dunia dan membawa keberkahan bagi mereka yang mengadakannya. (Sirah Al

Halabiyah Juz 1 hal 137)

Pada hakekatnya, perayaan maulid ini bertujuan mengumpulkan muslimin untuk

Medan Tablig dan bersilaturahmi sekaligus mendengarkan ceramah islami yang

diselingi bershalawat dan salam pada Rasul saw, dan puji pujian pada Allah dan Rasul

saw yang sudah diperbolehkan oleh Rasul saw, dan untuk mengembalikan kecintaan

mereka pada Rasul saw, maka semua maksud ini tujuannya adalah kebangkitan

risalah pada ummat yang dalam ghaflah, maka Imam dan Fuqaha manapun tak akan

PERINGATAN MAULID NABI SAW

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 21

ada yang mengingkarinya karena jelas jelas merupakan salah satu cara

membangkitkan keimanan muslimin, hal semacam ini tak pantas dimungkiri oleh setiap

muslimin aqlan wa syar’an (secara logika dan hukum syariah), karena hal ini

merupakan hal yang mustahab (yang dicintai), sebagaiman kaidah syariah bahwa

“Maa Yatimmul waajib illa bihi fahuwa wajib”, semua yang menjadi penyebab

kewajiban dengannya maka hukumnya wajib.

Contohnya saja bila sebagaimana kita ketahui bahwa menutup aurat dalam shalat

hukumnya wajib, dan membeli baju hukumnya mubah, namun suatu waktu saat kita

akan melakukan shalat kebetulan kita tak punya baju penutup aurat kecuali harus

membeli dulu, maka membeli baju hukumnya berubah menjadi wajib, karena perlu

dipakai untuk melaksanakan shalat yang wajib .

Contoh lain misalnya sunnah menggunakan siwak, dan membuat kantong baju

hukumnya mubah saja, lalu saat akan bepergian kita akan membawa siwak dan baju

kita tak berkantong, maka perlulah bagi kita membuat kantong baju untuk menaruh

siwak, maka membuat kantong baju di pakaian kita menjadi sunnah hukumnya, karena

diperlukan untuk menaruh siwak yang hukumnya sunnah.

Maka perayaan Maulid Nabi saw diadakan untuk Medan Tablig dan Dakwah, dan

dakwah merupakan hal yang wajib pada suatu kaum bila dalam kemungkaran, dan

ummat sudah tak perduli dengan Nabinya saw, tak pula perduli apalagi mencintai sang

Nabi saw dan rindu pada sunnah beliau saw, dan untuk mencapai tablig ini adalah

dengan perayaan Maulid Nabi saw, maka perayaan maulid ini menjadi wajib, karena

menjadi perantara Tablig dan Dakwah serta pengenalan sejarah sang Nabi saw serta

silaturahmi.

Sebagaimana penulisan Alqur’an yang merupakan hal yang tak perlu dizaman nabi

saw, namun menjadi sunnah hukumnya di masa para sahabat karena sahabat mulai

banyak yang membutuhkan penjelasan Alqur’an, dan menjadi wajib hukumnya setelah

banyaknya para sahabat yang wafat, karena ditakutkan sirnanya Alqur’an dari ummat,

walaupun Allah telah menjelaskan bahwa Alqur’an telah dijaga oleh Allah.

Hal semacam in telah difahami dan dijelaskan oleh para khulafa’urrasyidin, sahabat

radhiyallahu’anhum, Imam dan Muhadditsin, para ulama, fuqaha dan bahkan orang

muslimin yang awam, namun hanya sebagian saudara saudara kita muslimin yang

masih bersikeras untuk menentangnya, semoga Allah memberi mereka keluasan hati

dan kejernihan, amiin.

Walillahittaufiq

AYAT TASYBIH

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 22

AYAT TASYBIH

Mengenai ayat mutasyabih yang sebenarnya para Imam dan Muhadditsin selalu

berusaha menghindari untuk membahasnya, namun justru sangat digandrungi oleh

sebagian kelompok muslimin sesat masa kini, mereka selalu mencoba menusuk

kepada jantung tauhid yang sedikit saja salah memahami maka akan terjatuh dalam

jurang kemusyrikan, seperti membahas bahwa Allah ada dilangit, mempunyai tangan,

wajah dll yang hanya membuat kerancuan dalam kesucian Tauhid ilahi pada benak

muslimin, akan tetapi karena semaraknya masalah ini diangkat ke permukaan, maka

perlu kita perjelas mengenai ayat ayat dan hadits tersebut.

Sebagaimana makna Istiwa, yang sebagian kaum muslimin sesat sangat gemar

membahasnya dan mengatakan bahwa Allah itu bersemayam di Arsy, dengan

menafsirkan kalimat ”ISTIWA” dengan makna ”BERSEMAYAM atau ADA DI SUATU

TEMPAT” , entah darimana pula mereka menemukan makna kalimat Istawa adalah

semayam, padahal tak mungkin kita katakan bahwa Allah itu bersemayam disuatu

tempat, karena bertentangan dengan ayat ayat dan Nash hadits lain, bila kita

mengatakan Allah ada di Arsy, maka dimana Allah sebelum Arsy itu ada?, dan berarti

Allah membutuhkan ruang, berarti berwujud seperti makhluk, sedangkan dalam hadits

qudsiy disebutkan Allah swt turun kelangit yang terendah saat sepertiga malam

terakhir, sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Muslim hadits no.758, sedangkan

kita memahami bahwa waktu di permukaan bumi terus bergilir,

Maka bila disuatu tempat adalah tengah malam, maka waktu tengah malam itu tidak

sirna, tapi terus berpindah ke arah barat dan terus ke yang lebih barat, tentulah berarti

Allah itu selalu bergelantungan mengitari Bumi di langit yang terendah, maka semakin

ranculah pemahaman ini, dan menunjukkan rapuhnya pemahaman mereka, jelaslah

bahwa hujjah yang mengatakan Allah ada di Arsy telah bertentangan dengan hadits

qudsiy diatas, yang berarti Allah itu tetap di langit yang terendah dan tak pernah

kembali ke Arsy, sedangkan ayat itu mengatakan bahwa Allah ada di Arsy, dan hadits

Qudsiy mengatakan Allah dilangit yang terendah.

Berkata Al hafidh Almuhaddits Al Imam Malik rahimahullah ketika datang seseorang

yang bertanya makna ayat : ”Arrahmaanu ’alal Arsyistawa”, Imam Malik menjawab :

”Majhul, Ma’qul, Imaan bihi wajib, wa su’al ’anhu bid’ah (tdk diketahui maknanya, dan

tidak boleh mengatakannya mustahil, percaya akannya wajib, bertanya tentang ini

adalah Bid’ah Munkarah), dan kulihat engkau ini orang jahat, keluarkan dia..!”,

demikian ucapan Imam Malik pada penanya ini, hingga ia mengatakannya : ”kulihat

engkau ini orang jahat”, lalu mengusirnya, tentunya seorang Imam Mulia yang menjadi

Muhaddits Tertinggi di Madinah Almunawwarah di masanya yang beliau itu Guru Imam

Syafii ini tak sembarang mengatakan ucapan seperti itu, kecuali menjadi dalil bagi kita

bahwa hanya orang orang yang tidak baik yang mempermasalahkan masalah ini.

Lalu bagaimana dengan firman Nya : ”Mereka yang berbai’at padamu sungguh mereka

telah berbai’at pada Allah, Tangan Allah diatas tangan mereka” (QS Al Fath 10), dan

AYAT TASYBIH

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 23

disaat Bai’at itu tak pernah teriwayatkan bahwa ada tangan turun dari langit yang turut

berbai’at pada sahabat.

Juga sebagaimana hadits qudsiy yang mana Allah berfirman : ”Barangsiapa memusuhi

waliku sungguh kuumumkan perang kepadanya, tiadalah hamba Ku mendekat kepada

Ku dengan hal hal yang fardhu, dan Hamba Ku terus mendekat kepada Ku dengan hal

hal yang sunnah baginya hingga Aku mencintainya, bila Aku mencintainya maka aku

menjadi telinganya yang ia gunakan untuk mendengar, dan menjadi matanya yang ia

gunakan untuk melihat, dan menjadi tangannya yang ia gunakan untuk memerangi,

dan kakinya yang ia gunakan untuk melangkah, bila ia meminta pada Ku niscaya

kuberi permintaannya….” (shahih Bukhari hadits no.6137) Maka hadits Qudsiy diatas

tentunya jelas jelas menunjukkan bahwa pendengaran, penglihatan, dan panca indera

lainnya, bagi mereka yang taat pada Allah akan dilimpahi cahaya kemegahan Allah,

pertolongan Allah, kekuatan Allah, keberkahan Allah, dan sungguh maknanya

bukanlah berarti Allah menjadi telinga, mata, tangan dan kakinya.

Masalah ayat/hadist tasybih (tangan/wajah) dalam ilmu tauhid terdapat dua

pendapat/madzhab dalam menafsirkannya, yaitu:

1. Madzhab tafwidh ma’a tanzih

Madzhab ini mengambil dhahir lafadz dan menyerahkan maknanya kpd Allah swt,

dengan i’tiqad tanzih (mensucikan Allah dari segala penyerupaan)

Ditanyakan kepada Imam Ahmad bin Hanbal masalah hadist sifat, ia berkata ”Nu;minu

biha wa nushoddiq biha bilaa kaif wala makna”, (Kita percaya dengan hal itu, dan

membenarkannya tanpa menanyakannya bagaimana, dan tanpa makna) Madzhab

inilah yang juga di pegang oleh Imam Abu hanifah.

Dan kini muncullah faham mujjassimah yaitu dhohirnya memegang madzhab tafwidh

tapi menyerupakan Allah dengan mahluk, bukan seperti para imam yang memegang

madzhab tafwidh.

2. Madzhab takwil

Madzab ini menakwilkan ayat/hadist tasybih sesuai dengan keesaan dan keagungan

Allah swt, dan madzhab ini arjah (lebih baik untuk diikuti) karena terdapat penjelasan

dan menghilangkan awhaam (khayalan dan syak wasangka) pada muslimin umumnya,

sebagaimana Imam Syafii, Imam Bukhari,Imam Nawawi dll. (syarah Jauharat Attauhid

oleh Imam Baajuri)

Pendapat ini juga terdapat dalam Al Qur’an dan sunnah, juga banyak dipakai oleh para

sahabat, tabiin dan imam imam ahlussunnah waljamaah.

Seperti ayat :

”Nasuullaha fanasiahum” (mereka melupakan Allah maka Allah pun lupa dengan

mereka) (QS Attaubah:67),

dan ayat : ”Innaa nasiinaakum”. (sungguh kami telah lupa pada kalian QS Assajdah

14).

AYAT TASYBIH

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 24

Dengan ayat ini kita tidak bisa menyifatkan sifat lupa kepada Allah walaupun tercantum

dalam Alqur’an, dan kita tidak boleh mengatakan Allah punya sifat lupa, tapi berbeda

dengan sifat lupa pada diri makhluk, karena Allah berfirman : ”dan tiadalah tuhanmu itu

lupa” (QS Maryam 64)

Dan juga diriwayatkan dalam hadtist Qudsiy bahwa Allah swt berfirman : ”Wahai

Keturunan Adam, Aku sakit dan kau tak menjenguk Ku, maka berkatalah keturunan

Adam : Wahai Allah, bagaimana aku menjenguk Mu sedangkan Engkau Rabbul

’Alamin?, maka Allah menjawab : Bukankah kau tahu hamba Ku fulan sakit dan kau tak

mau menjenguknya?, tahukah engkau bila kau menjenguknya maka akan kau temui

Aku disisinya?” (Shahih Muslim hadits no.2569)

Apakah kita bisa mensifatkan sakit kepada Allah tapi tidak seperti sakitnya kita?

Berkata Imam Nawawi berkenaan hadits Qudsiy diatas dalam kitabnya yaitu Syarah

Annawawiy alaa Shahih Muslim bahwa yang dimaksud sakit pada Allah adalah hamba

Nya, dan kemuliaan serta kedekatan Nya pada hamba Nya itu, ”wa ma’na wajadtaniy

indahu ya’niy wajadta tsawaabii wa karoomatii indahu” dan makna ucapan : akan kau

temui aku disisinya adalah akan kau temui pahalaku dan kedermawanan Ku dengan

menjenguknya (Syarh Nawawi ala shahih Muslim Juz 16 hal 125)

Dan banyak pula para sahabat, tabiin, dan para Imam ahlussunnah waljamaah yang

berpegang pada pendapat Ta’wil, seperti Imam Ibn Abbas, Imam Malik, Imam Bukhari,

Imam Tirmidziy, Imam Abul Hasan Al Asy’ariy, Imam Ibnul Jauziy dll (lihat

Daf’ussyubhat Attasybiih oleh Imam Ibn Jauziy).

Maka jelaslah bahwa akal tak akan mampu memecahkan rahasia keberadaan Allah

swt, sebagaimana firman Nya : ”Maha Suci Tuhan Mu Tuhan Yang Maha Memiliki

Kemegahan dari apa apa yang mereka sifatkan, maka salam sejahtera lah bagi para

Rasul, dan segala puji atas tuhan sekalian alam” . (QS Asshaffat 180-182).

Walillahittaufiq

TABARRUK

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 25

TABARRUK – Mengambil Keberkahan Dari

Bekas atau Tubuh Shalihin

Banyak orang yang keliru memahami makna hakikat tabarruk dengan Nabi Muhammad

saw, peninggalan-peninggalannya saw, dan para pewarisnya yakni para ulama, para

kyai dan para wali dan shalihin. Karena hakekat yang belum mereka pahami, mereka

berani menilai kafir (sesat) atau musyrik terhadap mereka yang bertabarruk pada Nabi

saw atau ulama.

Mengenai azimat (Ruqyyat) dengan huruf arab merupakan hal yang diperbolehkan,

selama itu tidak menduakan Allah swt. Sebagaimana dijelaskan bahwa azimat dengan

tulisan ayat atau doa disebutkan pada kitab Faidhulqadir Juz 3 hal 192, dan Tafsir

Imam Qurtubi Juz 10 hal.316/317, dan masih banyak lagi penjelasan para Muhadditsin

mengenai diperbolehkannya hal tersebut, karena itu semata mata adalah bertabarruk

(mengambil berkah) dari ayat ayat Alqur’an.

Mengenai benda-benda keramat, maka ini perlu penjelasan yang sejelas jelasnya,

bahwa benda benda keramat itu tak bisa membawa manfaat atau mudharrat, namun

mungkin saja digunakan Tabarrukan (mengambil berkah) dari pemiliknya dahulu,

misalnya ia seorang yang shalih, maka sebagaimana diriwayatkan :

_ Para sahabat seakan akan hampir saling berkelahi saat berdesakan berebutan air

bekas wudhunya Rasulullah saw (Shahih Bukhari Hadits no. 186),

_ Allah swt menjelaskan bahwa ketika Ya’qub as dalam keadaan buta, lalu

dilemparkanlah ke wajahnya pakaian Yusuf as, maka iapun melihat, sebagaimana

Allah menceritakannya dalam firman Nya SWT :

“(Berkata Yusuf as pada kakak kakaknya) PERGILAH KALIAN DENGAN BAJUKU

INI, LALU LEMPARKAN KEWAJAH AYAHKU, MAKA IA AKAN SEMBUH DARI

BUTANYA” (QS Yusuf 93), dan pula ayat : “MAKA KETIKA DATANG PADANYA

KABAR GEMBIRA ITU, DAN DILEMPARKAN PADA WAJAHNYA (pakaian Yusuf

as) MAKA IA (Ya’qub as) SEMBUH DARI KEBUTAANNYA” (QS Yusuf 96).

Ini merupakan dalil Alqur’an, bahwa benda/pakaian orang orang shalih dapat

menjadi perantara kesembuhan dengan izin Allah tentunya, kita bertanya mengapa

Allah sebutkan ayat sedemikian jelasnya?, apa perlunya menyebutkan sorban yusuf

dengan ucapannya : “PERGILAH KALIAN DENGAN BAJUKU INI, LALU

LEMPARKAN KEWAJAH AYAHKU, MAKA IA AKAN SEMBUH DARI BUTANYA” .

Untuk apa disebutkan masalah baju yang dilemparkan kewajah ayahnya?, agar kita

memahami bahwa Allah SWT memuliakan benda benda yang pernah bersentuhan

dengan tubuh hamba hamba Nya yang shalih. kita akan lihat dalil dalil lainnya.

_ Setelah Rasul saw wafat maka Asma binti Abubakar shiddiq ra menjadikan baju

beliau saw sebagai pengobatan, bila ada yang sakit maka ia mencelupkan baju

TABARRUK

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 26

Rasul saw itu di air lalu air itu diminumkan pada yang sakit (shahih Muslim hadits

no.2069).

_ Rasul saw sendiri menjadikan air liur orang mukmin sebagai berkah untuk

pengobatan, sebagaimana sabda beliau : “Dengan Nama Allah atas tanah bumi

kami, demi air liur sebagian dari kami, sembuhlah yang sakit pada kami, dengan

izin tuhan kami” (shahih Bukhari hadits no.5413), ucapan beliau saw : “demi air liur

sebagian dari kami” menunjukkan bahwa air liur orang mukmin dapat

menyembuhkan penyakit, dengan izin Allah swt tentunya, sebagaimana dokter pun

dapat menyembuhkan, namun dengan izin Allah pula tentunya, hadits ini

menjelaskan bahwa rasul saw bertabarruk dengan air liur mukminin bahkan tanah

bumi, menunjukkan bahwa pada hakikatnya seluruh ala mini membawa keberkahan

dari Allah swt.

_ Seorang sahabat meminta Rasul saw shalat dirumahnya agar kemudian ia akan

menjadikan bekas tempat shalat beliau saw itu mushollah dirumahnya, maka Rasul

saw datang kerumah orang itu dan bertanya : “dimana tempat yang kau inginkan

aku shalat?”. Demikian para sahabat bertabarruk dengan bekas tempat shalatnya

Rasul saw hingga dijadikan musholla (Shahih Bukhari hadits no.1130)

_ Nabi Musa as ketika akan wafat ia meminta didekatkan ke wilayah suci di palestina,

menunjukkan bahwa Musa as ingin dimakamkan dengan mengambil berkah pada

tempat suci (shahih Bukhari hadits no.1274).

_ Allah memuji Nabi saw dan Umar bin Khattab ra yang menjadikan Maqam Ibrahim

as (bukan makamnya, tetapi tempat ibrahim as berdiri dan berdoa di depan ka’bah

yang dinamakan Maqam Ibrahim as) sebagai tempat shalat (musholla),

sebagaimana firman Nya : “Dan jadikanlah tempat berdoanya Ibrahim sebagai

tempat shalat” (QS Al Imran 97), maka jelaslah bahwa Allah swt memuliakan

tempat hamba hamba Nya berdoa, bahkan Rasul saw pun bertabarruk dengan

tempat berdoanya Ibrahim as, dan Allah memuji perbuatan itu.

_ Diriwayatkan ketika Rasul saw barusaja mendapat hadiah selendang pakaian

bagus dari seorang wanita tua, lalu datang pula orang lain yang segera memintanya

selagi pakaian itu dipakai oleh Rasul saw, maka riuhlah para sahabat lainnya

menegur si peminta, maka sahabat itu berkata : “aku memintanya karena

mengharapkan keberkahannya ketika dipakai oleh Nabi saw dan kuinginkan untuk

kafanku nanti” (Shahih Bukhari hadits no.5689), demikian cintanya para sahabat

pada Nabinya saw, sampai kain kafanpun mereka ingin yang bekas sentuhan tubuh

Nabi Muhammad saw.

_ Sayyidina Umar bin Khattab ra ketika ia telah dihadapan sakratulmaut, Yaitu

sebuah serangan pedang yang merobek perutnya dengan luka yang sangat lebar,

beliau tersungkur roboh dan mulai tersengal sengal beliau berkata kepada putranya

(Abdullah bin Umar ra), “Pergilah pada ummulmukminin, katakan padanya aku

berkirim salam hormat padanya, dan kalau diperbolehkan aku ingin dimakamkan

disebelah Makam Rasul saw dan Abubakar ra”, maka ketika Ummulmukminin telah

mengizinkannya maka berkatalah Umar ra : “Tidak ada yang lebih kupentingkan

TABARRUK

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 27

daripada mendapat tempat di pembaringan itu” (dimakamkan disamping makam

Rasul saw” (Shahih Bukhari hadits no.1328). Dihadapan Umar bin Khattab ra

Kuburan Nabi saw mempunyai arti yang sangat Agung, hingga kuburannya pun

ingin disebelah kuburan Nabi saw, bahkan ia berkata : “Tidak ada yang lebih

kupentingkan daripada mendapat tempat di pembaringan itu”

_ Demikian pula Abubakar shiddiq ra, yang saat Rasul saw wafat maka ia membuka

kain penutup wajah Nabi saw lalu memeluknya dengan derai tangis seraya

menciumi tubuh beliau saw dan berkata : “Demi ayahku, dan engkau dan ibuku

wahai Rasulullah.., Tiada akan Allah jadikan dua kematian atasmu, maka kematian

yang telah dituliskan Allah untukmu kini telah kau lewati”. (Shahih Bukhari hadits

no.1184, 4187).

_ Salim bin Abdullah ra melakukan shalat sunnah di pinggir sebuah jalan, maka

ketika ditanya ia berkata bahwa ayahku shalat sunnah ditempat ini, dan berkata

ayahku bahwa Rasulullah saw shalat di tempat ini, dan dikatakan bahwa Ibn Umar

ra pun melakukannya. (Shahih Bukhari hadits no.469). Demikianlah keadaan para

sahabat Rasul saw, bagi mereka tempat-tempat yang pernah disentuh oleh Tubuh

Muhammad saw tetap mulia walau telah diinjak ribuan kaki, mereka mencari

keberkahan dengan shalat pula ditempat itu, demikian pengagungan mereka

terhadap sang Nabi saw.

_ Dalam riwayat lainnnya dikatakan kepada Abu Muslim, wahai Abu Muslim, kulihat

engkau selalu memaksakan shalat ditempat itu?, maka Abu Muslim ra berkata :

Kulihat Rasul saw shalat ditempat ini” (Shahih Bukhari hadits no.480).

_ Sebagaimana riwayat Sa’ib ra, : “aku diajak oleh bibiku kepada Rasul saw, seraya

berkata : Wahai Rasulullah.., keponakanku sakit.., maka Rasul saw mengusap

kepalaku dan mendoakan keberkahan padaku, lalu beliau berwudhu, lalu aku

meminum air dari bekas wudhu beliau saw, lalu aku berdiri dibelakang beliau dan

kulihat Tanda Kenabian beliau saw” (Shahih Muslim hadits no.2345).

_ Riwayat lain ketika dikatakan pada Ubaidah ra bahwa kami memiliki rambut Rasul

saw, maka ia berkata: “Kalau aku memiliki sehelai rambut beliau saw, maka itu

lebih berharga bagiku dari dunia dan segala isinya” (Shahih Bukhari hadits no.168).

demikianlah mulianya sehelai rambut Nabi saw dimata sahabat, lebih agung dari

dunia dan segala isinya.

_ Diriwayatkan oleh Abi Jahiifah dari ayahnya, bahwa para sahabat berebutan air

bekas wudhu Rasul saw dan mengusap2kannya ke wajah dan kedua tangan

mereka, dan mereka yang tak mendapatkannya maka mereka mengusap dari

basahan tubuh sahabat lainnya yang sudah terkena bekas air wudhu Rasul saw

lalu mengusapkan ke wajah dan tangan mereka” (Shahih Bukhari hadits no.369,

demikian juga pada Shahih Bukhari hadits no.5521, dan pada Shahih Muslim hadits

no.503 dengan riwayat yang banyak).

_ Diriwayatkan ketika Anas bin malik ra dalam detik detik sakratulmaut ia yang

memang telah menyimpan sebuah botol berisi keringat Rasul saw dan beberapa

TABARRUK

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 28

helai rambut Rasul saw, maka ketika ia hampir wafat ia berwasiat agar botol itu

disertakan bersamanya dalam kafan dan hanut nya (shahih Bukhari hadits no.5925)

Tampaknya kalau mereka ini hidup di zaman sekarang, tentulah para sahabat ini

sudah dikatakan musyrik, tentu Abubakar sudah dikatakan musyrik karena menangisi

dan memeluk tubuh Rasul saw dan berbicara pada jenazah beliau saw

Tentunya umar bin khattab sudah dikatakan musyrik karena disakratulmaut bukan

ingat Allah malah ingat kuburan Nabi saw

Tentunya para sahabat sudah dikatakan musyrik dan halal darahnya, karena

mengkultuskan Nabi Muhammad saw dan menganggapnya tuhan sembahan hingga

berebutan air bekas wudhunya, mirip dengan kaum nasrani yang berebutan air pastor

Nah.. kita boleh menimbang diri kita, apakah kita sejalan dengan sahabat atau kita

sejalan dengan generasi sempalan.

Wahai saudaraku, jangan alergi dengan kalimat syirik, syirik itu adalah bagi orang yang

berkeyakinan ada Tuhan Lain selain Allah, atau ada yang lebih kuat dari Allah, atau

meyakini ada tuhan yang sama dengan Allah swt. Inilah makna syirik.

Sebagimana sabda Nabi saw : “Kebekahan adalah pada orang orang tua dan ulama

kalian” (Shahih Ibn Hibban hadits no.559)

Dikatakan oleh Al hafidh Al Imam Jalaluddin Abdurrahman Assuyuthiy menanggapi

hadits yang diriwayatkan dalam shahih muslim bahw Rasul saw membaca

mu’awwidzatain lalu meniupkannya ke kedua telapak tangannya, lalu

mengusapkannya ke sekujur tubuh yang dapat disentuhnya, hal itu adalah tabarruk

dengan nafas dan air liur yang telah dilewati bacaan Alqur’an, sebagaimana tulisan

dzikir dzikir yang ditulis dibejana (untuk obat). (Al Jami’usshaghiir Imam Assuyuthiy Juz

1 hal 84 hadits no.104)

Telah dibuktikan pula secara ilmiah oleh salah seorang Profesor Jepang, bahwa air itu

berubah wujud bentuknya dengan hanya diucapkan padanya kalimat kalimat tertentu,

bila ucapan itu berupa cinta, terimakasih dan ucapan ucapan indah lainnya maka air itu

berubah wujudnya menjadi semakin indah, bila diperdengarkan ucapan cacian dan

buruk maka air itu berubah menjadi buruk wujud bentuknya, dan bila dituliskan

padanya tulisan mulia dan indah seperti terimakasih, syair cinta dan tulisan indah

lainnya maka ia menjadi semakin indah wujudnya, bila dituliskan padanya ucapan caci

maki dan ucapan buruk lainnya maka ia berubah buruk wujudnya, kesimpulannya

bahwa air itu berubah dengan perubahan emosi orang yang didekatnya, apakah

berupa tulisan dan perkataan.

Keajaiban alamiah yang baru diketahui masa kini, sedangkan Rasul saw dan para

sahabat telah memahaminya, mereka bertabarruk dengan air yang menyentuh tubuh

Rasul saw, mereka bertabarruk dengan air doa yang didoakan oleh Rasul saw, maka

hanya mereka mereka kaum muslimin yang rendah pemahamannya dalam syariah

inilah yang masih terus menentangnya padahal telah dibuktikan secara dalil shahih dan

TABARRUK

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 29

pula pembuktian ilmiah, menunjukkan pemahaman mereka itulah yang jumud dan

terbelakang.

Walillahittaufiq

TAHLILAN

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 30

TAHLILAN

Pada hakikatnya majelis tahlil atau tahlilan adalah hanya nama atau sebutan untuk

sebuah acara di dalam berdzikir dan berdoa atau bermunajat bersama. Yaitu

berkumpulnya sejumlah orang untuk berdoa atau bermunajat kepada Allah SWT

dengan cara membaca kalimat-kalimat thayyibah seperti tahmid, takbir, tahlil, tasbih,

Asma’ul husna, shalawat dan lain-lain.

Maka sangat jelas bahwa majelis tahlil sama dengan majelis dzikir, hanya istilah atau

namanya saja yang berbeda namun hakikatnya sama. (Tahlil artinya adalah lafadh Laa

ilaaha illallah) Lalu bagaimana hukumnya mengadakan acara tahlilan atau dzikir dan

berdoa bersama yang berkaitan dengan acara kematian untuk mendoakan dan

memberikan hadiah pahala kepada orang yang telah meninggal dunia ? Dan apakah

hal itu bermanfaat atau tersampaikan bagi si mayyit ?

Menghadiahkan Fatihah, atau Yaasiin, atau dzikir, Tahlil, atau shadaqah, atau Qadha

puasanya dan lain lain, itu semua sampai kepada Mayyit, dengan Nash yang Jelas

dalam Shahih Muslim hadits no.1149, bahwa “seorang wanita bersedekah untuk

Ibunya yang telah wafat dan diperbolehkan oleh Rasul saw”, dan adapula riwayat

Shahihain Bukhari dan Muslim bahwa “seorang sahabat menghajikan untuk Ibunya

yang telah wafat”, dan Rasulullah SAW pun menghadiahkan Sembelihan Beliau SAW

saat Idul Adha untuk dirinya dan untuk ummatnya, “Wahai Allah terimalah sembelihan

ini dari Muhammad dan keluarga Muhammad dan dari Ummat Muhammad” (Shahih

Muslim hadits no.1967).

Dan hal ini (pengiriman amal untuk mayyit itu sampai kepada mayyit) merupakan

Jumhur (kesepakatan) Ulama seluruh madzhab dan tak ada yang memungkirinya

apalagi mengharamkannya, dan perselisihan pendapat hanya terdapat pada madzhab

Imam Syafi’i, bila si pembaca tak mengucapkan lafadz : “Kuhadiahkan”, atau wahai

Allah kuhadiahkan sedekah ini, atau dzikir ini, atau ayat ini..”, bila hal ini tidak

disebutkan maka sebagian Ulama Syafi’iy mengatakan pahalanya tak sampai.

Jadi tak satupun ulama ikhtilaf dalam sampai atau tidaknya pengiriman amal untuk

mayiit, tapi berikhtilaf adalah pada Lafadznya. Demikian pula Ibn Taimiyyah yang

menyebutkan 21 hujjah (dua puluh satu dalil) tentang Intifa’ min ‘amalilghair (mendapat

manfaat dari amal selainnya). Mengenai ayat : “DAN TIADALAH BAGI SESEORANG

KECUALI APA YG DIPERBUATNYA, maka Ibn Abbas ra menyatakan bahwa ayat ini

telah mansukh dengan ayat “DAN ORANG ORANG YG BERIMAN YG DIIKUTI

KETURUNAN MEREKA DENGAN KEIMANAN”,

Mengenai hadits yang mengatakan bahwa bila wafat keturunan adam, maka

terputuslah amalnya terkecuali 3 (tiga), shadaqah Jariyah, Ilmu yang bermanfaat, dan

anaknya yang berdoa untuknya, maka orang orang lain yang mengirim amal, dzikir dll

TAHLILAN

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 31

untuknya ini jelas jelas bukanlah amal perbuatan si mayyit, karena Rasulullah SAW

menjelaskan terputusnya amal si mayyit, bukan amal orang lain yang dihadiahkan

untuk si mayyit, dan juga sebagai hujjah bahwa Allah memerintahkan di dalam Al

Qur’an untuk mendoakan orang yang telah wafat : “WAHAI TUHAN KAMI AMPUNILAH

DOSA-DOSA KAMI DAN BAGI SAUDARA-SAUDARA KAMI YG MENDAHULUI KAMI

DALAM KEIMANAN”, (QS Al Hasyr-10).

Mengenai rangkuman tahlilan itu, tak satupun Ulama dan Imam Imam yang

memungkirinya, siapa pula yang memungkiri muslimin berkumpul dan berdzikir?,

hanya syaitan yang tak suka dengan dzikir.

Didalam acara Tahlil itu terdapat ucapan Laa ilaah illallah, tasbih, shalawat, ayat

qur’an, dirangkai sedemikian rupa dalam satu paket dengan tujuan agar semua orang

awam bisa mengikutinya dengan mudah, ini sama saja dengan merangkum Al Qur’an

dalam disket atau CD, lalu ditambah pula bila ingin ayat Fulani, silahkan Klik awal ayat,

bila anda ingin ayat azab, klik a, ayat rahmat klik b, maka ini semua dibuat buat untuk

mempermudah muslimin terutama yang awam. Atau dikumpulkannya hadits Bukhari,

Muslim, dan Kutubussittah, Alqur’an dengan Tafsir Baghawi, Jalalain dan Ilmu

Musthalah, Nahwu dll, dalam sebuah CD atau disket, atau sekumpulan kitab, bila

mereka melarangnya maka mana dalilnya ?,

Munculkan satu dalil yang mengharamkan acara Tahlil?, (acara berkumpulnya

muslimin untuk mendoakan yang wafat) tidak di Al Qur’an, tidak pula di Hadits, tidak

pula di Qaul Sahabat, tidak pula di kalam Imamulmadzahib, hanya mereka saja yang

mengada ada dari kesempitan pemahamannya.

Mengenai 3 hari, 7 hari, 40 hari, 100 hari, 1000 hari, atau bahkan tiap hari, tak ada dalil

yang melarangnya, itu adalah Bid’ah hasanah yang sudah diperbolehkan oleh

Rasulullah saw, justru kita perlu bertanya, ajaran muslimkah mereka yang melarang

orang mengucapkan Laa ilaaha illallah?, siapa yang alergi dengan suara Laa ilaaha

illallah kalau bukan syaitan dan pengikutnya ?, siapa yang membatasi orang

mengucapkan Laa ilaaha illallah?, muslimkah?, semoga Allah memberi hidayah pada

muslimin, tak ada larangan untuk menyebut Laa ilaaha illallah, tak pula ada larangan

untuk melarang yang berdzikir pada hari ke 40, hari ke 100 atau kapanpun, pelarangan

atas hal ini adalah kemungkaran yang nyata.

Bila hal ini dikatakan merupakan adat orang hindu, maka bagaimana dengan

computer, handphone, mikrofon, dan lainnya yang merupakan adat orang kafir, bahkan

mimbar yang ada di masjid masjid pun adalah adat istiadat gereja, namun selama hal

itu bermanfaat dan tak melanggar syariah maka boleh boleh saja mengikutinya,

sebagaimana Rasul saw meniru adat yahudi yang berpuasa pada hari 10 muharram,

bahwa Rasul saw menemukan orang yahudi puasa dihari 10 muharram karena mereka

tasyakkur atas selamatnya Musa as, dan Rasul saw bersabda : Kami lebih berhak dari

kalian atas Musa as, lalu beliau saw memerintahkan muslimin agar berpuasa pula” (HR

Shahih Bukhari hadits no.3726, 3727).

Sebagaimana pula diriwayatkan bahwa Imam Masjid Quba di zaman Nabi saw, selalu

membaca surat Al Ikhlas pada setiap kali membaca fatihah, maka setelah fatihah maka

TAHLILAN

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 32

ia membaca AL Ikhlas, lalu surat lainnya, dan ia tak mau meninggalkan surat al ikhlas

setiap rakaatnya, ia jadikan Al Ikhlas sama dengan Fatihah hingga selalu

berdampingan disetiap rakaat, maka orang mengadukannya pada Rasul saw, dan ia

ditanya oleh Rasul saw : Mengapa kau melakukan hal itu?, maka ia menjawab : Aku

mencintai surat Al Ikhlas. Maka Rasul saw bersabda : Cintamu pada surat Al ikhlas

akan membuatmu masuk sorga” (Shahih Bukhari).

Maka tentunya orang itu tak melakukan hal tsb dari ajaran Rasul saw, ia membuat

buatnya sendiri karena cintanya pada surat Al Ikhlas, maka Rasul saw tak

melarangnya bahkan memujinya.

Kita bisa melihat bagaimana para Huffadh (Huffadh adalah Jamak dari Al hafidh, yaitu

ahli hadits yang telah hafal 100.000 hadits (seratus ribu) hadits berikut sanad dan

hukum matannya) dan para Imam imam mengirim hadiah pada Rasul saw :

_ Berkata Imam Alhafidh Al Muhaddits Ali bin Almuwaffiq rahimahullah : “aku 60 kali

melaksanakan haji dengan berjalan kaki, dan kuhadiahkan pahala dari itu 30 haji

untuk Rasulullah saw”.

_ Berkata Al Imam Alhafidh Al Muhaddits Abul Abbas Muhammad bin Ishaq

Atssaqafiy Assiraaj : “aku mengikuti Ali bin Almuwaffiq, aku lakukan 7X haji yang

pahalanya untuk Rasulullah saw dan aku menyembelih Qurban 12.000 ekor untuk

Rasulullah saw, dan aku khatamkan 12.000 kali khatam Alqur’an untuk Rasulullah

saw, dan kujadikan seluruh amalku untuk Rasulullah saw”.

_ Ia adalah murid dari Imam Bukhari rahimahullah, dan ia menyimpan 70 ribu

masalah yang dijawab oleh Imam Malik, beliau lahir pada 218 H dan wafat pada

313H

_ Berkata Al Imam Al Hafidh Abu Ishaq Almuzakkiy, aku mengikuti Abul Abbas dan

aku haji pula 7X untuk rasulullah saw, dan aku mengkhatamkan Alqur’an 700 kali

khatam untuk Rasulullah saw. (Tarikh Baghdad Juz 12 hal 111).

Walillahittaufiq

TAWASSUL

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 33

TAWASSUL

Saudara saudaraku masih banyak yang memohon penjelasan mengenai tawassul,

waha saudaraku, Allah swt sudah memerintah kita melakukan tawassul, tawassul

adalah mengambil perantara makhluk untuk doa kita pada Allah swt, Allah swt

mengenalkan kita pada Iman dan Islam dengan perantara makhluk Nya, yaitu Nabi

Muhammad saw sebagai perantara pertama kita kepada Allah swt, lalu perantara

kedua adalah para sahabat, lalu perantara ketiga adalah para tabi’in, demikian

berpuluh puluh perantara sampai pada guru kita, yang mengajarkan kita islam, shalat,

puasa, zakat dll, barangkali perantara kita adalah ayah ibu kita, namun diatas mereka

ada perantara, demikian bersambung hingga Nabi saw, sampailah kepada Allah swt.

Allah swt berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah/patuhlah kepada

Allah swt dan carilah perantara yang dapat mendekatkan kepada Allah SWT dan

berjuanglah di jalan Allah swt, agar kamu mendapatkan keberuntungan” (QS.Al-

Maidah-35).

Ayat ini jelas menganjurkan kita untuk mengambil perantara antara kita dengan Allah,

dan Rasul saw adalah sebaik baik perantara, dan beliau saw sendiri bersabda :

“Barangsiapa yang mendengar adzan lalu menjawab dengan doa : “Wahai Allah Tuhan

Pemilik Dakwah yang sempurna ini, dan shalat yang dijalankan ini, berilah Muhammad

(saw) hak menjadi perantara dan limpahkan anugerah, dan bangkitkan untuknya

Kedudukan yang terpuji sebagaimana yang telah kau janjikan padanya”. Maka halal

baginya syafaatku” (Shahih Bukhari hadits no.589 dan hadits no.4442)

Hadits ini jelas bahwa Rasul saw menunjukkan bahwa beliau saw tak melarang

tawassul pada beliau saw, bahkan orang yang mendoakan hak tawassul untuk beliau

saw sudah dijanjikan syafaat beliau saw.

Tawassul ini boleh kepada amal shalih, misalnya doa : “Wahai Allah, demi amal

perbuatanku yang saat itu kabulkanlah doaku”, sebagaimana telah teriwayatkan dalam

Shahih Bukhari dalam hadits yang panjang menceritakan tiga orang yang terperangkap

di goad an masing masing bertawassul pada amal shalihnya.

Dan boleh juga tawassul pada Nabi saw atau orang lainnya, sebagaimana yang

diperbuat oleh Umar bin Khattab ra, bahwa Umar bin Khattab ra shalat istisqa lalu

berdoa kepada Allah dengan doa : “wahai Allah.., sungguh kami telah mengambil

perantara (bertawassul) pada Mu dengan Nabi kami Muhammad saw agar kau

turunkan hujan lalu kau turunkan hujan, maka kini kami mengambil perantara

(bertawassul) pada Mu Dengan Paman Nabi Mu (Abbas bin Abdulmuttalib ra) yang

melihat beliau sang Nabi saw maka turunkanlah hujan” maka hujanpun turun dengan

derasnya. (Shahih Bukhari hadits no.964 dan hadits no.3507).

Riwayat diatas menunjukkan bahwa :

_ Para sahabat besar bertawassul pada Nabi saw dan dikabulkan Allah swt.

TAWASSUL

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 34

_ Para sahabat besar bertawassul satu sama lain antara mereka dan dikabulkan

Allah swt.

_ Para sahabat besar bertawassul pada keluarga Nabi saw (perhatikan ucapan Umar

ra : “Dengan Paman nabi” (saw). Kenapa beliau tak ucapkan namanya saja?,

misalnya Demi Abbas bin Abdulmuttalib ra, namun justru beliau tak mengucapkan

nama, tapi mengucapkan sebutan “Paman Nabi” dalam doanya kepada Allah, dan

Allah mengabulkan doanya, menunjukkan bahwa Tawassul pada keluarga Nabi

saw adalah perbuatan Sahabat besar, dan dikabulkan Allah.

_ Para sahabat besar bertawassul pada kemuliaan sahabatnya yang melihat Rasul

saw, perhatikan ucapan Umar bin Khattab ra : “dengan pamannya yang melihatnya”

(dengan paman nabi saw yang melihat Nabi saw) jelaslah bahwa melihat Rasul saw

mempunyai kemuliaan tersendiri disisi Umar bin Khattab ra hingga beliau

menyebutnya dalam doanya, maka melihat Rasul saw adalah kemuliaan yang

ditawassuli Umar ra dan dikabulkan Allah.

Dan boleh tawassul pada benda, sebagaimana Rasulullah saw bertawassul pada

tanah dan air liur sebagian muslimin untuk kesembuhan, sebagaimana doa beliau saw

ketika ada yang sakit : “Dengan Nama Allah atas tanah bumi kami, demi air liur

sebagian dari kami, sembuhlah yang sakit pada kami, dengan izin tuhan kami” (shahih

Bukhari hadits no.5413, dan Shahih Muslim hadits no.2194), ucapan beliau saw : “demi

air liur sebagian dari kami” menunjukkan bahwa beliau saw bertawassul dengan air liur

mukminin yang dengan itu dapat menyembuhkan penyakit, dengan izin Allah swt

tentunya, sebagaimana dokter pun dapat menyembuhkan, namun dengan izin Allah

pula tentunya, juga beliau bertawassul pada tanah, menunjukkan diperbolehkannya

bertawassul pada benda mati atau apa saja karena semuanya mengandung kemuliaan

Allah swt, seluruh alam ini menyimpan kekuatan Allah dan seluruh alam ini berasal dari

cahaya Allah swt.

Riwayat lain ketika datangnya seorang buta pada Rasul saw, seraya mengadukan

kebutaannya dan minta didoakan agar sembuh, maka Rasul saw menyarankannya

agar bersabar, namun orang ini tetap meminta agar Rasul saw berdoa untuk

kesembuhannya, maka Rasul saw memerintahkannya untuk berwudhu, lalu shalat dua

rakaat, lalu Rasul saw mengajarkan doa ini padanya, ucapkanlah : “Wahai Allah, Aku

meminta kepada Mu, dan Menghadap kepada Mu, Demi Nabi Mu Nabi Muhammad,

Nabi Pembawa Kasih Sayang, Wahai Muhammad, Sungguh aku menghadap demi

dirimu (Muhammad saw), kepada Tuhanku dalam hajatku ini, maka kau kabulkan

hajatku, wahai Allah jadikanlah ia memberi syafaat hajatku untukku” (Shahih Ibn

Khuzaimah hadits no.1219, Mustadrak ala shahihain hadits no.1180 dan ia berkata

hadits ini shahih dengan syarat shahihain Imam Bukhari dan Muslim).

Hadits diatas ini jelas jelas Rasul saw mengajarkan orang buta ini agar berdoa dengan

doa tersebut, Rasul saw yang mengajarkan padanya, bukan orang buta itu yang

membuat buat doa ini, tapi Rasul saw yang mengajarkannya agar berdoa dengan doa

itu, sebagaimana juga Rasul saw mengajarkan ummatnya bershalawat padanya,

bersalam padanya.

Lalu muncullah pendapat saudara saudara kita, bahwa tawassul hanya boleh pada

Nabi saw, pendapat ini tentunya keliru, karena Umar bin Khattab ra bertawassul pada

TAWASSUL

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 35

Abbas bin Abdulmuttalib ra. Sebagaimana riwayat Shahih Bukhari diatas, bahkan

Rasul saw bertawassul pada tanah dan air liur.

Adapula pendapat mengatakan tawassul hanya boleh pada yang hidup, pendapat ini

ditentang dengan riwayat shahih berikut : “telah datang kepada utsman bin hanif ra

seorang yang mengadukan bahwa Utsman bin Affan ra tak memperhatikan

kebutuhannya, maka berkatalah Utsman bin Hanif ra : “berwudulah, lalu shalat lah dua

rakaat di masjid, lalu berdoalah dengan doa : “: “Wahai Allah, Aku meminta kepada Mu,

dan Menghadap kepada Mu, Demi Nabi Mu Nabi Muhammad, Nabi Pembawa Kasih

Sayang, Wahai Muhammad, Sungguh aku menghadap demi dirimu (Muhammad saw),

kepada Tuhanku dalam hajatku ini, maka kau kabulkan hajatku, wahai Allah jadikanlah

ia memberi syafaat hajatku untukku” (doa yang sama dengan riwayat diatas)”, nanti

selepas kau lakukan itu maka ikutlah dengan ku kesuatu tempat.

Maka orang itupun melakukannya lalu utsman bin hanif ra mengajaknya keluar masjid

dan menuju rumah Utsman bin Affan ra, lalu orang itu masuk dan sebelum ia berkata

apa apa Utsman bin Affan lebih dulu bertanya padanya : “apa hajatmu?”, orang itu

menyebutkan hajatnya maka Utsman bin Affan ra memberinya. Dan orang itu keluar

menemui Ustman bin Hanif ra dan berkata : “kau bicara apa pada utsman bin affan

sampai ia segera mengabulkan hajatku ya..?”, maka berkata Utsman bin hanif ra : “aku

tak bicara apa2 pada Utsman bin Affan ra tentangmu, Cuma aku menyaksikan Rasul

saw mengajarkan doa itu pada orang buta dan sembuh”. (Majmu’ zawaid Juz 2 hal

279).

Tentunya doa ini dibaca setela wafatnya Rasul saw, dan itu diajarkan oleh Utsman bin

hanif dan dikabulkan Allah. Ucapan : Wahai Muhammad.. dalam doa tawassul itu

banyak dipungkiri oleh sebagian saudara saudara kita, mereka berkata kenapa

memanggil orang yang sudah mati?, kita menjawabnya : sungguh kita setiap shalat

mengucapkan salam pada Nabi saw yang telah wafat : Assalamu alaika

ayyuhannabiyyu… (Salam sejahtera atasmu wahai nabi……), dan nabi saw

menjawabnya, sebagaimana sabda beliau saw : “tiadalah seseorang bersalam

kepadaku, kecuali Allah mengembalikan ruh ku hingga aku menjawab salamnya” (HR

Sunan Imam Baihaqiy Alkubra hadits no.10.050)

Tawassul merupakan salah satu amalan yang sunnah dan tidak pernah diharamkan

oleh Rasulullah saw, tak pula oleh ijma para Sahabat Radhiyallahu’anhum, tak pula

oleh para tabi’in dan bahkan oleh para ulama serta imam-imam besar Muhadditsin,

bahkan Allah memerintahkannya, Rasul saw mengajarkannya, sahabat

radhiyallahu’anhum mengamalkannya.

Mereka berdoa dengan perantara atau tanpa perantara, tak ada yang

mempermasalahkannya apalagi menentangnya bahkan mengharamkannya atau

bahkan memusyrikan orang yang mengamalkannya.

Tak ada pula yang membedakan antara tawassul pada yang hidup dan mati, karena

tawassul adalah berperantara pada kemuliaan seseorang, atau benda (seperti air liur

yang tergolong benda) dihadapan Allah, bukanlah kemuliaan orang atau benda itu

sendiri, dan tentunya kemuliaan orang dihadapan Allah tidak sirna dengan kematian,

TAWASSUL

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 36

justru mereka yang membedakan bolehnya tawassul pada yang hidup saja dan

mengharamkan pada yang mati, maka mereka itu malah dirisaukan akan terjerumus

pada kemusyrikan karena menganggap makhluk hidup bisa memberi manfaat,

sedangkan akidah kita adalah semua yang hidup dan yang mati tak bisa memberi

manfaat apa apa kecuali karena Allah memuliakannya, bukan karena ia hidup lalu ia

bisa memberi manfaat dihadapan Allah, berarti si hidup itu sebanding dengan Allah?, si

hidup bisa berbuat sesuatu pada keputusan Allah?,

Tidak saudaraku.. Demi Allah bukan demikian, Tak ada perbedaan dari yang hidup dan

dari yang mati dalam memberi manfaat kecuali dengan izin Allah swt. Yang hidup tak

akan mampu berbuat terkecuali dengan izin Allah swt dan yang mati pun bukan

mustahil memberi manfaat bila memang di kehendaki oleh Allah swt.

Ketahuilah bahwa pengingkaran akan kekuasaan Allah swt atas orang yang mati

adalah kekufuran yang jelas, karena hidup ataupun mati tidak membedakan kodrat

Ilahi dan tidak bisa membatasi kemampuan Allah SWT. Ketakwaan mereka dan

kedekatan mereka kepada Allah SWT tetap abadi walau mereka telah wafat.

Sebagai contoh dari bertawassul, seorang pengemis datang pada seorang saudagar

kaya dan dermawan, kebetulan almarhumah istri saudagar itu adalah tetangganya, lalu

saat ia mengemis pada saudagar itu ia berkata “Berilah hajat saya tuan …saya adalah

tetangga dekat amarhumah istri tuan…” maka tentunya si saudagar akan memberi

lebih pada si pengemis karena ia tetangga mendiang istrinya, Nah… bukankah hal ini

mengambil manfaat dari orang yang telah mati? Bagaimana dengan pandangan yang

mengatakan orang mati tak bisa memberi manfaat?, Jelas-jelas saudagar itu akan

sangat menghormati atau mengabulkan hajat si pengemis, atau memberinya uang

lebih, karena ia menyebut nama orang yang ia cintai walau sudah wafat.

Walaupun seandainya ia tak memberi, namun harapan untuk dikabulkan akan lebih

besar, lalu bagaimana dengan Arrahman Arrahiim, yang maha pemurah dan maha

penyantun?, istri saudagar yang telah wafat itu tak bangkit dari kubur dan tak tahu

menahu tentang urusan hajat sipengemis pada si saudagar, NAMUN TENTUNYA SI

PENGEMIS MENDAPAT MANFAAT BESAR DARI ORANG YANG TELAH WAFAT,

entah apa yang membuat pemikiran saudara saudara kita menyempit hingga tak

mampu mengambil permisalan mudah seperti ini.

Saudara saudaraku, boleh berdoa dengan tanpa perantara, boleh berdoa dengan

perantara, boleh berdoa dengan perantara orang shalih, boleh berdoa dengan

perantara amal kita yang shalih, boleh berdoa dengan perantara nabi saw, boleh pada

shalihin, boleh pada benda, misalnya “Wahai Allah Demi kemuliaan Ka’bah”, atau

“Wahai Allah Demi kemuliaan Arafat”, dlsb, tak ada larangan mengenai ini dari Allah,

tidak pula dari Rasul saw, tidak pula dari sahabat, tidak pula dari Tabi’in, tidak pula dari

Imam Imam dan muhadditsin, bahkan sebaliknya Allah menganjurkannya, Rasul saw

mengajarkannya, Sahabat mengamalkannya, demikian hingga kini.

Walillahittaufiq

ISTIGHATSAH

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 37

ISTIGHATSAH

Istighatsah adalah memanggil nama seseorang untuk meminta pertolongannya, untuk

sebagian kelompok muslimin hal ini langsung di vonis syirik, namun vonis mereka itu

hanyalah karena kedangkalan pemahamannya terhadap syariah islam, pada

hakekatnya memanggil nama seseorang untuk meminta pertolongannya adalah hal

yang diperbolehkan selama ia seorang Muslim, Mukmin, Shalih dan diyakini

mempunyai manzilah di sisi Allah swt, tak pula terikat ia masih hidup atau telah wafat,

karena bila seseorang mengatakan ada perbedaan dalam kehidupan dan kematian

atas manfaat dan mudharrat maka justru dirisaukan ia dalam kemusyrikan yang nyata,

karena seluruh manfaat dan mudharrat berasal dari Allah swt, maka kehidupan dan

kematian tak bisa membuat batas dari manfaat dan mudharrat kecuali dengan izin

Allah swt, ketika seseorang berkata bahwa orang mati tak bisa memberi manfaat, dan

orang hidup bisa memberi manfaat, maka ia dirisaukan telah jatuh dalam kekufuran

karena menganggap kehidupan adalah sumber manfaat dan kematian adalah

mustahilnya manfaat, padahal manfaat dan mudharrat itu dari Allah, dan kekuasaan

Allah tidak bisa dibatasi dengan kehidupan atau kematian.

Sama saja ketika seorang berkata bahwa hanya dokter lah yang bisa menyembuhkan

dan tak mungkin kesembuhan datang dari selain dokter, maka ia telah membatasi

Kodrat Allah swt untuk memberikan kesembuhan, yang bisa saja lewat dokter, namun

tak mustahil dari petani, atau bahkan sembuh dengan sendirinya.

Terkadang kita tak menyadari bahwa kita lebih banyak mengambil manfaat dalam

kehidupan ini dari mereka yang telah mati daripada yang masih hidup, sungguh

peradaban manusia, tuntunan ibadah, tuntunan kehidupan, modernisasi dlsb, kesemua

para pelopornya telah wafat, dan kita masih terus mengambil manfaat dari mereka,

muslim dan non muslim, seperti teori Einstein dan teori2 lainnya, kita masih mengambil

manfaat dari yang mati hingga kini, dari ilmu mereka, dari kekuatan mereka, dari

jabatan mereka, dari perjuangan mereka, Cuma bedanya kalau mereka ini kita ambil

manfaatnya berupa ilmunya, namun para shalihin, para wali dan muqarrabien kita

mengambil manfaat dari imannya dan amal shalihnya, dan ketaatannya kepada Allah.

Rasul saw memperbolehkan Istighatsah, sebagaimana hadits beliau saw : “Sungguh

matahari mendekat dihari kiamat hingga keringat sampai setengah telinga, dan

sementara mereka dalam keadaan itu mereka ber istighatsah (memanggil nama untuk

minta tolong) kepada Adam, lalu mereka beristighatsah kepada Musa, Isa, dan

kesemuanya tak mampu berbuat apa apa, lalu mereka beristighatsah kepada

Muhammad saw” (Shahih Bukhari hadits no.1405), juga banyak terdapat hadits serupa

pada Shahih Muslim hadits no.194, shahih Bukhari hadits no.3162, 3182, 4435, dan

banyak lagi hadist2 shahih yang rasul saw menunjukkan ummat manusia ber

istighatsah pada para nabi dan rasul, bahkan Riwayat shahih Bukhari dijelaskan bahwa

mereka berkata pada Adam, Wahai Adam, sungguh engkau adalah ayah dari semua

manusai.. dst.. dst…dan Adam as berkata : “Diriku..diriku.., pergilah pada selainku..,

hingga akhirnya mereka ber Istighatsah memanggil manggil Muhammad saw, dan Nabi

ISTIGHATSAH

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 38

saw sendiri yang menceritakan ini, dan menunjukkan beliau tak mengharamkan

Istighatsah.

Maka hadits ini jelas jelas merupakan rujukan bagi istighatsah, bahwa Rasul saw

menceritakan orang orang ber istighatsah kepada manusia, dan rasul saw tak

mengatakannya syirik, namun jelaslah Istighatsah di hari kiamat ternyata hanya untuk

Sayyidina Muhammad saw.

Demikian pula diriwayatkan bahwa dihadapan Ibn Abbas ra ada seorang yang keram

kakinya, lalu berkata Ibn Abbas ra : “Sebut nama orang yang paling kau cintai..!”, maka

berkata orang itu dengan suara keras.. : “Muhammad..!”, maka dalam sekejap

hilanglah sakit keramnya (diriwayatkan oleh Imam Hakim, Ibn Sunniy, dan diriwayatkan

oleh Imam Tabrani dengan sanad hasan) dan riwayat ini pun diriwayatkan oleh Imam

Nawawi pada Al Adzkar.

Jelaslah sudah bahwa riwayat ini justru bukan mengatakan musyrik pada orang yang

memanggil nama seseorang saat dalam keadaan tersulitkan, justru Ibn Abbas ra yang

mengajari hal ini.

Kita bisa melihat kejadian Tsunami di aceh beberapa tahun yang silam, bagaimana air

laut yang setinggi 30 meter dengan kecepatan 300km dan kekuatannya ratusan juta

ton, mereka tak menyentuh masjid tua dan makam makam shalihin, hingga mereka

yang lari ke makam shalihin selamat, inilah bukti bahwa Istighatsah dikehendaki oleh

Allah swt, karena kalau tidak lalu mengapa Allah jadikan di makam2 shalihin itu

terdapat benteng yang tak terlihat membentengi air bah itu, yang itu sebagai isyarat

ilahi bahwa demikianlah Allah memuliakan tubuh yang taat pada Nya swt, tubuh tubuh

tak bernyawa itu Allah jadikan benteng untuk mereka yang hidup.., tubuh yang tak

bernyawa itu Allah jadikan sumber Rahmat dan perlindungan Nya swt kepada mereka

mereka yang berlindung dan lari ke makam mereka.

Kesimpulannya : mereka yang lari berlindung pada hamba hamba Allah yang shalih

mereka selamat, mereka yang lari ke masjid masjid tua yang bekas tempat sujudnya

orang orang shalih maka mereka selamat, mereka yang lari dengan mobilnya tidak

selamat, mereka yang lari mencari tim SAR tidak selamat..

Pertanyaannya adalah : kenapa Allah jadikan makam sebagai perantara perlindungan

Nya swt?, kenapa bukan orang yang hidup?, kenapa bukan gunung?, kenapa bukan

perumahan?.

Jawabannya bahwa Allah mengajari penduduk bumi ini beristighatsah pada shalihin.

Walillahittaufiq

ZIARAH KUBUR

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 39

ZIARAH KUBUR

Ziarah kubur adalah mendatangi kuburan dengan tujuan untuk mendoakan ahli kubur

dan sebagai pelajaran (ibrah) bagi peziarah bahwa tidak lama lagi juga akan menyusul

menghuni kuburan sehingga dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah swt.

Ketahuilah berdoa di kuburan pun adalah sunnah Rasulullah saw, beliau saw bersalam

dan berdoa di Pekuburan Baqi’, dan berkali kali beliau saw melakukannya, demikian

diriwayatkan dalam shahihain Bukhari dan Muslim, dan beliau saw bersabda : “Dulu

aku pernah melarang kalian menziarahi kuburan, maka sekarang ziarahlah”. (Shahih

Muslim hadits no.977 dan 1977)

Dan Rasulullah saw memerintahkan kita untuk mengucapkan salam untuk ahli kubur

dengan ucapan “Assalaamu alaikum Ahladdiyaar minalmu’minin walmuslimin, wa

Innaa Insya Allah Lalaahiquun, As’alullah lana wa lakumul’aafiah..” (Salam sejahtera

atas kalian wahai penduduk penduduk dari Mukminin dan Muslimin, Semoga kasih

sayang Allah atas yang terdahulu dan yang akan datang, dan Sungguh Kami Insya

Allah akan menyusul kalian) (Shahih Muslim hadits no 974, 975, 976). Hadits ini

menjelaskan bahwa Rasulullah saw bersalam pada Ahli Kubur dan mengajak mereka

berbincang-bincang dengan ucapan “Sungguh Kami Insya Allah akan menyusul

kalian”.

Rasul saw berbicara kepada yang mati sebagaimana selepas perang Badr, Rasul saw

mengunjungi mayat mayat orang kafir, lalu Rasulullah saw berkata : “wahai Abu Jahal

bin Hisyam, wahai Umayyah bin Khalf, wahai ‘Utbah bin Rabi’, wahai syaibah bin

rabi’ah, bukankah kalian telah dapatkan apa yang dijanjikan Allah pada kalian…?!,

sungguh aku telah menemukan janji tuhanku benar..!”, maka berkatalah Umar bin

Khattab ra : “wahai rasulullah.., kau berbicara pada bangkai, dan bagaimana mereka

mendengar ucapanmu?”, Rasul saw menjawab : “Demi (Allah) Yang diriku dalam

genggamannya, engkau tak lebih mendengar dari mereka (engkau dan mereka sama

sama mendengarku), akan tetapi mereka tak mampu menjawab” (shahih Muslim hadits

no.6498).

Makna ayat : “Sungguh Engkau tak akan didengar oleh yang telah mati”.

Berkata Imam Qurtubi dalam tafsirnya makna ayat ini bahwa yang dimaksud orang

yang telah mati adalah orang kafir yang telah mati hatinya dengan kekufuran, dan

Imam Qurtubi menukil hadits riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim bahwa Rasul

saw berbicara dengan orang mati dari kafir Quraisy yang terbunuh di perang Badr.

(Tafsir Qurtubi Juz 13 hal 232).

Berkata Imam Attabari rahimahullah dalam tafsirnya bahwa makna ayat itu : bahwa

engkaua wahai Muhammad tak akan bisa memberikan kefahaman kepada orang yang

telah dikunci Allah untuk tak memahami (Tafsir Imam Attabari Juz 20 hal 12, Juz 21 hal

55, )

ZIARAH KUBUR

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 40

Berkata Imam Ibn katsir rahimahullah dalam tafsirnya : “walaupun ada perbedaan

pendapat tentang makna ucapan Rasul saw pada mayat mayat orang kafir pada

peristiwa Badr, namun yang paling shahih diantara pendapat para ulama adalah

riwayat Abdullah bin Umar ra dari riwayat riwayat shahih yang masyhur dengan

berbagai riwayat, diantaranya riwayat yang paling masyhur adalah riwayat Ibn

Abdilbarr yang menshahihkan riwayat ini dari Ibn Abbas ra dengan riwayat Marfu’

bahwa : “tiadalah seseorang berziarah ke makam saudara muslimnya didunia,

terkecuali Allah datangkan ruhnya hingga menjawab salamnya”, dan hal ini dikuatkan

dengan dalil shahih (riwayat shahihain) bahwa Rasul saw memerintahkan

mengucapkan salam pada ahlilkubur, dan salam hanyalah diucapkan pada yang hidup,

dan salam hanya diucapkan pada yang hidup dan berakal dan mendengar, maka kalau

bukan karena riwayat ini maka mereka (ahlil kubur) adalah sama dengan batu dan

benda mati lainnya. Dan para salaf bersatu dalam satu pendapat tanpa ikhtilaf akan hal

ini, dan telah muncul riwayat yang mutawatir (riwayat yang sangat banyak) dari

mereka, bahwa Mayyit bergembira dengan kedatangan orang yang hidup ke

kuburnya”. Selesai ucapan Imam Ibn Katsir (Tafsir Imam Ibn Katsir Juz 3 hal 439).

Rasul saw bertanya2 tentang seorang wanita yang biasa berkhidmat di masjid, berkata

para sahabat bahwa ia telah wafat, maka rasul saw bertanya : “mengapa kalian tak

mengabarkan padaku?, tunjukkan padaku kuburnya” seraya datang ke kuburnya dan

menyolatkannya, lalu beliau saw bersabda : “Pemakaman ini penuh dengan kegelapan

(siksaan), lalu Allah menerangi pekuburan ini dengan shalatku pada mereka” (shahih

Muslim hadits no.956)

Abdullah bin Umar ra bila datang dari perjalanan dan tiba di Madinah maka ia segera

masuk masjid dan mendatangi Kubur Nabi saw seraya berucap : Assalamualaika Yaa

Rasulallah, Assalamualaika Yaa Ababakar, Assalamualaika Ya Abataah (wahai

ayahku)”. (Sunan Imam Baihaqi Alkubra hadits no.10051)

Berkata Abdullah bin Dinar ra : Kulihat Abdullah bin Umar ra berdiri di kubur Nabi saw

dan bersalam pada Nabi saw lalu berdoa, lalu bersalam pada Abubakar dan Umar ra”

(Sunan Imam Baihaqiy ALkubra hadits no.10052). Sabda Rasulullah saw :

Barangsiapa yang pergi haji, lalu menziarahi kuburku setelah aku wafat, maka sama

saja dengan mengunjungiku saat aku hidup (Sunan Imam Baihaqiy Alkubra hadits

no.10054).

Dan masih banyak lagi kejelasan dan memang tak pernah ada yang mengingkari

ziarah kubur sejak Zaman Rasul saw hingga kini selama 14 abad (seribu empat ratus

tahun lebih semua muslimin berziarah kubur, berdoa, bertawassul, bersalam dll tanpa

ada yang mengharamkannya apalagi mengatakan musyrik kepada yang berziarah,

hanya kini saja muncul dari kejahilan dan kerendahan pemahaman atas syariah,

munculnya pengingkaran atas hal hal mulia ini yang hanya akan menipu orang awam,

karena hujjah hujjah mereka Batil dan lemah.

Dan mengenai berdoa dikuburan sungguh hal ini adalah perbuatan sahabat

radhiyallahu’anhu sebagaimana riwayat diatas bahwa Ibn Umar ra berdoa dimakam

Rasul saw, dan memang seluruh permukaan Bumi adalah milik Allah swt, boleh berdoa

kepada Allah dimanapun, bahkan di toilet sekalipun boleh berdoa, lalu dimanakah

ZIARAH KUBUR

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 41

dalilnya yang mengharamkan doa di kuburan?, sungguh yang mengharamkan doa

dikuburan adalah orang yang dangkal pemahamannya, karena doa boleh saja

diseluruh muka bumi ini tanpa kecuali.

Walillahittaufiq

RABANA DI MASJID

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 42

BERMAIN RABANA DI MASJID

Saudaraku yang kumuliakan, Didalam madzhab syafii bahwa Dufuf (rebana) hukumnya

Mubah secara Mutlak (Faidhulqadir juz 1 hal 11), diriwayatkan pula bahwa para wanita

memukul rebana menyambut Rasulullah saw disuatu acara pernikahan, dan Rasul saw

mendengarkan syair mereka dan pukulan rebana mereka, hingga mereka berkata :

bersama kami seorang nabi yang mengetahui apa yang akan terjadi”, maka Rasul saw

bersabda : “Tinggalkan kalimat itu, dan ucapkan apa apa yang sebelumnya telah kau

ucapkan”. (shahih Bukhari hadits no.4852), juga diriwayatkan bahwa rebana dimainkan

saat hari asyura di Madinah dimasa para sahabat radhiyallahu ‘anhum (sunan Ibn

Majah hadits no.1897)

Dijelaskan oleh Imam Ibn Hajar bahwa Duff (rebana) dan nyanyian pada pernikahan

diperbolehkan walaupun merupakan hal lahwun (melupakan dari Allah), namun dalam

pernikahan hal ini (walau lahwun) diperbolehkan (keringanan syariah karena

kegembiraan saat nikah), selama tak keluar dari batas batas mubah, demikian

sebagian pendapat ulama (Fathul Baari Almasyhur Juz 9 hal 203).

Menunjukkan bahwa yang dipermasalahkan mengenai pelarangan rebana adalah

karena hal yang Lahwun (melupakan dari Allah), namun bukan berarti semua rebana

haram karena Rasul saw memperbolehkannya, bahkan dijelaskan dengan Nash

Shahih dari Shahih Bukhari, namun ketika mulai makna syairnya menyimpang dan

melupakan dari Allah swt maka Rasul saw melarangnya,

Demikianlah maksud pelarangannya di masjid, karena rebana yang mengarah pada

musik lahwun, sebagian ulama membolehkannya di masjid hanya untuk nikah

walaupun Lahwun, namun sebagian lainnya mengatakan yang dimaksud adalah diluar

masjid, bukan didalam masjid,

Pembahasan ini semua adalah seputar hukum rebana untuk gembira atas akad

nikah dengan lagu yang melupakan dari Dzikrullah.

Berbeda dengan rebana dalam maulid, karena isi syairnya adalah shalawat, pujian

pada Allah dan Rasul Nya saw, maka hal ini tentunya tak ada khilaf padanya, karena

khilaf adalah pada lagu yang membawa lahwun.

Sebagaimana Rasul saw tak melarangnya, maka muslim mana pula yang berani

mengharamkannya, sebab pelarangan di masjid adalah membunyikan hal yang

membuat lupa dari Allah didalam masjid,

Sebagaimana juga syair yang jelas jelas dilarang oleh Rasul saw untuk dilantunkan di

masjid, karena membuat orang lupa dari Allah dan masjid adalah tempat dzikrullah,

namun justru syair pujian atas Rasul saw diperbolehkan oleh Rasul saw di masjid,

demikian dijelaskan dalam beberapa hadits shahih dalam shahih Bukhari, bahkan

Rasul saw menyukainya dan mendoakan Hassan bin Tsabit ray g melantunkan syair di

masjid, tentunya syair yang memuji Allah dan Rasul Nya.

RABANA DI MASJID

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 43

Saudaraku, rebana yang kita pakai di masjid itu bukan Lahwun dan membuat orang

lupa dari Allah, justru rebana rebana itu membawa muslimin untuk mau datang dan

tertarik hadir ke masjid, duduk berdzikir, melupakan lagu lagu kafirnya, meninggalkan

alat alat musik setannya, tenggelam dalam dzikrullah dan nama Allah swt, asyik

ma’syuk menikmati rebana yang pernah dipakai menyambut Rasulullah saw,

Mereka bertobat, mereka menangis, mereka asyik duduk di masjid, terpanggil ke

masjid, betah di masjid, perantaranya adalah rebana itu tadi dan syair syair Pujian

pada Allah dan Rasul Nya

Dan sebagaimana majelis kita telah dikunjungi banyak ulama, kita lihat bagaimana

Guru Mulia Al hafidh Al habib Umar bin hafidh, justru tersenyum gembira dengan

hadroh majelis kita, demikian pula AL Allamah Alhabib Zein bin Smeth Pimpinan

Ma’had Tahfidhul qur’an Madinah Almunawwarah, demikian pula Al Allamah Al Habib

Salim bin Abdullah Asyatiri yang Pimpinan Rubat Tarim juga menjadi Dosen di

Universitas AL Ahqaf Yaman, .demikian AL Allamah ALhabib Husein bin Muhamad

Alhaddar, Mufti wilayah Baidha, mereka hadir di majelis kita dan gembira, tentunya bila

hal ini mungkar niscaya mereka tak tinggal diam, bahkan mereka memuji majelis kita

sebagai majelis yang sangat memancarkan cahaya keteduhan melebih banyak majelis

majelis lainnya.

Mengenai pengingkaran yang muncul dari beberapa kyai kita adalah karena mereka

belum mencapai tahqiq dalam masalah ini, karena tahqiq dalam masalah ini adalah

tujuannya, sebab alatnya telah dimainkan dihadapan Rasulullah saw yang bila alat itu

merupakan hal yang haram mestilah Rasul saw telah mengharamkannya tanpa

membedakan ia membawa manfaat atau tidak, namun Rasul saw tak melarangnya,

dan larangan Rasul saw baru muncul pada saat syairnya mulai menyimpang, maka

jelaslah bahwa hakikat pelarangannya adalah pada tujuannya.

Demikian saudaraku yang kumuliakan,

Wallahu a’lam

WAJIBKAH BERMAHZAB

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 44

WAJIBKAH BERMADZHAB

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh, Limpahan kebahagiaan dan rahmat Nya

swt semoga selalu tercurah pada hari hari anda, saudaraku yang kumuliakan,

mengenai keberadaan negara kita di indonesia ini adalah bermadzhabkan syafii,

demikian guru guru kita dan guru guru mereka, sanad guru mereka jelas hingga Imam

syafii, dan sanad mereka muttashil hingga Imam Bukhari, bahkan hingga rasul saw,

bukan sebagaimana orang orang masa kini yang mengambil ilmu dari buku terjemahan

lalu berfatwa untuk memilih madzhab semaunya,

Anda benar, bahwa kita mesti menyesuaikan dengan keadaan, bila kita di makkah

misalnya, maka madzhab disana kebanyakan hanafi, dan di Madinah madzhab

kebanyakannya adalah Maliki, selayaknya kita mengikuti madzhab setempat, agar tak

menjadi fitnah dan dianggap lain sendiri, beda dengan sebagian muslimin masa kini

yang gemar mencari yang aneh dan beda, tak mau ikut jamaah dan cenderung

memisahkan diri agar dianggap lebih alim dari yang lain, hal ini adalah dari ketidak

fahaman melihat situasi suatu tempat dan kondisi masyarakat.

Memang tak ada perintah wajib bermadzhab secara shariih, namun bermadzhab wajib

hukumnya, karena kaidah syariah adalah Maa Yatimmul waajib illa bihi fahuwa wajib,

yaitu apa apa yang mesti ada sebagai perantara untuk mencapai hal yang wajib,

menjadi wajib hukumnya.

Misalnya kita membeli air, apa hukumnya?, tentunya mubah saja, namun bila kita akan

shalat fardhu tapi air tidak ada, dan yang ada hanyalah air yang harus beli, dan kita

punya uang, maka apa hukumnya membeli air?, dari mubah berubah menjadi wajib

tentunya. karena perlu untuk shalat yang wajib.

Demikian pula dalam syariah ini, tak wajib mengikuti madzhab, namun karena kita tak

mengetahui samudra syariah seluruh madzhab, dan kita hidup 14 abad setelah

wafatnya Rasul saw, maka kita tak mengenal hukum ibadah kecuali menelusuri fatwa

yang ada di imam imam muhaddits terdahulu, maka bermadzhab menjadi wajib,

Karena kita tak bisa beribadah hal hal yang fardhu / wajib kecuali dengan mengikuti

salah satu madzhab itu, maka bermadzhab menjadi wajib hukumnya.

Sebagaimana suatu contoh kejadian ketika zeyd dan amir sedang berwudhu, lalu

keduanya kepasar, dan masing masing membeli sesuatu di pasar seraya keduanya

menyentuh wanita, lalu keduanya akan shalat, maka zeyd berwudhu dan amir tak

berwudhu, ketika zeyd bertanya pada amir, mengapa kau tak berwudhu?, bukankah

kau bersentuhan dengan wanita?, maka amir berkata, aku bermadzhabkan maliki,

maka zeyd berkata, maka wudhu mu itu tak sah dalam madzhab malik dan tak sah

pula dalam madzhab syafii, karena madzhab maliki mengajarkun wudhu harus

menggosok anggota wudhu, tak cukup hanya mengusap, namun kau tadi berwudhu

dengan madzhab syafii dan lalu dalam masalah bersentuhan kau ingin mengambil

WAJIBKAH BERMAHZAB

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 45

madzhab maliki, maka bersuci mu kini tak sah secara maliki dan telah batal pula dalam

madzhab syafii.

Demikian contoh kecil dari kebodohan orang yang mengatakan bermadzhab tidak

wajib, lalu siapa yang akan bertanggung jawab atas wudhunya?, ia butuh sanad yang

ia pegang bahwa ia berpegangan pada sunnah nabi saw dalam wudhunya, sanadnya

berpadu pada Imam Syafii atau pada Imam Malik?, atau pada lainnya?, atau ia tak

berpegang pada salah satunya sebagaimana contoh diatas..

Dan berpindah pindah madzhab tentunya boleh boleh saja bila sesuai situasinya, ia

pindah ke wilayah malikiyyun maka tak sepantasnya ia berkeras kepala dengan

madzhab syafii nya,

Demikian pula bila ia berada di indonesia, wilayah madzhab syafi’iyyun, tak

sepantasnya ia berkeras kepala mencari madzhab lain. demikian saudaraku yang

kumuliakan.,

Wallahu a’lam

SURAT WAHABI

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 46

JAWABAN ATAS PERNYATAAN YANG

MENYUDUTKAN AHLUSSUNNAH

WALJAMAAH

Telah disampaikan kepada saya mengenai lembaran pernyataan yang menyudutkan

ahlussunnah waljamaah, pertama kali yang muncul dalam hati saya adalah :

1. Lembaran ini bermaksud memecah belah muslimin, membawa fitnah untuk

merisaukan masyarakat awam.

2. Saya tak percaya bahwa lembaran ini ditulis oleh para ulama, karena terlalu dangkal

sekali dan menunjukkan kebodohan dan awam terhadap ilmu syariah, barangkali

lembaran ini hanya ditulis oleh para pemuda yang iseng belaka, namun saya akan

coba jelaskan satu persatu Insya Allah.

DALAM HAL SHOLAT

1. Agar meninggalkan kebiasaan membaca Usholi dengan suara keras. Karena

niat itu pekerjaan hati, cukup dalam hati saja.

JAWAB

Hal ini merupakan ijtihad Imam Syafii Rahimahullah, barangkali anda belum mengenal

siapa imam syafii, Imam Syafii adalah Imam besar yang lahir pada th 150 H, beliau

adalah murid Al hafidh Al Muhaddits Imam Malik rahimahullah, beliau sudah hafidh

alqur’an sebelum usia baligh, dan ia sudah melewati derajat Al Hafidh dimasa

mudanya, yaitu telah hafal 100 ribu hadits dengan sanad dan matan, dan beliau telah

pula melewati derajat Alhujjah dimasa dewasanya, yaitu hafal 300 ribu hadits dengan

sanad dan matan,

Beliau kemudian terus memperdalam Syariah dan hadits hingga diakui oleh para

Muhadditsin sebagai Imam, dan salah satu murid beliau sendiri yaitu Imam Hanbali

(Ahmad bin Hanbal) hafal 1 Juta hadits dengan sanad dan matan, dan murid Imam

syafii banyak yang sudah menjadi Muhaddits dan Imam pula, ratusan para Muhaddits

dan Imam yang juga bermadzhabkan syafii jauh setelah beliau wafat, diantaranya

Alhafidh Al Muhaddits Imam Jalaluddin Abdurrahman Assuyuthi, Imam Al Hafidh AL

Muhaddits Syarafuddin Abu Zakariya Yahya bin Syaraf Annawawi, Al Hafidh Al Imam

Ibn Hajar Al Atsqalaniy dan imam imam lainnya,

Maka sangkalan anda batil karena anda hanya menyangkal tanpa ilmu, bukan seorang

mujtahid, apalagi Muhaddits, mengenai penggunaan lafadh itu sudah muncul dalam

kalangan Imam Madzhab, maka yang bermadzhabkan syafii boleh menggunakannya,

dan tak satupun dalil atau ucapan para Imam dan muhadditsin yang

mengharamkannya, lalu bagaimana anda mengharamkannya?

SURAT WAHABI

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 47

2. Ba’da shalat, imam tidak perlu baca wirid, dzikir dengan suara keras, cukup

dalam hati, dan imam ba’da shalat tidak perlu memimpin do’a bersama dengan

jama’ah. Imam dan jama’ah berdo’a sendiri- sendiri dalam hati.

JAWAB

Rasulullah saw bila selesai dari shalatnya berucap Astaghfirullah 3X lalu berdoa

Allahumma antassalam, wa minkassalaam….dst” (Shahih muslim hadits no.591,592)

Kudengar Rasulullah saw bila selesai shalat membaca : Laa ilaaha illallahu wahdahu

Laa syariikalah, lahulmulku wa lahulhamdu…dst dan membaca Allahumma Laa

Maani’a limaa a’thaiyt, wala mu’thiy…dst” (shahih Muslim hadits no.593)

Hadits semakna pada Shahih Bukhari hadits no.808, dan masih banyak puluhan hadits

shahih yang menjelaskan bahwa Rasul saw berdzikir selepas shalat dengan suara

keras, sahabat mendengarnya dan mengikutinya, hal ini sudah dijalankan oleh para

sahabat radhiyallahu ‘anhum, lalu tabi’in dan para Imam dan Muhadditsin tak ada yang

menentangnya.

Mengenai doa bersama sama Demi Allah tak ada yang mengharamkannya, tidak pada

Alqur’an, tidak pada hadits shahih, tidak Qaul sahabat, tidak pula pendapat Imam

Madzhab.

3. Jama’ah ba’da shalat, tidak perlu mencium tangan imam, cukup bersalaman

saja.

JAWAB

Kebiasaan mencium tangan merupakan kebiasaan baik sebagai tanda penghormatan,

hal ini telah dilakukan dan diajarkan oleh Rasulullah saw, sebagaimana diriwayatkan

bahwa Ibn Abbas ra setelah wafatnya Rasul saw beliau berguru pada Zeyd bin Tsabit

ra, maka Ibn Abbas ra disuatu hari menuntun tunggangan Zeyd bin tsabit ra, maka

berkata Zeyd ra : “jangan kau berbuat itu”, maka berkata Ibn Abbas ra : “beginilah kita

diperintah utk menghormati ulama ulama kita”, maka turunlah Zeyd bin tsabit ra dari

tunggangannya seraya mencium tangan Ibn Abbas ra dan berkata : “Beginilah kita

diperintah memuliakan keluarga Rasulullah saw”.

(Faidhul Qadir oleh Al hafidh Al Imam Abdurra’uf Almanaawiy Juz 2 hal 22), (Is’aful

Mubtha’ oleh Al Hafidh Al Muhaddits Imam Assuyuthi ).

Anda lihat kalimat : “beginilah kita diperintah..”, kiranya siapa yang memerintah

mereka?, siapa yang mengajari mereka?, mereka tak punya guru selain Muhammad

Rasulullah saw.

Riwayat lain adalah ketika Ka’b bin malik ra gembira karena taubatnya diterima Allah

swt, ia datang kepada Rasul saw dan mencium tangan dan juga kedua paha beliau

saw (Fathul Baari Al masyhur oleh Imam Al Hafidh Al Muhaddits Ibn Hajar Al

Atsqalaniy juz 8 hal 122)

Riwayat lain : “Kami mendekat pada Nabi saw dan mencium tangan nabi saw” (Sunan

Imam Al Baihaqi Alkubra hadits no.13.362)

Riwayat lain : “Berkata Tamiim ra bahwa Mencium tangan adalah sunnah”. (Sunan

Imam Baihaqi Alkubra hadits no.13.363)

Demikian Rasul saw tak melarang cium tangan, demikian para sahabat

radhiyallahu’anhum melakukannya.

SURAT WAHABI

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 48

4. Dalam shalat subuh, imam tidak perlu membaca do’a qunut, kecuali bila ada

suatu bahaya terhadap kehidupan umat Islam secara keseluruhan.

Do’a qunut boleh dibaca disetiap shalat, bila ada keperluan yang bersifat darurat,

tidak hanya dalam shalat subuh.

JAWAB

Berikhtilaf para Imam Madzhab mengenai pembacaan doa qunut, dan Imam Syafii

berpendapat bahwa Qunut itu diwaktu setiap subuh, dan Imam Hanbali dan Imam

Malik berpendapat Qunut adalah setiap waktu shalat.

Namun satu hal.. tidak ada yang mengharamkan Qunut dibaca setiap subuh, bahkan

para Mufassirin menjelaskan tak ada qunut kecuali saat shalat subuh, sebagaimana

diriwayatkan pada tafsir Imam Attabari Juz 2 hal 566, dan ini merupakan Ijtihad para

Imam yang mengeluarkan pendapat dengan beribu pertimbangan, dengan keluasan

ilmu syariah yang mendalam, dan telah diakui pula oleh puluhan Imam dan ratusan

Huffadhulhadits dan Muhadditsin setelah mereka, maka menyangkal dan

mengharamkan hal ini adalah kesesatan yang nyata.

5. Shalat Rawatib / shalat sunah qobliah / ba’diah adalah sebagai berikut : Qobla

subuh, qobla dan ba’da dhuhur, shalat ashar tidak ada rawatib, ba’da magrib dan

ba’da shalat isya.

JAWAB

Banyak riwayat lain mengenai rawatib Qabliyah asar, bahwa Rasul saw shalat Rawatib

Qabliyah Asar dan tak pernah meninggalkannya (Shahih Imam Ibn Khuzaimah hadits

no.1114, 1118, Shahih Ibn hibban hadits no.2452, Mustadrak ala shahihain hadits

no.1173, Sunan Attirmidziy hadits no.429 dan masih terdapat belasan riwayat hadits

shahih mengenai shalat Qabliyah Asar diantaranya diriwayatkan pada Shahih Ibn

Hibban, Shahih Muslim dll.

DALAM SHALAT JUM’AT

1. Sebelum khotib naik mimbar, tidak ada adzan dan tidak ada shalat sunat

qobla jum’at

JAWAB

Diriwayatkan bahwa ketika jamaah jumat semakin banyak di Madinah maka Khalifah

Utsman bin Affan ra menambahkan adzan jumat dengan dua adzan (shahih Bukhari

hadits no.870,871,874), maka menggunakan dua adzan ini merupakan sunnah

hukumnya, karena Rasul saw telah bersabda : “Berpeganglah kalian pada sunnahku

dan sunnah khulafa’urrasyidin para pembawa petunjuk” (shahih Ibn Hibbah, Mustadrak

ala shahihain).

Maka tidak sepantasnya kita muslimin menghapuskan hal hal yang telah dilakukan

oleh para sahabat, karena sungguh mereka jauh lebih mengerti mana yang baik

dijalankan dan mana yang tak perlu dijalankan, pengingkaran atas perbuatan sahabat

berarti menganggap diri kita lebih mengetahui syariah dari mereka, dan hal ini

merupakan pengingkaran atas hadits Rasul saw yang memerintahkan kita berpegang

pada sunnah beliau dan sunnah khulafa’urrasyidin, maka pengingkaran atas hal ini

merupakan kesesatan dan kebodohan yang nyata.

SURAT WAHABI

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 49

Mengenai shalat dua rakaat sebelum jum’at hal itu adalah sunnah, sebagaimana

teriwayatkan dari belasan hadits shahih yang menjelaskan bahwa Rasul saw

melakukan shalat sunnah qabliyyah dhuhur dan ba’diyah dhuhur, dan para ulama dan

muhadditsin berpendapat bahwa shalat jumat adalah pengganti dhuhur, demikian para

Muhadditsin dan ulama berpendapat bahwa pendapat yang kuat adalah Qabliyah

jumat merupakan sunnah. (Fathul Baari Almasyhur Juz 2 hal 426)

ketika khotib duduk diantara dua khutbah, tidak ada shalawat

JAWAB

Tidak pernah ada larangan shalawat diperbuat kapanpun dan dimanapun, shalawat

boleh boleh saja dibaca kapanpun dan dimanapun, silahkan munculkan ayat alqur’an

atau hadits shahih yang mengharamkan membaca shalawat dalam suatu munasabah

tertentu?, lalu bagaimana terdapat pelarangan dari apa yang tidak diharamkan Allah

swt?, ataukah ada syariah baru?

2. Ba’da shalat jum’at, imam tidak mempunyai kewajiban untuk memimpin do’a

bagi makmum dengan suara kuat, silahkan imam dan jama’ah berdzikir, wirid

dan do’a masing- masing

JAWAB

Selama hal itu baik tidak ada salahnya dilakukan, yang tak boleh dilakukan adalah hal

hal yang dilarang dan diharamkan oleh Allah dan Rasul Nya, dan tak pernah ada hadits

dan ayat yang mengharamkan hal ini, maka mengharamkannya merupakan

pengingkaran atas syariah.

3. Dalam shalat jum’at, tongkat yang selama ini dipakai oleh khotib, bukan

merupakan sarana ibadah, hanya kebiasaan Khalifah Utsman, sekarang dapat

ditinggalkan.

JAWAB

Perbuatan sahabat merupakan hal yang mesti kita jalankan hingga kini, termasuk

diantaranya adalah penjilidan Alqur’an, sebagaimana tak satu ayat pun atau hadits

yang memerintahkan Alqur’an untuk dibukukan dalam satu kitab, itu baru dilakukan

dizaman Khalifah Abubakar ra, dan selesai pada masa Khalifah Utsman bin Affan ra,

maka mereka yang merasa tak perlu mengikuti perbuatan Utsman bin Affan ra berarti

mereka pun tak mengakui kitab Alqur’an yang ada hingga kini, karena penjilidannya

baru dilakukan dimasa sahabat, satu hal yang sangat menyakitkan hati adalah kalimat :

“hanya kebiasaan Khalifah Utsman dan sekarang dapat ditinggalkan”, seakan

akan bagi mereka Amirulmukminin Utsman bin Affan ra itu tidak perlu dipanut, bukan

seorang baginda mulia yang sangat agung disisi Allah sebagai Amirulmukminin,

padahal beliau ini dimuliakan dan dicintai nabi saw.

4. Sebelum khotib naik mimbar, tidak perlu pakai pangantar dan tidak perlu

membaca hadits Nabi SAW tentang jangan berkata-kata ketika khotib sedang

khutbah. Tetapi sampaikanlah bersamaan dengan laporan petugas masjid

tentang laporan keuangan, petugas khotib dan imam, hal ini sebagai perangkat

laporan administrasi masjid bukan proses ibadah dalam shalat jum’at.

JAWAB

Baru ini ada muncul ajaran yang mengatakan bahwa kabar laporan keuangan masjid

jauh lebih baik dari hadits Nabi Muhammad saw

SURAT WAHABI

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 50

DALAM SHALAT TARAWIH / WITIR / TAHAJJUD

Dalam bulan ramadhan diwajibkan shaum dan dimalam hari disunnahkan shalat

tarawih, witir, yang selama ini masih ada yang berbeda pendapat karena itu perlu

dikeluarkan himbauan ini.

1. Shalat tarawih, dilakukan Nabi SAW, sebanyak 8 rakaat dan 3 rakaat witir dapat

dilakukan dengan cara 4-4-3.

JAWAB

Rasul saw melakukan shalat malam berjamaah dibulan ramadhan lalu

meninggalkannya, dan tak memerintahkan untuk melakukannya, dari sini kita sudah

mengetahui bahwa shalat sunnah tarawih adalah Bid’ah hasanah, dan baru dilakukan

di masa Umar bin Khattab ra, yang mana beliau melakukannya 11 rakaat, lalu

merubahnya menjadi 23 rakaat, dan tak ada satu madzhab pun yang melakukannya 11

rakaat, Masjidilharam menjalankannya 23 rakaat, dan Masjid Nabawiy Madinah hingga

kini masih menjalankan madzhab Imam Malik yaitu 41 rakaat, tak ada satu madzhab

pun yang melakukan 11 rakaat. (Rujuk Sunan Imam Baihaqiy Al Kubra, Fathul Baari

Almasyhur, Al Umm Imam Syafii)

2. Tidak disunahkan membaca do’a bersama-sama antara rakaat.

JAWAB

Namun tak ada pula hadits yang mengharamkannya, maka tak ada hak bagi muslim

manapun untuk mengharamkan hal yang tak diharamkan oleh Allah, dan berdoa boleh

saja dilakukan kapanpun dan dimanapun, dan melarang orang berdoa adalah

kesesatan yang nyata.

3. Tidak dibenarkan antar jama’ah membaca shalawat Nabi bersahut-sahutan

JAWAB

Allah swt memerintahkan kita bershalawat, maka melarang seseorang untuk

menjalankan perintah Allah swt Kufur hukumnya.

4. Sebelum ramadhan tidak perlu shalat tasbih dan shalat nisfu sya’ban dan

sedekah ruwah karena hadits tentang kedua shalat tersebut ternyata dhaif, lemah

dan berbau pada hadits maudhu (palsu) karena terputus parawinya dan shalat ini

tidak pernah dilakukan oleh Nabi dan Sahabat.

JAWAB

Mengenai shalat Tasbih maka haditsnya jelas diriwayatkan pada Almustadrak ala

Shahihain dan berkata Imam Hakim bahwa hadits itu shahih dengan syarat Imam

Muslim, dan Ibn Abbas ra melakukannya, dan para Muhadditsin meriwayatkan

keutamaannya, dan Rasul saw memerintahkannya (Rujuk Fathul Baari Almasyhur,

sunan Imam Tirmidzi, sunan Abi Daud, sunan Ibn Majah, Sunan Imam Baihaqi

Alkubra).

Satu hal yang lucu adalah ucapan : “berbau pada hadits maudhu (palsu)”, ini baru

muncul Muhaddits baru dengan ilmu hadits yang baru pula, yang mana belasan perawi

hadits yang meriwayatkan hal itu namun para ulama sempalan ini mengatakan hal itu

mesti dihapuskan.

SURAT WAHABI

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 51

5. Pada shalat witir dibulan ramadhan, tidak perlu ada do’a qunut.

JAWAB

Qunut bukan hal yang wajib, Qunut hukumnya sunnah, Qunut pada shalat witr

diriwayatkan dengan hadits shahih pada Shahih Imam Ibn Khuzaimah hadits no.1095,

Sunan Imam Addaarimiy hadits no.1593, Sunan Imam Baihaqy Alkubra hadits no.4402,

Sunan Imam Abu dawud hadits no.1425, dan diriwayatkan pula bahwa membaca qunut

witir adalah sesudah setengah pertama ramadhan, yaitu pada setengah kedua (mulai

malam 15 ramadhan) (Al Mughniy Juz 1 hal 448) tak ada madzhab manapun yang

mengharamkan Qunut di subuh, di witir, bahkan hal ini merupakan sunnah dengan

hujjah yang jelas, maka bila muncul pendapat yang mengharamkan Qunut maka jelas

bukanlah muncul dari ucapan ulama ahlussunnah waljamaah.

DALAM UPACARA TA’ZIYAH

1. Keluarga yang mendapat musibah kematian, wajib bagi Umat Islam untuk

ta’ziyah selam tiga hari berturut-turut.

JAWAB

Tidak ada satu madzhab pun yang mengatakannya wajib, hal ini sunnah muakkadah,

tidak ada dalil ayat atau hadits shahih yang mengatakan takziyah 3 hari berturut turut

adalah wajib.

2. Kebiasaan selama ini yang masih melakukan hari ke 7, ke 40 dan hari ke 100

supaya ditinggalkan karena tidak ada contoh dari Nabi Muhammad SAW dan

tidak ada tuntunannya. Upacara itu berasal dari ajaran agama Hindu dan Budha,

menjadi upacara dari kerajaan Hyang dari daratan Tiongkok yang dibawa oleh

orang Hindu ketanah melayu tempo dulu.

JAWAB

Mengikuti adat kuffar selama itu membawa maslahat bagi muslimin dan tidak

melanggar syariah maka itu boleh saja, sebagaimana Rasul saw pun ikut adat kaum

yahudi yang berpuasa di hari 10 Muharram (asyura) karena hari itu hari selamatnya

Musa as dari kejaran fir’aun, maka Rasul saw pun ikut berpuasa dan memerintahkan

para sahabat untuk berpuasa asyura (rujuk shahih Bukhari, shahih Muslim)

Demikian pula kita menggunakan lampu, kipas angin, karpet, mikrofon, speaker dll

untuk perlengkapan di masjid yang kesemua itu adalah buatan orang kafir dan adat

istiadat orng kafir, boleh saja kita gunakan selama itu manfaat bagi muslimin dan tidak

bertentangan dengan syariah, demikian pula Alqur’an yang dicetak di percetakan, dan

mesin percetakan itupun buatan orang kafir, dan mencetak buku adalah adat orang

kafir, juga Bedug di masjid yang juga adat sebelum islam dan banyak lagi.

Boleh boleh saja kumpul kumpul dzikir dan silaturahmi dirumah duka 7 hari, 40 hari,

bahkan tiap hari pun tak apa karena tak pernah ada larangan yang mengharamkannya.

3. Dalam ta’ziyah diupayakan supaya tidak ada makan-makan, cukup air putih

sekedar obat dahaga.

JAWAB

Bukankah air putih pun merupakan hidangan?, bila anda mengharamkan hidangan

bagi yang takziah, lalu dalil apa yang anda miliki hingga anda memperbolehkan air

SURAT WAHABI

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 52

minum dihidangkan?, telah sepakat Ulama bahwa hidangan di tempat rumah duka

hukumnya makruh, sebagian mengatakannya mubah.

4. Acara dalam ta’ziyah baca surat Al Baqarah 152-160, kemudian adakan tabligh

yang mengandung isi kesabaran dalam menerima musibah tutup dengan do’a

untuk sang almahrum, tinggalkan kebiasaan membaca surat yasin bersamasama,

tahlil dan kirim fadhilah, semua itu ternyata hukumnya bid’ah.

JAWAB

Aturan mana yang menentukan Al Baqarah 152 – 160 dirangkai Tabligh lalu ditutup

dengan doa?, anda pun mengada ada saja tanpa Nash yang jelas dari hadits shahih.

Tahlil, Yaasiin dan dzikir yang dihadiahkan pada mayyit merupakan amal amal yang

dikirimkan pada mayyit, dan itu diperbolehkan oleh Rasul saw, sebagaimana

diriwayatkan bahwa seorang wanita datang pada Rasul dan bertanya : “wahai

rasulullah, aku bersedekah dengan membebaskan budak dan pahalanya kukirimkan

untuk ibuku yang telah wafat, bolehkah?, Rasul memperbolehkannya, lalu wanita itu

berkata lagi : ibuku sudah wafat dan belum haji, bolehkah aku haji untuknya?, Rasul

saw memperbolehkannya, lalu wanita itu berkata lagi : “wahai Rasulullah, ibuku wafat

masih mempunyai hutan puasa ramadhan sebulan penuh, maka bolehkah aku

berpuasa untuknya?, maka Rasul saw menjawab : Boleh (shahih Muslim)

DALAM UPACARA PENGUBURAN

1. Tinggalkan kebiasaan dalam shalat jenazah dengan mangajak jama’ah untuk

mengucapkan kalimat bahwa “jenazah ini orang baik, khair khair” Hal ini tidak

pernah dilakukan Rasulullah SAW, dan tidak ada hadits sebagai pembimbing.

JAWAB

Ketika lewat sebuah jenazah dihadapan Rasul saw maka para sahabat memujinya

dengan kebaikan, maka Rasul saw berkata : “semestinya.. semestinya.. semestinya..”,

lalu tak lama lewat pula jenazah lain, dan para sahabat mengutuknya, maka rasul saw

berkata : “semestinya.. semestinya.. semestinya..”. maka berkatalah Umar bin Khattab

ra mengapa beliau berucap seperti itu, maka Rasul saw menjawab : “Barangsiapa

yang memuji jenazah dengan kebaikan maka sepantasnya baginya sorga, dan

barangsiapa yang mengutuk jenazah dengan kejahatannya maka sepantasnya baginya

neraka, kalian adalah saksi Allah dimuka Bumi.., kalian adalah saksi Allah dimuka

Bumi.., Kalian adalah saksi Allah dimuka Bumi..” (shahih Muslim hadits no.949, Shahih

Bukhari hadits no.1301),

Lalu ketika dimasa Umar bin Khattab ra menjadi khalifah pun terjadi hal yang sama

yaitu lewat jenazah maka orang orang memujinya, maka Amirulmukminin Umar bin

Khattab ra berkata : “sepantasnya..”, lalu lewat jenazah lain dan orang orang

mengumpatnya, maka Amirulmukminin Umar bin Khattab ra berkata : “sepantasnya..”.

maka para sahabat bertanya dan berkata Amirulmukminin Umar bin Khattab ra :

“tiadalah jenazah disaksikan 4 orang bahwa dia orang baik maka ia masuk sorga”, lalu

kami bertanya : Bagaimana kalau tiga saja yang bersaksi?, beliau ra menjawab :

“walaupun tiga”. Lalu kami bertanya lagi : Bagaimana kalau dua orang saja..?, maka

beliau ra menjawab : “dua pun demikian”. Maka kami tak bertanya lagi”. (shahih

SURAT WAHABI

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 53

Bukhari hadits no.1302), oleh sebab itu sunnah kita mengucapkan : “khair..khair..”

pada jenazah dengan Nash yang jelas dan shahih dari shahihain dll.

Apapun yang dijadikan fatwa, namun fatwa fatwa diatas adalah batil dan tidak dilandasi

pemahaman yang jelas dalam syariah islamiyah, oleh sebab itu saya menilai bahwa

segala fihak yang menyebarkan selebaran ini sebelum kami beri penjelasan seperti

sekarang ini, maka ia turut bertanggung jawab atas kesesatan ummat yang

membacanya.

Wassalam.

DZIKIR BERSAMA

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 54

HUKUM MAJELIS DZIKIR DAN DZIKIR

BERSAMA

Allah berfirman :

“DAN SABARKAN DIRIMU UNTUK TETAP BERSAMA ORANG ORANG YG

BERDZIKIR DAN BERDOA KEPADA TUHAN MEREKA DI PAGI HARI DAN SORE

SEMATA MATA HANYA MENGINGINKAN RIDHA ALLAH, DAN JANGAN KAU

PALINGKAN WAJAHMU DARI MEREKA KARENA MENGHENDAKI KEDUNIAWIAN,

DAN JANGAN TAATI ORANG ORANG YG KAMI BUAT MEREKA LUPA DARI

MENGINGAT KAMI………….” (QSAl Kahfi 28)

Berkata Imam Attabari : “Tenangkan dirimu wahai Muhammad bersama sahabat

sahabatmu yang duduk berdzikir dan berdoa kepada Allah di pagi hari dan sore hari,

mereka dengan bertasbih, tahmid, tahlil, doa doa dan amal amal shalih dengan shalat

wajib dan lainnya, yang mereka itu hanya menginginkan ridho Allah swt bukan

menginginkan keduniawian” (Tafsir Imam Attabari Juz 15 hal 234)

Tentunya ucapan diatas menyangkal pendapat yang mengatakan bahwa yang

dimaksud ayat itu adalah orang yang shalat, karena mustahil pula Allah mengatakan

pada nabi saw untuk sabar duduk dengan orang yang shalat berjamaah, karena shalat

adalah fardhu, namun perintah “duduk bersabar” disini tentunya adalah dalam hal hal

yang mungkin dianggap remeh oleh sebagian orang.

Dari Abdurrahman bin sahl ra, bahwa ayat ini turun sedang Nabi saw sedang di salah

satu rumahnya, maka beliau saw keluar dan menemukan sebuah kelompok yang

sedang berdzikir kepada Allah swt dari kaum dhuafa, maka beliau saw duduk bersama

berkata seraya berkata : Alhamdulillah… yang telah menjadikan pada ummatku yang

aku diperintahkan untuk bersabar dan duduk bersama mereka” riwayat Imam Tabrani

dan periwayatnya shahih (Majmu’ zawaid Juz 7 hal 21)

Sabda Rasulullah saw : “akan tahu nanti dihari kiamat siapakah ahlulkaram (orang

orang mulia)”, maka para sahabat bertanya : siapakah mereka wahai rasulullah?,

Rasul saw menjawab : :”majelis majelis dzikir di masjid masjid” (Shahih Ibn Hibban

hadits no.816)

Sabda Rasulullah saw : “sungguh Allah memiliki malaikat yang beredar dimuka bumi

mengikuti dan menghadiri majelis majelis dzikir, bila mereka menemukannya maka

mereka berkumpul dan berdesakan hingga memenuhi antara hadirin hingga langit

dunia, bila majelis selesai maka para malaikat itu berpencar dan kembali ke langit, dan

Allah bertanya pada mereka dan Allah Maha Tahu : “darimana kalian?” mereka

menjawab : kami datang dari hamba hamba Mu, mereka berdoa padamu, bertasbih

padaMu, bertahlil padaMu, bertahmid pada Mu, bertakbir pada Mu, dan meminta

kepada Mu,

DZIKIR BERSAMA

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 55

Maka Allah bertanya : “Apa yang mereka minta?”, Malaikat berkata : mereka meminta

sorga, Allah berkata : apakah mereka telah melihat sorgaku?, Malaikat menjawab :

tidak, Allah berkata : “Bagaimana bila mereka melihatnya”. Malaikat berkata : mereka

meminta perlindungan Mu, Allah berkata : “mereka meminta perlindungan dari apa?”,

Malaikat berkata : “dari Api neraka”, Allah berkata : “apakah mereka telah melihat

nerakaku?”, Malaikat menjawab tidak, Allah berkata : Bagaimana kalau mereka melihat

neraka Ku. Malaikat berkata : mereka beristighfar pada Mu, Allah berkata : “sudah

kuampuni mereka, sudah kuberi permintaan mereka, dan sudah kulindungi mereka dari

apa apa yang mereka minta perlindungan darinya, malaikat berkata : “wahai Allah,

diantara mereka ada si fulan hamba pendosa, ia hanya lewat lalu ikut duduk bersama

mereka, Allah berkata : baginya pengampunanku, dan mereka (ahlu dzikir) adalah

kaum yang tidak ada yang dihinakan siapa siapa yang duduk bersama mereka” (shahih

Muslim hadits no.2689),

Perhatikan ucapan Allah yang diakhir hadits qudsiy diatas : dan mereka (ahlu dzikir)

adalah “kaum yang tak dihinakan siapa siapa yang duduk bersama mereka”, lalu hadits

semakna pada Shahih Bukhari hadits no.6045.

Anda alergi dengan orang dzikir berpakaian putih?, kenapa?, pakaian putih adalah

sunnah nabi saw, pakaian putih adalah pakaian yang paling disenangi rasul saw, anda

alergi dengan sunnah nabi saw?, sabda Rasul saw : “barangsiapa yang tak suka

dengan sunnahku maka ia bukan dari golonganku” Shahih Muslim hadits no.1401,

shahih Bukhari hadits no,4776).

Anda alergi dengan Bid’ah hasanah?, anda bertentangan dengan Nabi saw, beliau

bersabda : “barangsiapa yang membuat buat hal baru dalam islam berupa kebaikan

maka baginya pahalanya dan pahala orang orang yang mengamalkannya, barangsiapa

yang membuat buat hal baru dalam islam berupa kejahatan maka baginya dosanya

dan dosa orang orang yang mengamalkannya.”. (shahih Muslim hadits no.1017).

Tobatlah karena anda bertentangan dengan Alqur’an dan hadits shahih.

SANAD HADITS BIMBINGAN AKHLAK

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 56

TERJEMAHAN SANAD HADITS

BIMBINGAN AKHLAK

Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh guruku Al Allamah Al habib Umar bin hafidh

maka sebaik baik bimbingan akhlak adalah bimbingan akhlak yang diajarkan padaku,

Dan guruku yang berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh guruku Al Allamah

Alhabib Abdulqadir bin Ahmad Assegaf, maka sebaik baik bimbingan akhlak adalah

bimbingan akhlak yang diajarkan padaku,

Yang berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh guruku Al Allamah Alhabib

Abdullah bin Umar Assyatiri, maka sebaik baik bimbingan akhlak adalah bimbingan

akhlak yang diajarkan padaku,

Yang berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh guruku Al Allamah Alhabib Ali bin

Muhammad Alhabsyi (simtuddurar), maka sebaik baik bimbingan akhlak adalah

bimbingan akhlak yang diajarkan padaku,

Yang berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh guruku Al Allamah Alhabib

Abdurrahman Almasyhur (shohibulfatawa), maka sebaik baik bimbingan akhlak adalah

bimbingan akhlak yang diajarkan padaku,

Yang berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh guruku Al Allamah Alhabib

Abdullah bin Husein bin Thohir, maka sebaik baik bimbingan akhlak adalah bimbingan

akhlak yang diajarkan padaku,

Yang berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh guruku Al Allamah Alhabib Umar

bin Seggaf Assegaf , maka sebaik baik bimbingan akhlak adalah bimbingan akhlak

yang diajarkan padaku,

Yang berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh guruku Al Allamah Alhabib

Hamid bin Umar Ba’alawiy, maka sebaik baik bimbingan akhlak adalah bimbingan

akhlak yang diajarkan padaku,

Yang berkata Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh guruku Al Allamah Alhabib Ahmad

bin Zein Alhabsyi, maka sebaik baik bimbingan akhlak adalah bimbingan akhlak yang

diajarkan padaku,

Yang berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh guruku Al Allamah Alhabib

Abdullah bin Alawi Alhaddad (shohiburratib), maka sebaik baik bimbingan akhlak

adalah bimbingan akhlak yang diajarkan padaku,

SANAD HADITS BIMBINGAN AKHLAK

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 57

Yang berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh guruku Al Allamah Alhabib Umar

bin Abdurrahman Alattas (Shohiburratib), maka sebaik baik bimbingan akhlak adalah

bimbingan akhlak yang diajarkan padaku,

Yang berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh guruku Al Allamah Alhabib

Husein bin Abubakar bin Salim, maka sebaik baik bimbingan akhlak adalah bimbingan

akhlak yang diajarkan padaku,

Yang berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh ayahku sekaligus guruku Al

Allamah Alhabib Abubakar bin Salim (fakhrulwujud), maka sebaik baik bimbingan

akhlak adalah bimbingan akhlak yang diajarkan padaku,

Yang berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh ayahku sekaligus guruku Al

Allamah Alhabib Ahmad bin Abdurrahman Syahabuddin, maka sebaik baik bimbingan

akhlak adalah bimbingan akhlak yang diajarkan padaku,

Yang berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh ayahku sekaligus guruku Al

Allamah Alhabib Abdurrahman bin Ali (Ainulmukasyifiin), maka sebaik baik bimbingan

akhlak adalah bimbingan akhlak yang diajarkan padaku,

Yang berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh ayahku sekaligus guruku Al

Allamah Alhabib Ali bin Abubakar (assakraan), maka sebaik baik bimbingan akhlak

adalah bimbingan akhlak yang diajarkan padaku,

Yang berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh ayahku sekaligus guruku Al

Allamah Alhabib Abubakar bin Abdurrahman Assegaf, maka sebaik baik bimbingan

akhlak adalah bimbingan akhlak yang diajarkan padaku,

Yang berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh ayahku sekaligus guruku Al

Allamah Alhabib Muhammad Mauladdawilah, maka sebaik baik bimbingan akhlak

adalah bimbingan akhlak yang diajarkan padaku,

Yang berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh ayahku sekaligus guruku Al

Allamah Alhabib Ali bin Alwi Alghayur, maka sebaik baik bimbingan akhlak adalah

bimbingan akhlak yang diajarkan padaku,

Yang berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh ayahku sekaligus guruku Al

Allamah Al Imam Faqihilmuqaddam Muhammad bin Ali Ba’alawiy, maka sebaik baik

bimbingan akhlak adalah bimbingan akhlak yang diajarkan padaku,

Yang berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh ayahku sekaligus guruku Al

Allamah Ali bin Muhammad Shahib Marbath, maka sebaik baik bimbingan akhlak

adalah bimbingan akhlak yang diajarkan padaku,

Yang berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh ayahku sekaligus guruku Al

Allamah Al Imam Muhammad Shahib Marbath bin Ali, maka sebaik baik bimbingan

akhlak adalah bimbingan akhlak yang diajarkan padaku,

SANAD HADITS BIMBINGAN AKHLAK

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 58

Yang berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh ayahku sekaligus guruku Al

Allamah Al Imam Ali Khali’ Qasam bin Alwi, maka sebaik baik bimbingan akhlak adalah

bimbingan akhlak yang diajarkan padaku,

Yang berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh ayahku sekaligus guruku Al

Allamah Al Imam Alwi bin Muhammad, maka sebaik baik bimbingan akhlak adalah

bimbingan akhlak yang diajarkan padaku,

Yang berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh ayahku sekaligus guruku Al

Allamah Al Imam Muhammd bin Alwi, maka sebaik baik bimbingan akhlak adalah

bimbingan akhlak yang diajarkan padaku,

Yang berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh ayahku sekaligus guruku Al

Allamah Al Imam Alwi bin Ubaidillah, maka sebaik baik bimbingan akhlak adalah

bimbingan akhlak yang diajarkan padaku,

Yang berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh guruku sekaligus guruku Al

Allamah Al Imam Ubaidillah bin Ahmad Almuhajir, maka sebaik baik bimbingan akhlak

adalah bimbingan akhlak yang diajarkan padaku,

Yang berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh ayahku sekaligus guruku Al

Allamah Al Imam Ahmad Almuhajir bin Isa Arrumiy, maka sebaik baik bimbingan

akhlak adalah bimbingan akhlak yang diajarkan padaku,

Yang berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh ayahku sekaligus guruku Al

Allamah Al Imam Isa Arruumiy bin Muhammad Annaqib, maka sebaik baik bimbingan

akhlak adalah bimbingan akhlak yang diajarkan padaku,

Yang berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh ayahku sekaligus guruku Al

Allamah Al Imam Muhammad Annaqib bin Ali Al Uraidhiy, maka sebaik baik bimbingan

akhlak adalah bimbingan akhlak yang diajarkan padaku,

Yang berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh ayahku sekaligus guruku Al

Allamah Al Imam Ali Al Ureidhiy bin Jakfar Asshadiq, maka sebaik baik bimbingan

akhlak adalah bimbingan akhlak yang diajarkan padaku,

Yang berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh ayahku sekaligus guruku Al

Allamah Al Imam Jakfar Asshadiq bin Muhammad Albaqir, maka sebaik baik bimbingan

akhlak adalah bimbingan akhlak yang diajarkan padaku,

Yang berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh ayahku sekaligus guruku Al

Allamah Al Imam Muhammad Albaqir bin Ali Zainal Abidin, maka sebaik baik

bimbingan akhlak adalah bimbingan akhlak yang diajarkan padaku,

Yang berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh ayahku sekaligus guruku Al

Allamah Al Imam Ali Zainal abidin Assajjad, maka sebaik baik bimbingan akhlak adalah

bimbingan akhlak yang diajarkan padaku,

SANAD HADITS BIMBINGAN AKHLAK

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 59

Yang berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh ayahku sekaligus guruku Al

Allamah Al Imam Husein ra, maka sebaik baik bimbingan akhlak adalah bimbingan

akhlak yang diajarkan padaku,

Yang berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh ayahku sekaligus guruku Al

Allamah Al Imam Ali bin Abi Thalib kw maka sebaik baik bimbingan akhlak adalah

bimbingan akhlak yang diajarkan padaku,

Yang berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh Guru mulia Sayyidina Rasulillah

saw, maka sebaik baik bimbingan akhlak adalah bimbingan akhlak yang diajarkan

padaku,

Yang bersabda Rasulullah saw : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh Tuhanku, maka

sebaik baik bimbingan akhlak adalah bimbingan akhlak yang diajarkan padaku.

Telah diijazahkan oleh Assayyid Alhabib Adnan Assegaf dan Hb Munzir

Almusawa kepada hadirin di majelis rasulullah saw, masjid Raya Almunawar,

Pancoran Jakarta Selatan Dzulkaidah 1427 H / Desember 2006

Sanad akhlak ini sekaligus sanad guru saya.

SANAD MAHABBAH

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 60

SANAD MAHABBAH

Munzir bin fuad Almusawa

dari Guru Mulia Alhabib Umar bin Hafidh

dari Guru beliau Al Alamah Alhabib Ibrahim bin Yahya

dari Guru beliau Syeikh Muhammad Yasin Al Fadani

dari Guru beliau Syeikh Umar Hamdan

dari Guru beliau Syeikh Falih Addhahiriy

dari Guru beliau Syeikh Syarif Muhammad bin Ali Assanawiy

dari Guru beliau Syeikh Al Jamal Abdul Hafidh Al Ajiimiy

dari Guru beliau Syeikh Muhammad Hasyim bin Abdul Ghafur

dari Guru beliau Syeikh Iid bin Ali Annamrisiy

dari Guru beliau Syeikh Muhammad Ali Bahuuti Alhanbali

dari Guru beliau Syeikh Abdurachman Albahuty

dari Guru beliau Syeikh Najmuddin Alghaitsiy

dari Guru beliau Syeikh Jalaludin Abdurrachman Assuyuti

dari Guru beliau Syeikh Abu Thayyib Ahmad bin Muhammad Al Hijaziy

dari Guru beliau Syeikh Qaadhiyyil Qudhaat Majduddhin Ismail bin Ibrahim Al Hanafiy

dari Guru beliau Syeikh Alhafid Abu Sa’id Al Alla’iy

dari Guru beliau Syeikh Ahmad bin Muhammad Al Armawi

dari Guru beliau Syeikh Abdurrachman Al Makkiy

dari Guru beliau Syeikh Abu Thahir Assalafiy

dari Guru beliau Syeikh Muhammad bin Abdul Karim

dari Guru beliau Syeikh Abu Ali Isa bin Syadzan Al Bashriy

dari Guru beliau Syeikh Ahmad bin Sulaiman Annajjaad

dari Guru beliau Syeikh Abu Bakar bin Abiddunya

dari Guru beliau Syeikh Alhasan bin Abdul Aziz Aljaruumiy

dari Guru beliau Syeikh Alhakim bin Abduh

dari Guru beliau Syeikh Hayyuh bin Syariih Rahimahullah

dari Uqbah bin Muslim Rahimahullah dari Abdurrahman Alhabliy Rahimahullah

dari Assonabhi Rahimahullah

dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu’anhu Yang Berkata :

: ____ ____        ___       ___ __

: ___ __ ___ ___ _         __ __ ! _”# _$_%& _’

_( )*_( _(_)_ +) ,-. _( _/( _) ,0.1_( _/( _) ,_$) _(_(_ _23)_! _4 .5_6!

Sabda Rasulullah saw : Wahai Muadz, Sungguh Aku mencintaimu karena Allah, maka

katakanlah setiap selesi shalat : “ALLAHUMMA A’INNIY ALAA DZIKRIKA

WASYUKRIKA, WA HUSNI IBAADATIK” (Wahai Allah bantulah aku dalam berdzikir

pada Mu, dan bersyukur pada Mu, dan menyempurnakan ibadah pada Mu).

Ijazah sanad Mahabbah ini telah diijazahkan pada hadirin di Majelis Rasulullah saw di

masjid Raya Almunawar, pancoran Jakarta Selt. Senin malam Pk 22.30wib pada 25

Dzulhijjah 1427H / 15 januari 2007. oleh Hb Munzir Almusawa.

KELEMBUTAN ALLAH DALAM MUSIBAH

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 61

KELEMBUTAN ALLAH DALAM

MUSIBAH

Gempa Bumi, Gunung Meletus, Banjir, Wabah Penyakit, Hama, Angin Taufan,

Matahari, Bulan, kesemuanya merupakan tentara Rabbul ‘Alamiin yang bergerak dan

bertugas dengan Kehendak Nya dan Perintah Nya. Maka Dia Yang Maha Agung dalam

Kekuasaan Nya yang Tunggal dan Abadi telah berfirman kepada Pemimpin para Duta

Nya, Sayyidina Muhammad saw : “Sungguh Kuutus Engkau Sebagai Pembawa

Rahmat Bagi Seluruh Alam”. (QS Al Anbiya – 107).

Maka sebagaimana disebutkan pada Tafsir Imam Attabari Juz 17 hal. 106, bahwa

Rasul saw adalah Rahmat Allah (Kasih Sayang Allah) untuk seluruh manusia, muslim

dan kafir, Rahmat Nya pada orang kafir adalah dengan tertundanya siksa mereka di

muka bumi, tidak seperti ummat-ummat terdahulu yang mana saat mereka kafir pada

Nabi Nya maka Allah segera menumpahkan musibah pada mereka, namun untuk

ummat ini walaupun mereka Kufur dan kufur, Allah tetap tidak segera menjatuhkan

siksa.

Maka fahamlah kita bahwa Bumi ini sejak Kebangkitan Rasul saw hingga akhir zaman,

dalam naungan Rahmat Nya swt, yaitu Muhammad saw. Alangkah luhurnya nabi yang

satu ini, hingga muslim dan kafir di masa beliau hingga akhir zaman tetap terjaga dari

siksa kekufuran (Tafsir Imam Qurtubi Juz 4 hal 63).

Bila kita menjenguk sedikit pada ayat yang lain Allah swt berfirman: “Hampir Saja

Seluruh Langit Itu Pecah, Bumi Terbelah dan Gunung-Gunung Itu Hancur, Ketika

Mereka Mengatakan Allah Mempunyai Putra”. (QS Maryam 90-91), Allah menahan

alam ini hancur padahal seluruh alam ini murka terhadap manusia yang menghina

Rabbul ‘Alamin, sebagaimana kita murka bila orang yang kita cintai dihina, atau ayah

atau guru yang kita muliakan dihina, demikian pula alam, namun Allah menahannya

karena masa ini adalah Masa Muhammad saw,

Nah.. Rahmatan Lil’alamin ini adalah Penangkal Musibah bagi alam, dan ternyata

bukan hanya itu, namun para ummat beliau saw pun mewarisi Rahmat itu, yaitu

mereka yang beriman kepada beliau saw, Allah jadikan mereka itu penangkal musibah

bagi kaumnya, sebagaimana firman Allah swt : “Dan Ketika Mereka (orang-orang

kafir) Berkata: Wahai Allah, Bila Ini (Muhammad saw) Merupakan Kebenaran Dari

Sisi Mu, Maka Turunkan Pada Kami Hujan Batu Atau Datangkan Pada Kami

Siksaan Yang Pedih, dan Tiadalah Allah Akan Menyiksa Mereka Selama Engkau

(Wahai Muhammad saw) Berada Diantara Mereka, dan Tiadalah Allah Akan

Menyiksa Mereka Selama Ada Diantara Mereka (ada diantara muslimin diantara

mereka) Yang Beristigfar” (QS Al Anfal 33).

Nah..jelaslah bahwa orang-orang yang beristighfar menahan siksa/ azab pula bagi

kaumnya yang kufur, bahkan ayat lainnya : “Kalau Bukan Karena Lelaki-Lelaki

KELEMBUTAN ALLAH DALAM MUSIBAH

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 62

Mukmin dan Wanita-Wanita Mukminat, Yang Kalian Tidak Mengetahui dan

Hampir Kalian Membunuhnya, Maka Kalian Akan Mendapat Kesulitan Bila

Mencelakai Mereka, dan Agar Allah Mengumpulkan Siapa Yang Dikehendaki Nya

Dalam Kasih Sayang Nya, Dan Bila Mereka Itu Pergi, Maka Niscaya Kami

Tumpahkan Siksaan Pada Orang Yang Kafir Diantara Mereka Dengan Siksaan

Yang Pedih” (QS Al Fath 25) dan kini Allah menjelaskan bahwa orang-orang mukmin

membuat kesejahteraan pada kaumnya, walaupun mereka kufur dan jahat, namun

keberadaan orang-orang mukmin diantara mereka membuat Allah menahan siksa Nya.

Bahkan Rasul saw bersabda : “Tidaklah akan datang hari kiamat selama masih ada

yang mengucapkan Allah.., Allah..”. (Shahih Muslim hadits no.148) dan sabda Rasul

saw : “Tidak terjadi Kiamat diatas seseorang yang berkata Allah, Allah”. (Shahih

Muslim no.149). Tentunya seorang muslim dari Ummat Muhammad saw, maka

fahamlah kita bahwa Dzikir orang-orang muslim menahan datangnya Kiamat, dan

kiamat adalah Musibah terbesar sepanjang usia Alam diciptakan, dan apalah artinya

musibah banjir, gunung meletus dan lainnya yang tak sedebu dari kejadian Kiamat..?,

Ketahuilah makin banyaknya musibah dimuka bumi ini adalah disebabkan semakin

berkurangnya orang-orang yang berdzikir, semakin kurangnya orang yang beristighfar,

semakin kurangnya orang yang berdoa, bermunajat, dan bertahajjud di malam hari.

Lalu kelaparan, gunung meletus, gempa, banjir, dan segala bencana alam ini semakin

santer dimuka bumi, maka jawabannya segera kita temukan, karena semakin

berkurangnya orang-orang yang berdzikir dan beristighfar kepada Allah swt.

Maka muncullah segala musibah ini, mengapa?, dari Rahmat Nya swt tentunya,

sebagaimana hadits-hadits dibawah ini, Sabda Rasululllah saw : “Tiadalah musibah

menimpa seorang muslim, terkecuali dikurangi dosa darinya, walaupun hanya duri

yang menusuknya”. (Shahih Muslim hadits no.2572, Shahih Bukhari hadits no.5317),

Sabda Rasulullah saw : “Tiadalah seoang mukmin mendapat musibah berupa

kesulitan, permasalahan, kesedihan, penyakit, bahkan kegundahan hati yang

menyelimuti hatinya, kecuali merupakan penghapusan dosa baginya” (Shahih Muslim

hadits no. 2573, Shahih Bukhari hadits no.5318).

Ketika turunnya ayat : “Semua Yang Berbuat Dosa Pasti Akan Dibalas”, maka para

sahabat tampak kebingungan dan sangat ketakutan, maka Rasul saw memanggil

mereka dan berkata : “Kemarilah kalian.., mendekatlah dan duduk berkumpullah

padaku.., ketahuilah bahwa semua yang menimpa muslimin adalah penghapusan

dosa, bahkan kesusahan dan pula duri yang melukainya” (Shahih Muslim hadits

no.2574).

Wahai saudaraku, semakin banyak dosa kita maka telapak tangan penghapus dosa

segera menyeka dosa-dosa kita, bila tak kita bersihkan maka akan datang “Tangan

Penyeka” yang mengajak kita kembali kepada Nya dalam keadaan suci, “Tangan

Penyeka” itu menyeka dosa disertai antibiotik pembersih penyakit di tubuh, bila

dosanya kecil maka hanya perlu sedikit diusap maka akan bersih, namun bila kotoran

itu sudah berkerak dan menular sekampung pula, bahkan sewilayah, bahkan sedunia,

maka alat penyeka itu akan bertebaran dibelahan barat dan timur..,

KELEMBUTAN ALLAH DALAM MUSIBAH

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 63

Wahai Saudaraku bangkitlah, Majelis Rasulullah saw ditegakkan dengan tujuan agung,

yaitu memperbanyak orang-orang bertobat dan mengenal Allah, menghidupkan dzikir,

mengguncang jakarta dengan dzikir Allah, Allah.., dan menumbuhkan semangat dihati

muslimin agar mewarisi semangat Muhammad saw, yang dengan jiwa seperti inilah

musibah akan sirna,

Anda lihat di Aceh?, bagaimana Pekuburan para shalihin tidak disentuh musibah?,

bagaimana Air setinggi 30 meter dengan kecepatan rata-rata 300km/jam dengan

kekuatan ratusan juta ton itu terbelah di masjid-masjid dan pekuburan orang shalih?,

ada di masjid itu?, ada apa di kubur itu?, Singkat saja, ini adalah isyarat Nya kepada

seluruh penduduk Bumi bahwa tempat-tempat sujud kepada Ku, dan tempat berdzikir

bekas peninggalan hamba-hamba Ku yang shalih tak akan disentuh musibah, demikian

pula pusara-pusara mereka yang telah wafat dari Hamba Ku yang shalih pun tak akan

disentuh musibah…!”

Dan begitulah.. air bah yang sedemikian dahsyatnya itu tunduk dan menyingkir dari

tempat-tempat beribadah mereka, siapa?, para ahli dzikir tentunya, hamba-hamba

yang sujud dengan khusyu pada Nya, merekalah penangkal musibah, maka kita mesti

memperbanyak kelompok masyarakat yang seperti ini.. Kita sering terlalu jauh, tak

mungkin kita bisa menjadi penangkal musibah, kita adalah pendosa.., opini semacam

ini sering meracuni pemikiran kita.. Ok kita buktikan, bukankah tempat yang paling

banyak maksiatnya di seluruh Indonesia adalah jakarta?, berarti jakarta lah yang paling

berhak ditimpa “Tangan Penyeka”, namun mengapa musibah selalu menimpa wilayah

luar jakarta?, betul di jakarta ada kebanjiran, ada wabah, namun sangat tak seberapa

dibanding musibah diluar jakarta, mengapa?, Ketahuilah bahwa jakarta inipun kota

yang paling banyak majelis taklimnya di seluruh Indonesia, paling banyak majelis

Dzikir, majelis maulid dll.

Maka semakin kita meramaikan masjid-masjid dan majelis-majelis, maka kasih sayang

Nya terlimpah, sebagaimana Firman Nya dalam hadits Qudsiy : “Sudah Kupastikan

Kasih Sayangku Pada Mereka Yang Saling Mengasihani Karena Aku, Saling

Berkumpul Karena Aku, Dan Saling Berkorban Karena Aku” (Imam Hakim dalam

Mustadrak ala Shahihain hadits no.7314 yang menyebutkan bahwa hadits ini

memenuhi syarat shahihain sebagai hadits shahih), demikian pula dengan makna yang

sama pada Shahih Ibn Hibban hadits no.575.

Maka sudah selayaknya kita segera bangkit meramaikan masjid-masjid kita, rumahrumah

kita, wilayah kita, dengan dzikrullah dan majelis-majelis dzikir dan Ibadah, inilah

yang mesti kita makmurkan, jangan kita terfokus kepada kemajuan dan kemajuan,

yang pada dasarnya kemajuan tanpa iman adalah kepastian datangnya musibah,

Gempa Bumi, Gunung meletus, taufan dan masih banyak lagi tentara Rabbul ‘Alamin

yang akan diutus Nya sebagai alat penyeka..

Wahai Yang Maha Luhur dan selalu memuliakan hamba Nya yang berzikir kepada

Nya, muliakanlah setiap pembaca risalah ini dengan pengampunan Mu, penyelesaian

dari segala kesulitan dan musibah, pengabulan segala doa dan munajat, dan pula

Curahkan kemuliaan Mu dengan kenikmatan dan kebahagiaan Dunia dan Akhirat bagi

saudara saudara kami muslimin yang tertimpa musibah di Jogja dan seluruh belahan

KELEMBUTAN ALLAH DALAM MUSIBAH

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 64

bumi muslimin, gantikan harta mereka dengan yang lebih indah di dunia dan akhirat,

muliakan yang wafat dari mereka dengan mati syahid, dan kumpulkan arwah mereka

bersama para syuhada di alam barzakh, amiin amiin..

Dan mudahkanlah perjuangan Majelis Rasulullah saw dan seluruh majelis taklim dan

dzikir di muka bumi, selesaikan kesulitan dan hambatan kami, maafkan seluruh dosa

pendukung kami, dan curahkan shalawat sebanyak banyaknya dan semulia-mulianya

kepada Imam kami dan Idola kami Sayyidina Muhammad saw serta keluarga dan

sahabatnya, muliakan pula semua orang orang yang memuliakannya, walhamdulillahi

ala dzalik..

KEMULIAAN MAKAM RASULULLAH SAW

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 65

KEMULIAAN MAKAM RASULULLAH

SAW

Sayyidina Umar bin Khattab ra adalah salah seorang pecinta Rasul saw, beliau ra

selalu tak ingin berpisah dengan Rasul saw, maka ketika ia telah dihadapan

sakratulmaut, Yaitu sebuah serangan pedang yang merobek perutnya dengan luka

yang sangat lebar, beliau tersungur roboh dan mulai tersengal sengal beliau berkata :

“dekatkan aku susu”, alangkah mulianya Amirulmukminin ini, beliau masih ingat

sunnah Nabinya saw yang menyukai susu, maka saat susu itu diminumkan, segera

susu itu tumpah dari luka diperutnya, maka ia memahami bahwa ia sudah diambang

sakratulmaut, ia menoleh dan berkata kepada putranya (Abdullah bin Umar ra),

“Pergilah pada ummulmukminin, katakan padanya aku berkirim salam hormat

padanya, dan kalau diperbolehkan aku ingin dimakamkan disebelah Makam Rasul saw

dan Abubakar ra”,

Maka ketika Ummulmukminin telah mengizinkannya maka berkatalah Umar ra : “Tidak

ada yang lebih kupentingkan daripada mendapat tempat di pembaringan itu

(dimakamkan disamping makam Rasul saw), maka bila aku wafat, usunglah aku

kesana, dan ucapkan lagi salam, dan mohonkan izin lagi pada Ummulmukminin, bila

beliau mengizinkan maka kuburkan aku, kalau beliau menolak maka tolaklah aku ke

pekuburan muslimin” (Shahih Bukhari hadits no.1328).

Mustahil Umar ra meminta berkali-kali untuk diizinkan dimakamkan disebelah makam

Rasul saw dan Abubakar ra, kenapa?, apakah sekedar iseng belaka?, melainkan bukti

bahwa Makam Rasul saw mempunyai kemuliaan, demikian pula Makam Abubakar

Shiddiq ra, sehingga Umar ra dalam sakratulmautnya masih sempat mengucapkan

kalimat bahwa tak ada yang lebih diperdulikannya selain pembaringan disebelah

mereka.

Demikianlah Mahabbah (cinta) kepada Rasul saw, dan setelah Rasul saw wafat,

diriwayatkan bahwa peninggalan-peninggalan pakaian Rasul saw disimpan oleh para

sahabat, sebagaimana cincin beliau saw dipakai oleh Anas bin malik, lalu pindah

ketangan Abubakar ra, lalu pindah ketangan Umar bin Khattab ra, lalu pindah ketangan

Usman bin Affan ra, lalu terjatuh ke sumur Aris, dan berkata Anas bin malik : Aku

mencarinya bersama usman bin Affan selama 3 hari dan kami tak juga menemukannya

(Shahih Bukhari hadits no.5540). Betapa mereka menjaga barang barang peninggalan

Rasul saw, kalau seandainya cincin itu tak ada nilai mahabbah, maka tak perlulah

Usman bin Affan mencarinya hingga 3 hari, ini menunjukkan barang peninggalan Rasul

saw dimuliakan dan dicintai oleh para sahabat besar, radhiyallahu ‘anhum,

Lalu siapa pula yang mengingkari Abubakar Shiddiq ra?, siapapula yang mengingkari

Umar bin Khattab ra?, Usman bin Affan ra?, Ali bin Abi Thalib kw?, mereka

kesemuanya seperti yang disebutkan Imam Bukhari dan para muhadditsin besar

lainnya, demikian mereka ini dan para penerusnya dari zaman ke zaman, para pecinta

KEMULIAAN MAKAM RASULULLAH SAW

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 66

Rasul saw terus ada dan terus mengenang sang nabi saw, puji-pujian pada Nabi saw

terus digandrungi, dan Rasul saw bersabda : “Orang yang dahsyat Cintanya padaku di

ummat ini, adalah mereka yang hidup setelah aku wafat, namun hati mereka lebih

condong untuk melihatku lebih daripada harta dan keluarga mereka” (Shahih Muslim

hadits no.2832)

Wahai para pemuda bangkitlah.. kenalkan dirimu.. katakan pada mereka, dan jangan

kau malu dan ragu, katakan pada semua temanmu.. : “Kalian ber idola lah dengan

idola kalian, idolaku adalah Muhammad Rasulullah saw..!”, bangkitlah dengan

mencintai sunnah beliau saw, mengenalkan sunnah beliau saw kepada teman teman,

Maka mereka yang menolak memuji Rasul saw, dan melarang orang memuji Rasul

saw di masjid-masjid, mereka adalah pengkhianat nabi saw, mereka membawa ajaran

sesat dari bisikan syaitan, dan bahwa telah terjadi di zaman Rasul saw seorang lelaki

menyeramkan dengan jenggot memanjang dan dahi menjorok kedepan, mata

membelalak, dan berkepala sulah, menegur Rasul saw seraya berkata : “Bertakwalah

kepada Allah wahai Rasul..!”, maka murkalah Rasul saw dan berkata : “Bukankah aku

yang paling berhak atas ketakwaan dimuka bumi ini..?”, maka berkata Khalid bin walid

ra : Izinkan aku menebas lehernya Wahai rasulullah..!, maka berkatalah Rasul saw :

“Jangan.. barangkali dia ini shalat”, maka berkata Khalid : berapa banyak orang yang

shalat dan hatinya tidak shalat?, maka Rasul saw menjawab : “Aku tidak diutus untuk

membelah dada mereka untuk memeriksa iman mereka”, lalu Rasul saw terus

memandangi lelaki buruk akhlak itu seraya bersabda : “akan lahir dari sulbi orang ini

suatu kaum yang membaca Kitabullah dengan lembab, tidak melewati tenggorokannya

(tidak diamalkan/tidak memahami kemuliaan Alqur’an, hanya sekedar hafal lalu

menghina orang lain), mereka menjauh dari agama sebagaimana menjauhnya anak

panah dari busurnya, bila aku menjumpai mereka aku akan memerangi mereka

sebagaimana memerangi kaum tsamud” (Shahih Muslim hadits no.1063,1064).

Muncullah wabah akidah dizaman kita, mereka banyak menghafal Alqur’an namun pula

bibir mereka kotor dengan menuduh Musyrik pada orang muslimin. Wahai Allah..

terbitkan matahari Mahabbah dan cinta kami pada Idola kami Muhammad saw…,

curahkanlah hidayah pada semua muslimin yang terperangkap oleh perangkat sesat

ini, palingkan hati mereka untuk mencintai Nabi Muhammad saw. Sebagaimana para

sahabat mencintai nabi saw, amiin ..amiin..

KETIKA BELAHAN HATIKU WAFAT

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 67

KETIKA BELAHAN HATI KU WAFAT

Telah datang surat ke email saya, ketika seorang ayah mulia mengabarkan kedua

putra kesayangannya yang wafat.. maka kutulis surat ini untuknya dan untuk semua

orang tua yang ditinggal wafat oleh putra atau putri tercintanya..

Limpahan Puji Bagi Sang Matahari Kelembutan yang selalu bersinar cerah tak

mengenal redup dan terbenam, Limpahan Shalawat dan Salam atas Nabi dan Imam

Tunggal kami Sayyidina Muhammad saw yang memimpin seluruh manusia di hari

kiamat kelak, Maha Suci Allah, Maha Raja Yang Menegakkan Kerajaan Alam dengan

segala keindahan dan kemegahan,

Maha Suci Allah Yang Maha Menghamparkan Bumi dengan segala isi dan

keajaibannya, ditebarkannya seluruh benda, bebatuan, hewan, tumbuhan, yang setiap

satu dari makhluk makhluk itu kesemuanya dirangkai Nya dari trilyunan sel dan

molekul yang masing masing sel itu bekerja bagai para pekerja yang tak mengenal

lelah dalam tugasnya, milyaran sel yang menjadi rangkaian mata, milyaran sel yang

menjadi rangkaian telinga, milyaran sel yang merekam penglihatan, pendengaran,

pertumbuhan rambut, pertumbuhan tubuh dan tugas tugas lainnya,

Maha Suci Allah, Yang Menciptakan Adam as dari segenggam tanah lumpur.. maka

ditumbuhkan Nya tubuh Adam as dengan segala kesempurnaan sebagai mesin yang

paling sempurna di Bumi, Maha Suci Allah Yang Maha Menghembuskan Ruh ke tubuh

Adam as, dan lalu Dia swt Menyimpan milyaran sel manusia penduduk bumi didalam

Sulbi Adam as.. Lalu seluruh sel itu masing masing menanti Pengaturan Sang Maha

Raja untuk berpindah pindah dari sulbi ke sulbi.. setiap dari mereka hidup dan

menunggu saat dan ketentuan Sang Pemilik Kehidupan, Maha Suci Allah, Yang Maha

Hidup dan Maha Tunggal Menciptakan Kehidupan dan meminjamkannya pada ciptaan

ciptaan Nya di Alam,

Tiada satupun dari yang hidup dimuka bumi ini hidup dengan keinginannya, mereka

hidup tanpa didahului keinginan mereka untuk hidup.., mereka hidup karena telah

didahului keinginan Yang Maha Memiliki Kehidupan.., Lalu trilyunan sel hidup itu

berpisah…, sebagian wafat sebelum mencapai kehidupan alam rahim, karena onani,

mimpi junub atau sebab lainnya, lalu sebagian lainnya pun menanti di Pintu Gerbang

Alam Rahim untuk menunggu keputusan, ternyata hanya satu sel saja yang diizinkan

untuk menghuni Alam Rahim,

Maka milyaran Sel hidup itu tunduk patuh pada Kehendak Sang Penciptanya, untuk

wafat dalam Samudera Ketentuan Nya, kejadian seperti ini terjadi setiap kejap di

permukaan Bumi.., maka hiduplah sang Sel Tunggal di Alam Rahim dalam Bimbingan

Kesempurnaan Nya swt, maka sel itu ditumbuhkan Nya menjadi segumpal darah, dan

lalu ditumbuhkan Nya menjadi segumpal daging, lalu ditumbuhkan Nya menjadi

anggota tubuh yang sempurna..

KETIKA BELAHAN HATIKU WAFAT

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 68

Bayi itu hidup dalam Bimbingan Tunggal Kasih Sayang Nya yang Maha Sempurna

sebelum ia disentuh dan dikenal oleh Ibunya, Dialah Maha Tunggal Mengasuh Kita

sebelum kita dikenal oleh ayah dan bunda, dia pula Yang Maha Mengasuh kita sejak

sel kita masih menempati tubuh Adam as,

Setelah proses penciptaan Nya sempurna, maka ia titipkan sebagian Kasih Sayang

Nya pada ayah dan ibu, dipenuhi Nya sanubari keduanya dengan kasih sayang.. Maka

Luluslah sang Bayi untuk hidup bertugas ke Alam Dunia, dengan berjuta bayi lainnya

yang tak dikehendaki Nya untuk menginjak kehidupan Bumi Milik Nya, cukuplah

mereka hanya sampai alam rahim dan lalu kembali pada Cahaya Ketentuan Nya. Lalu

Rangkaian milyaran sel ini hidup saling mengisi antara ayah ibu dan anak.., ayah harus

bertanggungjawab dengan amanat yang dititipkan Nya, demikian pula Ibu, dan sang

anak harus pula bertanggungjawab atas kasih sayang ayah bundanya,

Mereka diberi Nya izin tinggal di Bumi Nya, makan dan minum dari seluruh ciptaan

Nya, bersenang senang menikmati keindahan Ciptaan Nya dan mengambil manfaat

dari apa saja yang kesemua itu adalah Milik Nya, dicipta Nya Matahari sebagai

penerang dan dijadikan Nya Bumi berputar agar siang dan malam membuat manusia

tak bosan dan jemu melewati kehidupan dan agar mereka mengerti hitungan tahun dan

masa,

Ditumbuhkan Nya tetumbuhan dari permukaan Bumi dengan berjuta jenis.., ada yang

menjadi Buah2an beragam rasa, sayuran, pohon yang rindang dan bunga bunga yang

Indah, hewan hewan ternak, serangga, burung burung, sebagai makanan, bahan

rumah, penghibur, dan bermacam macam manfaat bagi para keturunan Adam as yang

menghuni Bumi Nya, dan tak satupun dari segalanya itu hidup dan Lahir dimuka bumi

dari keinginan mereka sendiri, sebagian dari mereka diberi Nya izin tinggal sesaat, lalu

berpindah ke alam barzakh, adapula yang diizinkan Nya tinggal di Bumi Nya sehari,

sebulan setahun, bahkan seratus tahun..

Masing masing tinggal di bumi dan saling mendahului satu sama lain untuk mencapai

Barzakh, yang ditinggal akan kehilangan dan sedih pada yang meninggalkan,

demikianlah Bumi Mencatat memori historinya setiap detik sejak turunnya Adam as

hingga hari akhir kelak, perpisahan telah terjadi sejak semua trilyunan sel itu

berkumpul di sulbi Adam as, ada kelompok yang terdahulu, meninggalkan sel2

saudaranya untuk menghuni alam rahim Siti Hawa, lalu milyaran sel dari kelompok

pertama itu menanti di gerbang Alam Rahim Hawa, ternyata hanya dua dari mereka

yang ditentukan menghuninya, dan sisanya wafat dalam Kewibawaan Takdir Nya,

menjadi pendahulu ke alam barzakh…

Lalu berangkatlah kelompok kedua, milyaran sel itupun meninggalkan sulbi Adam as

menuju Rahim Siti Hawa, maka hanya dua sel saja yang diizinkan menghuninya, maka

perpisahan pun terjadi, demikian dan demikian setiap kejap perpisahan terjadi di alam

sulbi, di alam rahim, di alam dunia, di alam Barzakh dan di hari kiamat.. masing masing

saling mendahului satu sama lain.

Tiadalah kehidupan terkecuali pasti menemui kematian, tiadalah perkumpulan

terkecuali menemui perpisahan, dan kesemua yang ada diatas tanah, akan kembali ke

KETIKA BELAHAN HATIKU WAFAT

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 69

tanah.., sebesar apapun dan semewah apapun gedung dan perumahan.., tetap akan

mengalami kehancuran, tidak beda antara kaya dan miskin, pejabat dan budak, tua

dan muda, lelaki dan wanita, terhormat mulia atau penjahat keji, kesemuanya sama

akan kembali kedalam bumi sebagai bangkai yang menjadi santapan hewan didasar

bumi, ini semua merupakan Lambang Bahwa Dia Lah Yang Maha tunggal menguasai

Keabadian dan kehidupan..,

Ah.. wahai saudaraku, tenanglah.. anda akan menyusul putra putra anda dalam waktu

cepat atau lambat, namun pasti..Kedua putra anda tak akan kemana mana, hanya

berpindah kamar yang hanya dipisahkan satu pintu yang pasti akan terbuka pada

waktunya nanti. Bersyukurlah atas nikmat itu, keduanya sedang bermain puas dalam

kelembutan yang Tunggal, mereka tak sedih berpisah dengan kedua orang tuanya,

percayalah.. mereka dalam kesenangan.., kebahagiaan..,

Dalam suatu hari Rasul saw kedatangan sepasang suami istri yang mengadukan

kematian putri mereka, kalau putrinya bisa hidup lagi maka mereka akan masuk islam,

maka Rasul saw minta ditunjukkan dimana putri kecil itu dimakamkan, lalu Rasul saw

memanggilnya, “Wahai Fulanah binti Fulan, bangkitlah dengan izin Allah..”, maka

bangkitlah sang bocah dari kuburnya, lalu Rasul saw bertanya : “Maukah kau kembali

kepada kedua orang tuamu atau kembali ke alam kubur?”, maka si bocah menjawab :

“aku ingin kembali ke alam kubur..!”, Rasul saw menjawab : “ini kedua ayah dan ibumu

yang memintaku menghidupkanmu, mereka tak tahan berpisah denganmu, mereka

akan mencurahkan kasih sayangnya padamu..?”, maka bocah itu menjawab : “aku

telah menemukan kasih sayang yang sangat lembut dan lebih indah dari kasih sayang

ayah ibuku, membuatku lupa pada kasih sayang kedua orang tuaku, aku ingin kembali

kepada Tuhanku Yang Maha Lembut”. maka anak itupun diizinkan kembali wafat oleh

Rasul saw, kembali kepada Allah…, Samudera Kasih Sayang Yang Maha Tunggal

Menciptakan Kasih sayang dan kerinduan, lalu menebarkannya di sanubari trilyunan

keturunan Adam as.

Rasul saw menjelaskan, bahwa ketika hari kiamat, saat setiap huruf yang kita ucapkan

dipertanggungjawabkan, saat setiap manusia harus bertanggungjawab atas setiap

nafasnya dan setiap debu yang diinjaknya, maka mereka harus menemui seleksi

terakhir… seleksi pertama adalah seleksi memasuki alam rahim, seleksi kedua adalah

memasuki alam dunia, seleksi ketiga adalah memasuki alam barzakh, dan seleksi

terakhir adalah Pengadilan Agung untuk memisahkan mereka ke surga atau neraka.

Allah berfirman : “HARI DIMANA PARA PENDOSA ITU BERHASRAT KALAU BISA

SELAMAT DARI AZAB DENGAN MENUKAR AZAB ITU DENGAN ANAK

ANAKNYA, DAN DENGAN SUAMI ATAU ISTRINYA, DAN DENGAN

KELOMPOKNYA YG (padahal dahulu dimasa hidupnya) SELALU

MENOLONGNYA, ATAU MENUKAR DENGAN SELURUH PENDUDUK BUMI

HINGGA BISA BEBAS DAN SELAMAT, SUNGGUH TIDAK..!, (tak akan bisa

mereka menukarnya) SUNGGUH AZAB NERAKA ITU KELAK BERGEJOLAK DAN

BERGEMURUH, (api dahsyat) YANG MENCERAI BERAIKAN TULANG RUSUK

DAN SENDI, MEMANGGIL NAMA NAMA MEREKA YG BERPALING (dari perintah

Allah) DAN MENOLAK…….”. (QS Al Ma’arij 12-17). dan saat seperti itulah ada

sekelompok anak anak yang bermain main di Gerbang Sorga, mereka tak mau masuk

KETIKA BELAHAN HATIKU WAFAT

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 70

kedalam sorga sebelum kedua ayah dan ibu mereka dibebaskan Allah swt, dan Allah

swt memerintahkan anak anak itu memanggil nama nama ayah bunda mereka untuk

segera memasuki sorga Nya, Istana Keabadian, Istana Kemewahan Yang Abadi..

Wahai Saudaraku, Putra kesayanganku pun wafat dalam usia dua tahun, ia tenggelam

dan ditemukan telah mengambang di kolam tanpa nyawa, sedangkan aku sedang

dalam tugas dakwah diluar kota, kuingat terakhir kali tangan mungilnya melambai

gembira setelah ice cream kuberikan padanya agar ia izinkan aku pergi, kutinggalkan

ia dengan kerinduan, aku mengemban tugas dakwah sang Nabi saw, saat aku kembali,

aku menemukannya terbujur kaku tanpa nyawa, beberapa hari kemudian aku bermimpi

melihatnya sedang bermain di taman yang indah bersama ayahku yang telah wafat,

aku hanya berlinang airmata.. mengingat saat namaku mungkin dipanggil oleh Api

Neraka untuk menebus dosa.. saat itu putra kesayanganku memanggil manggil

namaku dan aku selamat, meninggalkan Kejaran Neraka,memeluk Putra

kesayanganku dan menggendongnya menuju Sorga Keabadian.. bila kuingat ini maka

aku bersyukur atas kematian anakku..

Demi Allah Yang telah mewafatkan kedua anak anda, kedua putra anda akan berlarian

memanggil manggil anda dan ibunya.. anda akan memeluk mereka dan mereka akan

berteriak gembira, menyambut anda dan istri anda.. dan menggenggam tangan anda

dan istri anda pada Istana Keabadian.. kejadian ini sangat indah walau hanya

dikhayalkan.. Namun kejadian ini akan datang dan pasti karena Merupakan Janji dari

Yang Maha Memberi dan Mencabut Kehidupan..

Maha Suci Allah.. Sujud syukurku atas Mu..

(wassalam)

MEREDAM KEMURKAAN ILAHI

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 71

MEREDAM KEMURKAAN ILAHI

Seorang pria muda (sebutlah ia bernama amir) mendengar hadits-hadits dan ayat

tentang mulianya bersedekah di jalan Allah, betapa mulianya ber infaq dengan

shadaqatussir (sedekah secara sembunyi-sembunyi), sebagaimana hadits Rasul saw

“Sedekah dengan sembunyi sembunyi memadamkan kemurkaan Allah” (HR Thabrani

dengan sanad Hasan).

Maka bangkitlah di hati Amir niat luhur untuk melakukannya, ia merasa telah banyak

bermaksiat dan ia merasa ibadah-ibadahnya tak cukup untuk memadamkan

kemurkaan Allah swt, dan iapun mulai mengumpulkan hartanya, setiap ia mendapat

untung dari pekerjaannya selalu ia sisihkan untuk bersedekah secara sembunyisembunyi,

siang malam ia terus berusaha dengan gigih mengumpulkan uang hingga

setahun lamanya, terkumpullah sejumlah uang dinar emas yang cukup banyak

jumlahnya.

Malam itu Amir menaruh seluruh uangnya itu dalam kantung besar, lalu ia berpakaian

gelap dan penutup wajah hingga tak seorangpun mengenalinya, ia berjalan ditengah

malam yang sunyi, tiba-tiba ia melihat seorang wanita yang tertidur di emper jalan,

maka ia lemparkan kantong uangnya pada tubuh si wanita, si wanita pun kaget

terbangun, dan hanya menyaksikan pria bercadar itu lari terbirit-birit. Amir membatin

dalam hatinya “ah wanita itu pasti berharap isi kantung itu adalah makanan, namun

MASYA ALLAH SETUMPUK UANG DINAR!!.. wah.. dia pasti gembira dan

mendoakanku..Puji syukur atas Mu Rabbiy, aku lelah setahun mengumpulkan uang

untuk hal ini.., semoga Engkau menjadikannya shadaqah rahasia yang kau terima..”

Keesokan harinya heboh lah kampung itu dengan kabar bahwa seorang wanita pelacur

mendapat sekantung uang dinar emas ketika sedang menunggu pelanggannya..!,

mendengar berita itu maka Amir terhenyak lemas.. ia membatin, Subhanallah..

pelacur.. sedekahku yang kukumpulkan setahun ternyata ditelan pelacur!, ah..

sedekahku tak diterima oleh Allah.. hanya menjadi santapan wanita pezina dan

penyebab orang berzina?naudzubillah?!

Amir muram dan sedih.. namun ia tetap penasaran, ingin agar sedekahnya diterima

oleh Allah dan tak salah alamat, maka ia mengumpulkan lagi harta dengan lebih gigih

lagi hingga setahun lamanya, setelah harta terkumpul ia membeli sebanyak-banyaknya

perhiasan emas dan berlian, terkumpullah sekarung perhiasan beragam corak dan

jenis.. ah.. ia puas memandang jerih payahnya.., iapun mengulangi perbuatannya,

menggunakan penutup wajah dan membawa karung perhiasan itu ditengah malam..,

tiba-tiba ia melihat seorang lelaki setengah baya yang sedang berjalan ditengah

malam, wajahnya tampak kusut dan penuh kegundahan, maka si Amir pun

melemparkan karung itu pada si lelaki dan berkata : “terimalah sedekahku..!”, lalu

iapun lari terbirit-birit, agar si lelaki itu tak mengenalinya.

Keesokan harinya kampung itu gempar, semalam ada seorang perampok yang ketiban

rizki sekarung perhiasan dari lelaki misterius, ah..ah.. Amir sangat lesu.. dua tahun

MEREDAM KEMURKAAN ILAHI

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 72

sudah kukumpulkan uang dengan susah payah, tapi selalu salah alamat. Namun Amir

masih juga penasaran.., ia kembali kumpulkan uang.. berlanjut hingga setahun, maka

ia berbuat seperti tahun yang lalu lalu, menaruh uang dinar emasnya di kantung kulit,

lalu berjalan ditengah malam.. ia melihat seorang tua renta yang berjalan tertatih tatih

sendirian.. nah.. ini.. pasti tak salah alamat..gumam Amir.. iapun memberikan kantung

Dinar Emasnya pada Kakek itu dan lari.

Keesokan harinya kampung itu gempar lagi, seorang Kakek yang menjadi orang

terkaya di kampung itu mendapat sedekah sekantung emas dinar.. maka Amir pun

roboh.. ia kapok.. berarti memang ia adalah pria busuk yang sedekahnya tak akan

diterima oleh Allah, 3 tahun ia berjuang namun Allah menghendaki lain.., Amir pun

berdoa : “Rabbiy kalau kau menerima sedekahku itu maka tunjukkanlah..”

Zaman terus berlanjut tanpa terasa, puluhan tahun kemudian Amir sudah tua renta, di

usia senjanya ia mendengar ada dua orang ulama adik kakak, keduanya menjadi

ulama besar dan mempunyai murid ribuan, kedua Ulama itu anak yatim, ayah mereka

wafat saat mereka masih kecil, lalu karena jatuh miskin maka ibunya akhirnya melacur

untuk menghidupi anaknya, dalam suatu malam ibunya bermunajat pada Allah :

Rabbiy, kuharamkan rizki yang haram untuk anak-anakku, malam ini berilah aku rizki

Mu yang halal, lalu Ibu itu tertidur di emper jalan, lalu ada seorang misterius yang

melemparkan sekantung uang dinar emas padanya, lelaki itu menutup wajahnya

dengan cadar, maka sang Ibu gembira, bertobat, dan menyekolahkan anaknya dengan

uang itu dan hingga kedua anaknya menjadi Ulama dan mempunyai murid ribuan

banyaknya…

Airmata menetes membasahi kedua pipi Amir yang sudah tua renta, oh.. sedekah ku

itu ternyata diterima Allah.. dan pahalanya dijaga Allah hingga berkesinambungan

dengan anak-anak sipelacur yang menjadi ulama dengan uang sedekahnya, dan

memiliki murid ribuan pula, Maha Suci Allah.. Dia tidak menyia-nyiakan jerih payahku..

namun apa nasibnya dengan sedekahku yang tahun kedua?, belum lama Amir

membatin, datang pula kabar bahwa seorang Wali Allah barusaja wafat.., dia dulunya

adalah perampok, suatu malam ia dilempari sekarung perhiasan oleh pria misterius,

lalu ia bersyukur kepada Allah, beribadah dan beribadah, meninggalkan kehidupan

duniawi, berpuasa dan bertahajjud, hingga menjadi orang yang Shalih dan Mulia, dan

wafat sebagai dengan mencapai derajat Waliyullah (kekasih Allah) dan banyak pula

orang yang bertobat ditangannya.

Amir semakin cerah wajahnya dan semakin malu kepada Allah, tak lama sampai pula

kabar padanya bahwa telah dibangun sebuah rumah amal, yang selalu tak pernah sepi

dikunjungi para pengemis, rumah amal itu selalu membagi-bagikan hartanya pada para

Fuqara, rumah amal itu didirikan oleh seorang tua renta yang kaya raya di kampung

itu, ia awalnya sangat kikir, namun suatu malam ia dihadiahi sekantung uang dinar

emas oleh pria misterius, iapun malu dan bertobat, lalu menginfakkan seluruh hartanya

untuk rumah amal.

Amir tak tahan menyungkur sujud kehadirat Allah swt, betapa luhurnya Dia Yang Maha

Menjaga Amal nya yang tak berarti hingga berlipat-lipat dan berkesinambungan, ah..

Amir benar-benar telah mencapai cita-citanya.. yaitu sabda Rasul saw : “Sedekah

MEREDAM KEMURKAAN ILAHI

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 73

secara sembunyi-sembunyi memadamkan kemurkaan Allah”, dan ia mendapatkan

pahala yang terus mengalir tanpa henti, bagai menaruh saham dengan keuntungan

berjuta kali lipat setiap kejapnya, betapa tidak, apalah artinya sekantung uang dinar

emas dibanding pahala sujud orang yang bertobat, sedangkan kita mendengar hadits

Rasul saw : “Dua raka’at Qabliyah Subuh lebih mulia dari dunia dan segala isinya”.

Lalu bagaimana dengan pahala yang bertumpuk dari sebab amal sedekahnya yang tak

berarti itu?, betapa beruntungnya si pria ini, dan betapa mulia derajatnya, dan

merugilah mereka yang kikir dengan hartanya, yang merasa bahwa makan dan

minumnya lebih berhak didahulukan daripada menjadikannya perantara yang

mendekatkannya pada Keluhuran yang Abadi, ah.. semoga aku dan kalian

dikelompokkan sebagai penanam saham untuk meneruskan tegaknya Dakwah Nabi

Muhammad saw, amiin..

( ide cerita dari Shahih Bukhari hadits no.1355)

MERINDUKAN ALLAH

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 74

MERINDUKAN ALLAH

Ketika malam telah larut, alam fikiranku melayang mengembara kearah kegelapan

malam, fikiranku menerawang kesebuah kuburan yang kaku, gundukan tanah merah

yang dingin, perut bumi yang menjadi kediamanku kelak, didalamnya tak lain cacing

dan serangga pemakan bangkai, tubuhku yang tak mampu menepis binatang yang

menggerogotiku dan menjadikan tubuhku sarang dan tempat bertelur, alangkah tak

berdayanya tubuh ini, sahabatku meninggalkanku, anak istriku meninggalkanku,

orangtuaku meninggalkanku, semua orang yang kukenal melupakanku, mereka tak

mau ikut mati bersamaku, mereka tak mau tahu lagi apa yang menimpaku dikuburku,

mereka tak mau walau hanya menepiskan cacing yang menggerogoti tubuhku, mereka

tak perduli lagi tubuhku membusuk sedikit demi sedikit, hingga tubuhku hancur dan

berbau, hingga tubuhku menjadi tulang, lalu habis musnah menjadi tanah, kemana aku

akan pergi, ruhku akan melayang memenuhi panggilan Penciptaku.

Wahai Allah, tak ada selain Mu, Engkaulah yang akan menepiskan semua serangga

yang mendekati tubuhku, akan Kau jaga tubuhku yang masuk dalam perut Bumi,

Engkau mendengar jeritan hatiku yang merindukan Mu, maka dengarlah Wahai yang

menciptakan harapan, wahai yang menciptakan segala kerinduan, wahai yang

menciptakan keinginan untuk mengadu, kulontarkan kalimat yang kini hampir

memecahkan kalbuku,

Aku tak mempunyai selain Mu untuk mengadu, untuk menolong, untuk memberi, untuk

diharapkan, untuk bergerak, untuk bernafas, untuk berucap, untuk bersuara, untuk

mendengar, untuk melihat, untuk melangkah, untuk bergerak, untuk berfikir, untuk

makan, untuk minum, untuk tersenyum, untuk bergembira, untuk segala galanya,

selain Mu, semua yang kumiliki, dan yang tak kumilki adalah milik Mu, tubuhku milik

Mu, makananku milik Mu, semua yang kulihat milik Mu, semua yang kudengar Milik

Mu, semua yang kuuucapkan milik Mu, semua langkahku milik Mu, setiap nafasku milik

Mu, setiap detak jantungku milik Mu, perasaanku milik Mu, kerinduanku milik Mu,

harapanku milik Mu, kesedihanku milik Mu, kegembiraanku milik Mu, alangkah

indahnya wahai Rabb, Karena Engkau memilikiku, Engkau menggenggam diriku,

Engkau mengaturku, Engkau menjagaku, Engkau melindungiku, Engkau

mengayomiku, Engkau melimpahkan kelembutan Mu padaku, aku merindukan Mu

wahai Allah, Engkau memanggilku agar aku dekat kepada Mu wahai Allah..

Wahai yang menciptakan cinta kasih di seluruh kalbu hamba Nya, Engkau

menghendaki aku mencintai Mu wahai Allah.., wahai yang menciptakan lidah saling

menyebut nama nama hamba Nya, Engkau menghendaki aku menyebut nama Mu

wahai Allah, wahai yang menciptakan segala yang indah, keindahan yang terlihat dan

yang tak terlihat, keindahan yang terdengar dan tak terdengar, keindahan yang

terucapkan dan tak terucapkan, keindahan yang terasa dan tak dapat dirasa,

keindahan yang diketahui dan yang tak diketahui, keindahan yang tersaksikan dan

yang tersembunyi, semua keindahan itu berasal dari keindahan Mu wahai Allah, maka

betapa indahnya Engkau .., betapa lembutnya Engkau..

MERINDUKAN ALLAH

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 75

Maka Wahai Pencipta Keindahan, Wahai Pencipta Kelembutan, Wahai Pencipta Kasih

sayang, sebagaimana Engkau perlihatkan keindahan yang ada pada makhluk Mu,

sebagaimana Engkau perlihatkan kelembutan yang ada pada makhluk Mu,

sebagaimana Engkau perlihatkan kasih sayang yang ada pada makhluk Mu, maka

perlihatkan padaku Keindahan Mu wahai Allah, perlihatkan kelembutan Mu wahai

Allah.., perlihatkan kasih sayang Mu wahai Allah, walau hanya berupa harapan, walau

hanya berupa sangkaan, walau hanya berupa khayalan, walau hanya berupa

kerinduan, walau hanya berupa keinginan, walau hanya berupa airmata, walau hanya

berupa pemberian, walau hanya berupa lamunan, walau hanya berupa kemudahan,

walau hanya berupa pertolongan, asalkan aku mengetahui bahwa itu datang dari

kelembutan Mu, datang dari kasih sayang Mu, datang dari keindahan Mu,

Alangkah kecewa hamba yang hanya memiliki harapan, hamba yang hanya memiliki

khayalan, hamba yang hanya memiliki lamunan, hamba yang hanya memiliki

kerinduan, hamba yang hanya ingin dekat, hamba yang hanya mendambakan

kelembutan, hamba yang hanya mendambakan ayoman, hamba yang hanya

mendambakan kasih sayang, sedangkan modal semua harapanku hanyalah airmata,

apakah ia harus dikecewakan oleh yang Maha tak mengecewakan, alangkah hancur

perasaannya kalau kerinduannya ditolak oleh yang Maha tak menolak kerinduan,

alangkah berkeping kepingnya kecintaannya, bila keinginannya untuk dekat tertolak

oleh yang Maha tak menolak hamba Nya yang ingin dekat, itu semua tak ada pada

dzat Mu, itu semua tak ada dalam sifat Mu, itu semua tak ada pada perbuatan Mu,

Apalagi yang membuatku tertolak sedangkan Engkau yang Maha menerima, apalagi

yang membuatku tersingkir sedangkan Engkau yang Maha merangkul, apalagi yang

membuatku terjauhkan, sedangkan Engkaulah yang maha mendekatkan, salahkah aku

merindukan Mu, sedangkan Engkaulah yang menciptakan kerinduanku pada Mu,

salahkah aku menginginkan dekat pada Mu, sedangkan Engkaulah yang menciptakan

keinginanku untuk dekat kepada Mu, salahkah aku merasa tenggelam dalam samudra

Kelembutan Mu, sedangkan Engkaulah yang menciptakan perasaa itu dihatiku.

Wahai Allah.., wahai yang menamakan diri Nya Allah, wahai yang menginginkan nama

Nya dipanggil Allah, wahai yang menginginkan lidahku memanggil Dzat Nya dengan

panggilan Allah, wahai yang menginginkan aku mengharapkan Nya dengan mengingat

nama Allah, wahai yang menciptakan lidahku bergetar menyebut Nama Allah, wahai

yang memberikan kemampuan pada jemariku menuliskan nama Allah.., maka dengan

kemauan Mu kusebut namamu Allah.., dengan keinginan Mu kurindukan Engkau

Allah.., dengan keinginan Mu aku ingin dekat kepada Mu wahai Allah,

Salahkah aku berkeinginan, salahkah aku merindukan, salahkah aku ingin dekat,

sedangkan semua getaran kalbuku itu adalah keinginan Mu wahai Allah, maka

sebagaimana Kau jadikan cacing merangkak tanpa tangan dan kaki, maka jadikan aku

merangkak kepadamu tanpa hambatan, sebagaimana Kau jadikan anjing najis

bertasbih mensucikan Mu, maka jadikan aku pendosa hina yang mendambakanmu,

sebagaimana kaujadikan air mengalir menjadi beku, maka jadikan harapanku mengalir

kearah Mu dan membeku dipintu Mu, sebagaimana Kau jadikan gunung batu menjadi

debu, maka jadikan seluruh kesalahanku menjadi debu dihadapan Keagungan Mu,

sebagaimana Kau jadikan bumi perkasa terinjak injak, maka jadikan hawa nafsuku

MERINDUKAN ALLAH

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 76

terinjak injak kerinduanku kepada Mu, sebagaimana Kau jadikan Raja berwibawa

terkalahkan dan terhinakan, maka jadikan kesombonganku terhinakan oleh

kewibawaan Mu, sebagaimana kau jadikan sesuatu yang bergerak menjadi diam,

maka jadikan tubuhku yang bergerak berubah diam dari segala yang tak Kau ridhai,

sebagaimana kau jadikan semua yang ada menjadi fana, maka jadikanlah gunung

dosa ini fana dalam kelembutan Mu, sebagaimana kau jadikan yang tak mungkin

menjadi kepastian, maka Jadikan semua ketidak mungkinanku untuk dekat menjadi

janji kepastian.

MUNAJAT DALAM KEGELAPAN

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 77

MUNAJAT DALAM KEGELAPAN

Ketika sanubariku keruh dan terbenam dalam gelapnya kesulitan dan kesempitan,

sanubariku meraung menahan sakitnya benturan benturan permasalahan yang

bagaikan hujan lebat terus mendera tubuhku, aku berusaha menghindar dan

menyelamatkan diri, namun hantaman hantaman kesulitan tindih menindih membuatku

roboh tak berdaya, panca inderaku gelap tak memiliki rasa, mataku terbuka dan

seluruh pemandangan berubah menjadi selubung pekat yang mengerikan, telingaku

mendengar suara suara namun mendadak bagaikan dihambat dengan ketulian yang

kelam, alam pemikiranku lumpuh, kedua telapak tangan dan jari jariku bergetar, hatiku

bagai hangus terbakar oleh gemuruh lahar kerisauan..

Apa yang bisa kuperbuat..?, aku tidak tahu, semua jalan keluar yang kutempuh tertutup

rapat.., semua orang masa bodoh atas kesulitan dan raunganku, seakan aku hidup

sendiri di alam ini..

Aku rebah terhenyak, tiba tiba terdengarlah suara lirih dari Firman Tuhanku.. “WA

NAADAA FIDHULUMAAT.. AN LAA ILAAHA ILLA ANTA.., SUBHANAKA INNIY

KUNTU MINADDHAALIMIIN.., FASTAJABNAA LAHU WANAJJAYNAAHU MINAL

GHAMMI WAKADZAALIKA NUNJIYYIL MU?MININ..” Aku tersentak kaget.. ah..

Kisah Yunus as.., ketika Allah swt menceritakannya dengan jelas, “DAN DIA (Yunus)

MEMANGGIL (KU) DALAM KEGELAPAN.. BAHWA TIADA TUHAN SELAIN

ENGKAU, MAHA SUCI ENGKAU.. SUNGGUH AKU TERMASUK ORANG YG

DHALIM.., MAKA KAMI MENJAWAB DOANYA, DAN KAMI

MENYELAMATKANNYA DARI KEGUNDAHAN DAN PERMASALAHAN DAN

DEMIKIAN PULA KAMI MENYELAMATKAN ORANG ORANG MUKMIN” (Al Anbiya

87)

Betapa sempit dan adakah lagi kesempitan dan kebingungan lebih dari yang menimpa

Nabiyallah Yunus as saat itu, ditelan oleh seekor ikan raksasa dan hidup merangkak

didalam perut hewan itu.. betapa busuknya.. betapa gelapnya.. betapa sempit dan

kalutnya Yunus as saat itu, ditelan oleh seekor ikan besar dan dibawa kepada

kedalaman Samudera raya..

Ia tak mungkin memanggil siapapun, tak pula bisa berbuat apapun.. namun cerita ini

dikisahkan kembali oleh Nya seakan Dia berseru : Akulah Raja Tunggal Maha

Penguasa Kegelapan Samudera, Akulah yang Maha Menemaninya saat ia dalam

kesendirian, Aku Maha Tunggal Mendengar tangisannya yang terbenamkan dalam

pekatnya Samudera, Masihkah ada selainku yang mendengar panggilannya? Saat itu

memang sudah tak ada lagi yang bisa diharapkan selain Nya, maka Dia

menceritakannya dengan indah : “Maka ia Memangil manggil Ku dalam kegelapan..”,

kegelapan perut ikan, kegelapan perasaan, kegelapan masalah yang terpekat.. “ia

memangil manggil Ku dalam kegelapan.. Tiada Tuhan Selain Mu, Maha Suci Engkau,

sungguh aku dari kelompok hamba yang dhalim..”,

MUNAJAT DALAM KEGELAPAN

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 78

Tak ada keselamatan dari Siksa Nya selain dengan Kalimat Tauhid, sebagaimana

Hadits Qudsiy yang berbunyi : “Laa ilaaha illallah adalah Benteng Ku, barangsiapa

yang mengucapkannya maka ia masuk dalam benteng Ku, barangsiapa masuk dalam

benteng Ku maka ia aman dari siksa Ku”.

Maka Yunus as memulai doanya, memanggil mangil Maha Raja Penguasa Samudera

Kegelapan dan Maha Menemani setiap kesendirian, Maha Raja Yang Menciptakan

Terang Benderang dan Kegelapan di Kerajaan Alam Semesta, ia memulai doanya

dengan “Laa ilaaha illan anta” Tiada Tuhan selain Engkau.. Lalu Yunus meneruskan

doanya dengan mensucikan Allah..bertasbih kepada Allah.. Dia Yang Tak satupun

menghalangi Pandangan Nya, Maha Suci Raja Yang selalu disucikan selamanya oleh

sekalian Alam.., dan Dia pula telah berfirman : “KALAU BUKAN KARENA IA (Yunus)

ORANG YG SUKA BERTASBIH MENSUCIKAN ALLAH, NISCAYA IA AKAN TETAP

DIDALAM PERUT IKAN ITU HINGGA HARI KEBANGKITAN”.

Maka Yunus meneruskan doanya dengan kalimat SUBHANAKA maha suci Engkau..

Inniy kuntu minaddhaalimiin.. sungguh aku termasuk golongan orang yang dhalim..

(Yunus as marah dan meninggalkan ummatnya sebelum diizinkan Allah), Ia mengadu,

mengaku, dan berharap cemas semoga Maha Pemelihara Tunggal ini masih

memaafkannya, maka Dia Allah meneruskan firman Nya, MAKA KAMI TERIMA

SERUANNYA, DAN KAMI MENYELAMATKANNYA DARI KESULITAN.. Ah.. betapa

tak berartinya seluruh musibahku ini dibanding orang yang ditelan hewan raksasa lalu

dibawa tenggelam ke Dasar Samudera.. muncul harapan dihatiku.. berarti aku harus

banyak mengucapkan kalimat Tauhid, Tasbih dan mengakui kesalahanku pada Nya,

Niscaya Dia akan menolongku dari kesulitan ini.. Tiba tiba batinku merintih lagi.. ah..

tak mungkin.. itukan untuk Nabi Yunus.., siapakah aku hingga akan pula akan ditolong

Allah?, ini hanyalah kekhususan Yunus as, Nabi Allah, tiba tiba aku teringat akhir ayat

itu.. WA KADZALIKA NUNJIYYIL MU’MINIIIN, dan begitupula kami menyelamatkan

orang orang yang mukmin.

Maha Suci Engkau Wahai Menyingkap kegelapan malam dan membuatnya terang

benderang, beribu hati gelap dan pekat telah pula kau singkapkan kesedihan mereka

dengan pengabulan doa hingga hati gelap dan kelam itu berubah menjadi terang

benderang dengan kegembiraan oleh Matahari Keluhuran Mu.. Kau simpan rahasia

kelembutan Mu dalam ayat pendek ini.., bahwa Kau Maha Siap mengulurkan jari jari

takdir kelembutan yang memutus rantai rantai takdir Mu yang mencekik dan

menghanguskan sanubari ini dengan Munajat dan Doa kami, sebagaimana Hadits Nabi

Mu saw, “Tiadalah Yang Mampu menolak ketentuan Nya, selain Doa”. Hanya doa dan

rintihan di Pintu Kemegahan Mu yang akan menyingkirkan segala kesulitan ini..

Maka aku bermunajat Sebagaimana Munajat Nabiku Muhammad saw : Wahai Allah,

Demi orang orang yang bermunajat meminta kepada Mu, Demi orang orang yang

bersemangat menuju keridhoan Mu, dan juga demi doa Yunus as dan seluruh pemiliki

sanubari luhur yang menginjak Bumi Mu dari zaman ke zaman, Demi berjuta telapak

tangan yang telah terangkat bermunajat pada Mu, Demi Doa Yunus ketika didalam

perut hewan raksasa di dasar Samudera.. Yang sebab doanya lah kau bukakan

Rahasia pertolongan Mu, dan demi Keteguhan Ibrahim as yang membuat api Namrud

menjadi tunduk dan dingin.. dan Demi Munajat Nabi Muhammad saw, yang merupakan

MUNAJAT DALAM KEGELAPAN

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 79

Munajat Terluhur dari seluruh Munajat Hamba Mu di Kerajaan Alam Semesta,

bebaskan Aku dari segala kesempitan.., bebaskan aku dari dasar samudera kesulitan

yang membuatku tenggelam dan Buta dari kegembiraan, yang membuatku ditelan oleh

dosa dan merangkak diperut dosa yang penuh dengan busuknya bangkai kehinaan

dalam keadaan Lumpuh dari harapan, akulah hamba yang merangkak diperut dosa..

ditenggelamkan ke dasar Samudera kesulitan.. memanggil manggil Nama Agung Mu..

memanggil manggil satu satunya gerbang harapan bagi para pendosa.. selamatkan

aku dari segala kesulitan..

Tiada Tuhan Selain Engkau.. aku tak akan menyembah selain Mu.. tak pula akan sujud

pada selain Mu.. penghambaanku hanya untuk Mu.. tak pula akan memilih Tuhan Lain

selain Mu.. bila muncul dihadapanku Tuhan lain dengan menyiapkan seluruh

kenikmatan dan kemewahan abadi diahadapanku.. niscaya kuhempaskan dan kutolak

seluruh anugerahnya, aku akan berpaling dan berlari kepada Mu.. Menuju Tuhanku

Yang Maha Tunggal.. Tetap Engkau Maha Tunggal Tuhanku.. hanya Engkau Rabbiy..

hanya Engkau Pilihanku.. hanya Engkau..

Maha Suci Engkau dengan segala kesucian.. maka singkirkanlah segala kesulitan ini

sebagaimana Ibu yang menepiskan bekas noda dari wajah bayinya.. Rabbiy.. Rabbiy..

Sungguh aku telah berbuat kedhaliman.. sungguh aku telah mengingkari perintah Mu..

namun kemana aku akan pergi menyelamatkan diri kalau bukan kepada Mu? Demi

Keluhuran Muhammad saw.. Demi Munajat Muhammad saw.. Demi Keindahan

Muhammad saw.. Demi Kewibawaan Muhammad saw.. Demi Mukjizat Muhammad

saw.. Demi Syafaat Muhammad saw.. Yang kesemua itu mencerminkan Keindahan Mu

dan Kesempurnaan Mu Rabbiy, Maka Maha Suci Engkau dan segala Puji atas Mu

Tuhan sekalian Alam..

OH BAYIKU

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 80

OH BAYIKU

Bu Mina sedang hamil tua, ia sedang berjalan tertatih tatih disebuah jalan, seraya

selalu terbebani oleh kandungannya yang sudah besar, kemanapun ia melangkahkan

kakinya, ia dibebani oleh kandungannya, dijalan, dirumah, berdiri, duduk bahkan

tidurpun ia selalu terganggu oleh perutnya, hanya satu harapan yang selalu

menghiburnya siang dan malam, “aku akan mendapatkan seorang anak yang akan

menjadi kebanggaanku kelak”, tak ada seorang ibu yang tidak bercita-cita seperti ini,

iapun terus bersabar menahan segala penderitaan yang menimpanya, hingga saatsaat

melahirkanpun tiba.

Malam itu hujan turun dengan derasnya, Bu Mina merasakan bahwa kandungannya

akan segera lahir, suaminya, Imron berlari dikegelapan malam mencari bidan yang

rumahnya agak jauh dan harus ditempuh dengan berjalan kaki, tiada yang

mendorongnya untuk berlari di derasnya hujan selain keselamatan bayinya, kalau ia

harus melewati lautan apipun akan ditempuhnya asalkan bayinya selamat, iapun

sampai dirumah bidan yang sudah terlelap tidur, ia memaksa bidan untuk mau

menolong istrinya, ia rela mengorbankan semua hartanya asalkan bidan mau

menolongnya.

Bidan itu dengan enggan mengikuti Imron kerumahnya, ia melayani bidan itu lebih dari

pelayanan seorang ajudan terhadap rajanya, ia memayungi bidan seakan-akan jangan

sampai setetespun air hujan membasahi tubuh sang bidan, dengan penuh cemas

kalau-kalau sang bidan berubah pikiran untuk membatalkan niatnya, dibiarkannya

tubuh yang basah kuyup oleh derasnya hujan, mungkin apabila air hujan itu berupa

batu sekalipun ia tak akan memperdulikannya.

Ketika mereka tiba ditujuan, bidanpun menyiapkan segala sesuatunya sementara Bu

Mina sudah menjerit jerit menahan sakit. Waktupun berjalan dengan lambatnya, sang

suami bercucuran keringat dingin menunggu keadaan yang sangat kritis, terlintas

dalam pikirannya betapa indahnya kalau kepedihan sang istri dipindahkan kepadanya.

Tak lama terdengarlah tangis seorang bayi yang melengking memecah kesunyian

malam yang baru saja reda dari hujan lebat, tak lama bidanpun keluar memeluk

sesosok bayi mungil yang masih merah, sementara sang ibu masih tak sadarkan diri,

Imron menangis sambil memeluk bayi mungilnya, iapun menghadapkan dirinya

kekiblat, lalu mendekatkan mulutnya ketelinga sang bayi, “Allahu Akbar.. Allahu

Akbar, Allahu Akbar.. Allahu Akbar.., Asyhadu An Laa Ilaaha Illallah.., Asyhadu

an Laa Ilaaha Illallah.., Asyhadu anna Muhammadurrasulullah..”, ia mengadzankan

bayinya sambil bercucuran airmata kegembiraan.

Bayi mungil itu terus diasuh oleh ibunya tanpa mengenal waktu, sang ibu mengatur

segala-galanya demi kesehatan bayinya, mengatur kapan waktu bayi itu dimandikan,

dengan air yang tak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin, mengatur waktu agar

bayi itu terkena matahari dipagi hari, memakaikan pakaiannya, membersihkan

tubuhnya, membedakinya, dan segala-galanya lebih dari perhatiannya pada dirinya

sendiri, dengan penuh kasih sayang. Sepasang suami istri itu terus mengayomi anak

OH BAYIKU

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 81

mereka tanpa mengenal bosan, seringkali sang bayi mengganggu tidur mereka, tapi itu

semua tidak mengurangi kasih sayang mereka, Mereka menuntunnya berbicara,

mengenal nama-nama benda, menuntunnya berjalan, dan mengajarinya semua

perilaku kehidupan,

Sang ibu sudah kehilangan waktu untuk merias dirinya, sang ayahpun lupa waktu

dalam bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan bayinya. Anak merekapun tumbuh

semakin besar, tidaklah sang ayah pergi meninggalkan rumah terkecuali terbayang

canda anaknya dirumah, Waktupun berjalan dengan singkatnya.

Seorang lelaki tua terbaring disebuah ranjang, ia tersengal sengal menahan detik-detik

sakratulmaut, disampingnya duduklah seorang pemuda berambut gondrong dengan

perawakan kusam tanpa cahaya keimanan, pemuda itu tak tahu harus berbuat apa

atas ayahnya yang sudah di pintu kematiannya, lelaki tua itu hanya memandangi

anaknya tanpa mampu berucap apa-apa, pikirannya melayang beberapa puluh tahun

yang silam, saat ia berlari-lari ditengah derasnya hujan dikegelapan malam, ia teringat

ketika ia berteriak-teriak mengucapkan salam dirumah sang bidan sambil berharap

sang bidan mau membantunya, ia teringat pada saat ia mencucurkan airmata

kegembiraan dengan memeluk bayi mungilnya, ia teringat tatkala ia mendekap bayi

mungilnya, lalu mengadzankan sikecil, lalu menidurkan bayinya dengan senandung

kasih sayang.

Kini bayi mungil itu berubah menjadi pemuda gondrong berwajah kusam dan gelap dari

cahaya hidayah seakan akan ia ingin berkata.., “Tak kusangka… tak kusangka.., bayi

mungilku yang dulu kuadzankan dan kutimang akan seperti ini…, aku tidak

mengharapkan apa-apa darimu nak.., tapi bantulah ayah yang kini sedang dipintu

kematian”, betapa hancur dan pilunya sang ayah yang harus menerima kepahitan

hidup yang paling pedih.., menemui kematian dengan meninggalkan anak yang tidak

mengenal keimanan, elaki tua itupun menemui kematiannya dengan menyedihkan,

dengan seribu kekecewaan yang terus akan menemaninya dikuburnya.

Pagi hari itu seorang ibu setengah baya sedang duduk diberanda rumahnya

memandangi kedatangan seorang pemuda berbaju putih dengan sarung dan peci yang

masih dibasahi air wudhu sambil membawakan terompah ibunya dan menaruhnya

dikaki sang ibu, seraya mencium tangan ibunya dan berkata “saya ngaji dulu bu” lalu

berlari terburu-buru dan hilang dikegelapan malam, tangan sang ibu masih dibasahi

bekas air wudhu anaknya, ibu itu memandangi kepergian anaknya sambil termenung,

Segala puji bagimu wahai Allah, aku ridho terhadap anakku, limpahkan kasih sayang

Mu atasnya.., tanpa terasa ibu itu mencucurkan airmata kegembiraan melihat keadaan

anaknya..,

Maka turunlah limpahan rahmat dari Yang Maha Agung terhadap pemuda itu, terhadap

ibunya dan ayahnya, mereka terus dinaungi kasih sayang Nya hingga mereka satu

persatu dipanggil ke hadapan Nya.

Termasuk sosok anak yang manakah dirimu wahai pembaca….?

SEJARAH PARA IMAM DAN MUHADDITSIN

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 82

RINGKASAN SEJARAH PARA IMAM

DAN MUHADDITSIN

Al Hafidh Al Muhaddits Al Imam Abu Abdillah Muhammad bin Idris As Syafii

rahimahullah

Dikenal dengan gelar Imam Syafii, lahir pada th 150H dan wafat pada 204H, berkata

Imam Ahmad bin Hanbal (Imam Hanbali) bahwa tiada kulihat seorang yang lebih

mengikuti hadits selain Muhammad bin Idris Assyafii, berkata pula Imam Ahmad (yang

merupakan murid dari Imam Syafii) aku mendoakan Syafii selama 30 tahun setiap

malamnya, dan Imam Syafii ini berguru kepada Imam Malik, dan ia telah hafal Alqur;an

sebelum usia 10 tahun, dan pada usia 12 tahun ia telah hafal Kitab Al Muwatta’

karangan Imam Malik yang berisi sekitar 2000 hadits dengan sanad dan hukum

matannya.

Al Hafidh Al Muhaddits Al Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah

Beliau wafat pada th 241 H dalam usia 77 tahun, beliau berguru pada banyak para

imam dan muhaddits, diantara guru beliau adalah imam syafii rahimahullah, dan beliau

hafal 1 juta hadits berikut sanad dan hukum matannya, beliau digelari sebagai salah

satu Huffadhuddunia, yaitu salah satu orang yang paling banyak hafal hadits diseluruh

dunia sepanjang zaman, dan beliau rahimahullah banyak mempunyai murid,

diantaranya adalah Imam Muslim rahimahullah.

Diriwayatkan ketika datang seorang pemuda yang ingin menjadi murid beliau maka

beliau berkata pada anak itu : “ini ada 10 ribu hadits, hafalkanlah, bila kau telah barulah

kau boleh belajar bersama murid2ku”, tentunya murid murid beliau adalah para

Huffadh dan muhadditsin yang hafal ratusan ribu hadits, maka pemuda itu pun pergi

dan kembali beberapa wkt kemudian, ia telah hafal 10 ribu hadits yang diberikan oleh

Imam Ahmad itu dan lalu Imam Ahmad berkata : “sungguh hadist yang kau hafal itu

adalah hadits palsu, tidak ada satupun yang shahih, hafalan itu hanya untuk latihan

menguatkan hafalanmu, sebab bila kau salah maka tak dosa”, karena bila ia hafalkan

hadits shahih lalu ia salah dalam menghafalnya maka ia akan membawa dusta dan

kesalahan bagi ummat hingga akhir zaman.

Diriwayatkan ketika Imam Ahmad bin Hanbal hampir wafat, ia wasiat kepada anaknya

untuk menaruhkan 3 helai rambut Rasulullah saw yang memang disimpannya, untuk

ditaruhkan 3 helai rambut Rasul saw itu masing masing di kedua matanya dan bibirnya.

Beliau wafat pada malam jum;at, dan muslimin yang menghadiri shalat jenazahnya

sebanyak 800 ribu pria dan 60 ribu wanita, bahkan bila dihitung dengan kesemua yang

datang dan datang maka mencapai 1 juta hadirin.

Berkata Imam Abubakar Almarwazi rahimahullah, kau bermimpi Imam Ahmad bin

Hanbal setelah ia wafat, kulihat ia disebuah taman indah, dengan pakaian jubah hijau

dengan memakai Mahkota cahaya.

SEJARAH PARA IMAM DAN MUHADDITSIN

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 83

Berkata Imam Abu Yusuf Alhayyan bahwa ketika wafat imam Ahmad, ada orang yang

bermimpi bahwa setiap kubur diterangi pelita, dan pelita itu adalah kemuliaan atas

wafatnya Imam Ahmad bin Hanbal dan banyak dari mereka yang dibebaskan dari siksa

kubur karena wafatnya Imam Ahmad bin Hanbal diantara mereka.

Berkata Imam Ali bin Al Banaa’, ketika dimakamkan Ummul Qathi’iy didekat makam

Imam Ahmad, maka beberapa hari kemudian ia bermimpi berjumpa Ummul Qathi’iy,

seraya berkata : “Terimakasih atasmu yang tekah memakamkanku disamping kubur

Imam Ahmad, yang setiap malam Rahmat turun dikuburnya dan rahmat itu menyeluruh

pada ahlil kubur disini hingga akupun termasuk diantara yang mendapatkannya”.

Al Hafidh Al Muhaddits Imam Abu Abdillah Muhammad bin Ismail Al Bukhari

rahimahullah

Beliau lahir pada hari jumat selepas shalat jumat 13 Syawal 194 H dan beliau wafat

pada malam jumat yang sekaligus malam idul fitri th 256 H

Berkata Imam Muhammad bin Yusuf Al Farbariy, aku mendengar dari Najm bin Fudhail

berkata : aku bermimpi Rasulullah saw dan kulihat Imam Bukhari dibelakang beliau

saw, setiap beliau saw melangkah sebuah langkah, dan Imam Bukhari melangkah pula

dan menaruhkan kakinya tepat dibekas pijakan Nabi saw.

Ketika dikatakan kepada Imam Bukhari bahwa ada disuatu wilayah yang barangsiapa

orang asing yang datang ke wilayah mereka maka saat setelah shalat maka penduduk

setempat akan mencobanya dengan hadits hadits tentang shalat, maka Imam Bukhari

berkata : “Bila aku diperlakukan seperti itu akan kukeluarkan 10 ribu hadits shahih

mengenai shalat dihadapan mereka agar mereka bertobat dan tidak lagi mengulangi

perbuatan buruk itu”.

Imam Bukhari telah menulis shahih nya sebanyak sekitar 7000 hadits saat beliau

belum berusia 17 tahun, dan ia telah hafal 100 ribu hadits shahih dan 200 ribu shahih

di usia tersebut.

Berkata Imam Al Hafidh Muhammad bin Salam rahimahullah : “kalau datang si bocah

ini maka aku terbata bata dan tak nyaman membaca hadits”, dan ia berkata kepada

seorang tamunya yang datang setelah Imam Bukhari pergi : “kalau kau datang lebih

cepat sedikit kau akan berjumpa dengan bocah yang hafal lebih dari 70 ribu hadits..”,

maka tamunya segera bergegas menyusul Imam Bukhari, dan Imam Bukhari berkata :

“sungguh aku hafal lebih dari itu, dan akan kujelaskan padamu semua masing masing

sanad periwayat hadits nya, dimana lahirnya, tahun kelahiran dan wafatnya, sifat dan

sejarah periwayat sanad2 nya dari semua hadits itu”.

Ketika salah seorang perawi hadits bertanya kepada Imam Bukhari mengenai nama

nama periwayat, gelar, bentuk kesalahan sanad hadits dll maka Imam Bukhari

menjawabnya bagaikan membaca surat Al Ikhlas.

Berkata Imam Bukhari : “aku berharap menghadap Allah tanpa ada hisab bahwa aku

pernah menggunjing aib orang lain”.

SEJARAH PARA IMAM DAN MUHADDITSIN

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 84

Suatu hari Imam Bukhari mengimami shalat dhuhur disebuah kebun korma, dan

didalam bajunya terdapat seekor Zanbur (kumbang hitam) yang menggigit dan

menyengatnya hingga 16 sengatan, selepas shalat Imam Bukhari berkata dengan

tenang : “coba kalian lihat ada apakah didalam baju lenganku ini”, maka ditemukanlah

16 luka sengatan kumbang di tubuhnya.

Suatu ketika Imam Bukhari membacakan sanad hadits dan saat ia melirik dilihatnya

ada orang yang terkesima dengan ucapannya, dan Imam Bukhari tertawa dalam hati,

keesokan harinya Imam Bukhari mencari orang itu dan meminta maaf dan ridho karena

telah menertawakannya, padahal ia hanya menertawakan didalam hati.

Diriwayatkan ketika Imam Bukhari sedang mengajari hadits kepada salah seorang

muridnya dan ia tampak bosan, maka Imam Bukhari berkata : “para pedagang sibuk

dengan perdagangannya, para pegawai sibuk dengan pekerjaannya, dan engkau

bersama Nabi Muhammad saw”.

Imam Bukhari menulis shahih nya (Shahih Bukhari) di Raudhah, yaitu antara Mimbar

dan Makam Rasulullah saw di Masjid Nabawiy Madinah Almunawwarah, dan ia mandi

dan berwudhu lalu shalat 2 rakaat baru menulis satu hadits, lalu kembali mandi,

berwudhu dan shalat 2 rakaat, lalu menulis 1 hadits lagi, demikian hingga selesai di

hadits no.7124. maka selesailah 7000 hadits itu ditulis di kitab beliau, dengan

bertabarruk dengan Makam Rasulullah saw dan Mimbar Rasul saw.

Berkata Imam Muslim dihadapan Imam Bukhari : “Izinkan aku mencium kedua kakimu

wahai Pemimpin para Muhadditsin, guru dari semua guru hadits”.

Dikatakan kepada Imam Bukhari, mengapa tak kau balas orang yang memfitnahmu

dan mencacimu?, ia menjawab : “aku teringat ucapan Rasul saw : “akan muncul kelak

ikhitilaf dan perpecahan, maka bersabarlah hingga kalian menjumpai aku di telaga

haudh”.

Imam Bukhari mempunyai akal yang jenius, dan ia hafal bila mendengar 1X saja. Atau

membaca 1X saja. Hingga ketika suatu ketika Imam Bukhari dicoba dan diajukan

padanya 100 hadits yang dikacaukan dan dibolak balik sanadnya, maka Imam Bukhari

berkata : “tidak tahu… tidak tahu”, hingga hadits yang ke seratus, lalu Imam Bukhari

berpidato, mengulang hadits yang pertama yang disebut si penanya : “Kau tadi sebut

hadits dengan sanad seperti ini, dan yang benar adalah begini”, demikian hadits

kedua.. ketiga… hingga 100 hadits.

Ketika telah wafatnya Imam Bukhari, terjadi kekeringan yang berkepanjangan, maka

par Ulama, Huffadh dan Muhadditsin dari wilayah samraqand berduyun duyun ke

Makam Imam Bukhari, lalu mereka bertawassul pada Imam Bukhari, maka hujanpun

turun dengan derasnya hingga 7 malam mereka tertahan dan tak bisa pulang ke

sdamraqand karena derasnya hujan.

Al Hafidh Al Muhaddits Imam Abul Husein Muslim bin Hajjaj Alqusyairiy

Annaisaburiy rahimahullah

SEJARAH PARA IMAM DAN MUHADDITSIN

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 85

Beliau lahir pada th 204 H dan wafat pada Rajab 261 H, beliau adalah Imam Mulia

yang menjadi peringkat kedua dari seluruh para Muhadditsin, yaitu setelah Imam

Bukhari rahimahullah, beliau ini adalah murid daripada Imam Ahmad bin Hanbal, dan ia

digelari sebagai salah satu Huffadhuddunia, bersama Imam bukhari, yaitu salah satu

dari Imam yang dalam peringkat tertinggi dari para Hafidhul hadits, ia menulis hadits

shahih pada usianya 15 tahun sebanyak 12 ribu hadits shahih dan menyingkat itu

semua dari 300 ribu hadits.

Berkata para Muhaddits : “bila kita mencatat hadits selama 200 tahun maka tetaplah

kita harus kembali berpegang pada Musnad Imam Muslim.

Al Hafidh Al Muhaddits Imam Malik bin Anas bin Malik Al Ashbahiy Al Madaniy

rahimahullah

Beliau lahir pada th 93 H, dan wafat pada rabiul awal 179 H

Beliau adalah penulis kitab yang sangat termasyhur, yaitu Al Muwatta’, yang

mengandung 2000 hadits dan sanadnya.

Beliau adalah seorang Ulama agung di Madinah Almunawwarah dan sangat

berwibawa.

Diriwayatkan bila orang orang mencambuk onta ontanya untuk berusaha kemana

mana mencari seorang ulama yang paling tinggi keluasan ilmunya, niscaya mereka tak

akan temukan Ulama yang ilmunya melebih Sang Alim yang di Madinah, yaitu Imam

Malik rahimahullah, Imam Malik adalah Guru Imam Syafii.

Berkata Imam Syafii : “bila ulama disebut sebut, maka Imam Malik adalah bintang yang

berpijar”.

Dan berkata Imam Syafii : “kalau bukan karena Imam Malik dan Imam Ibn Huyaynah,

niscaya telah sirna ilmu di Hijaz (jazirah arab)”

Berkata Imam Syafii : “tak ada kitab yang lebih mengandung kejelasan dan

pembenaran yang menyamai Al Muwatta’ Imam Malik

Imam Malik berpakaian rapih dan selalu menggunakan minyak wangi.

Berkata Imam Al hafidh Wuhaib bahwa Imam semua ahl hadits adalah Imam Malik

Berkata Imam Qutaibah, bila Imam Malik keluar menyambut tamunya beliau

berpakaian indah, memakai sifat mata, wewangian dan membagi bagikan kipas

kepada masing masing tamunya, ia adalah Imam yang sangat berwibawa, majelis

dirumahnya selalu hening dan tak ada suara keras dan tak pula ada yang berani

mengeraskan suaranya, ruangan beliau dipenuhi kesejukan dan ketenangan, dan

beliau dimakamkan di kuburan Baqi’

Diriwayatkan bahwa bila Imam Malik akan membacakan hadits maka ia berwudhu, lalu

merapikan janggut putihnya, lalu duduk dengan wibawa dan tenang, menggunakan

wewangian, barulah beliau mengucapkan hadits Rasulullah saw, ketika ditanyakan

kepadanya mengenai itu, beliau berkata : “aku mengagungkan hadits nabi saw, aku tak

SEJARAH PARA IMAM DAN MUHADDITSIN

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 86

menyukai mengucapkan hadits trkecuali dalam keadaan suci”, dan beliau tak suka

mengucapkan hadits dalam perjalanan atau dalam terburu buru.

Bila ada orang yang mengeraskan suara saat beliau membaca hadits Nabi saw maka

beliau berkata : “jangan kau keraskan suaramu, rendahkan suaramu, karena Allah

telah berfirman : Wahai Orang orang yang beriman, jangan kau keraskan suaramu

didepan Rasulullah saw, maka barangsiapa yang mengeraskan suaranya didepan

hadits Rasulullah saw sama dengan mengeraskan suaranya dihadapan Rasulullah

saw”.

Imam Malik berkata : “Ilmu bukanlah dengan berpanjang panjang riwayat, tetapi

cahaya yang disimpan Allah didalam sanubari”.

Al Hafidh Al Muhaddits Imam Nu’man bin Tsabit dikenal dengan Abu Hanifah

(Imam Hanafi) rahimahullah

Beliau wafat pada th 150H, ada pendapat yang mengatakan kelahirannya pada th 61

H, Imam Abu Hanifah belasan tahun lebih tua dari Imam Malik, dan mereka hidup

dalam satu zaman, namun diriwayatkan bahwa Imam Abu Hanifah sangat memuliakan

dan menghormati Imam Malik di Madinah Almunawwarah.

Imam Abu Hanifah banyak ditentang para Muhadditsin dan sebagian besar menilai

haditsnya dhaif, dan beberapa fatwanya yang tampak kurang sesuai dengan Jumhur

Ulama, namun sebagian pendapat mengatakan karena justru hal itu disebabkan

karena di masa beliau adalah masa dahsyatnya fitnah, dan beliau tergolong kepada

generasi Tabi’in

(sumber : Asshafwatusshofwah, Tadzkiratul Huffadh, Siyar fii A’laaminnubala, Tanbihul

Mughtarrin, Tariikh Asshaghir, Tarikh Al Baghdad, Fathul Baari Al masyhur).

SAMUDRA ILAHIYAH

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 87

SAMUDRA ILAHIYAH

Kubangkitkan ruhmu di alam arwah, maka ruhmu mengembara dialam arwah selama

waktu yang Kuinginkan, lalu Kukumpulkan semua makhluk Ku di hadapan Ku,

Kutanyakan kepada langit, bumi dan gunung gunung, maukah mereka mengemban

kepemimpinan di muka bumi, mereka bungkam, tak satupun makhluk Ku sanggup

mengemban kepemimpinan di bumi Ku, lalu kalian menyanggupi tugas itu, maka

kuangkatlah kalian sebagai khalifah di muka bumi, kubiarkan ruh mu bertebaran dialam

Ku, lalu kupilih kalian satu persatu untuk bertugas, Ku pilih ruh kalian satu sama lain

untuk bergantian memimpin di bumi Ku, yang terdahulu merupakan ayah bagi yang

datang kemudian. Kutebarkan bibit-bibit seluruh manusia di sulbi Adam, tidaklah ada

manusia yang menginjak bumi, terkecuali telah kusiapkan bibit tubuhnya di sulbi adam.

Wahai Hambaku, ketika waktu yang Kukehendaki telah tiba untuk memunculkanmu di

muka bumi, Kutebarkan 1 milyar sel dari sulbi ayahmu ke tubuh ibumu, dan dirimu ada

diantara 1 milyar sel itu, maka tak ada yang berhasil hidup selamat dan mencapai alam

rahim kecuali satu sel saja, itulah dirimu.., maka Kupelihara kejadianmu 40 hari

pertama masih berupa sel, 40 hari kedua engkau berubah menjadi segumpal darah,

lalu dengan kasih sayang Ku yang menyelubungimu 40 hari ketiga engkau berubah

menjadi daging, Lalu dengan Kelembutan Ku 40 hari kemudian Kuciptakan untukmu

mata, telinga, mulut, tangan kaki, kujadikan tulang tulang penguat untukmu, dengan

kadar kekuatan yang kutentukan, lalu kubungkus daging, dan diatasnya sebagai

lapisan terluar adalah kulit yang padanya beribu fungsi, dengan kebutuhan dan

manfaatnya yang telah kutentukan pula, lalu kujadikan darah terus mengalir kesekujur

tubuhmu, jantung yang memompanya, paru-paru yang memompa udara keseluruh

tubuhmu, lambung yang menyaring makanan di tubuhmu, kujadikan pula sepasang

mata agar engkau melihat, telinga agar engkau mendengar, lidah agar engkau berkatakata,

lalu setelah sempurna tubuhmu untuk memangku ruhmu, Kuhembuskan ruhmu

ke tubuhmu, maka ruhmu melayang meninggalkan alam ruh, menuju alam rahim, maka

bergeraklah dan berfungsilah tubuhmu dialam rahim,

Setelah tubuhmu siap untuk menerima kehidupan bumi, maka kutentukan rasa sakit

yang luar biasa pada ibumu, agar menjadi bukti yang mengikatmu untuk selalu patuh

kepadanya kelak, Maka lahirlah engkau ke bumiku, Kutitipkan kasih sayang Ku dan

Pemeliharaanmu kepada ayah dan ibumu untuk mewakili kasih sayangku, yang akan

mengayomimu hingga engkau dapat berdikari, mereka akan membimbingmu mengenal

benda-benda, menuntunmu berjalan, berbicara, dan mengenalkan kepadamu baik dan

buruk, kupenuhi sanubari ibumu dengan kasih sayang, agar ia rela mengorbankan

segalanya demi kelembutannya padamu, lantas kusiapkan pula kelembutan dan kasih

sayang pada sanubari orang-orang lain yang akan mengayomimu kelak, lalu engkau

menjadi manusia dewasa yang bertebaran dibumiku, engkaupun melihat, mendengar,

bernafas, makan dan minum dibumiku, yang tak satupun perbuatan kalian terkecuali

Kusaksikan.., Kulihat.., Kudengar..,

Kuutus pula untukmu semulia-mulia Rasul dari bangsamu, yang sangat berat

memikirkan penderitaan yang menimpamu, selalu berusaha menjagamu dari bencana,

SAMUDRA ILAHIYAH

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 88

dan sangat berlemah lembut pada hamba-hamba Ku yang mu’min, Ia membawa

semua Rahmat Ku yang sudah kuperbolehkan untuk engkau dapatkan, maka setelah

kutunjukkan kepadamu jalan yang semestinya kau tempuh, maka kulihat apakah yang

kau perbuat, bersyukur atau kufur (kufur dalam bahasa arab adalah berpaling,

sedangkan kafir adalah orang yang berpaling, bisa termasuk orang yang diluar islam,

bisa juga pada keislaman seseorang, lain dengan kafir yang difahami di Indonesia,

yang berarti keluar dari islam),

Setelah segala kemuliaan dan keluhuran kuizinkan untukmu, namun engkaupun

berbuat kehinaan yang tak Ku kehendaki engkau melakukannya dimuka bumi Ku,

setelah engkau tenggelam dalam kehinaan, dan melampaui batas dalam berbuat

kesalahan, sehingga engkau semakin jauh dari Ku, maka engkau kupanggil untuk

kembali kepada Ku, agar engkau jangan berputus asa dari kasih sayang Ku, sangat

mudah bagi Ku mengampuni seluruh dosamu, asalkan kau kembali bersama Ku, Aku

bersamamu ketika engkau mengingat Ku, apabila engkau menyebut nama Ku, maka

Akupun menyebut namammu, apabila engkau mendekat kepada Ku dengan

merangkak, maka Aku akan mendekat kepada dengan lebih cepat.

Sampailah waktu kehidupanmu di bumiku selesai, maka engkau harus meninggalkan

kehidupan bumi, dengan lebih dulu merasakan kepedihan yang jauh lebih besar dari

kepedihan yang dirasakan ibumu saat engkau memasuki bumiku, Maka kau berpindah

dengan Kehendak Ku ke alam Barzakh, Ruhmu tercabut dari tubuhmu, Kau berpisah

dengan semua yang kau lihat, berpisah dengan semua yang kau dengar, berpisah

dengan semua yang kau kenal, berpisah dengan semua hartamu, berpisah dengan

semua saudaramu, berpisah dengan semua orang yang kau cintai, berpisah dengan

semua orang yang mencintaimu, berpisah dengan semua orang yang kau benci,

berpisah dengan semua orang yang membencimu, berpisah dengan segala galanya

selain Ku..

Engkau akan dimandikan oleh saudara saudaramu yang masih kuizinkan hidup,

mereka menanggalkan seluruh pakaianmu, dan menggantikan kain putih dan beberapa

pengikat kafan untuk hartamu yang terakhir, mereka mengantarmu ke dalam lobang

kuburmu, sebuah lobang di perut bumi yang gelap dan lembab itulah rumahmu

selanjutnya sebagai ganti rumahmu yang kini kau masih tinggali, mereka

meletakkanmu sendirian, membuka kain yang menutup wajahmu, lalu memiringkan

tubuhmu agar wajahmu mencium tanah, lalu sedikit demi sedikit kau ditimbun, mereka

menangisimu.., lalu mereka meninggalkanmu sendiri.., tak satupun dari kekasihmu

yang perduli keadaanmu selanjutnya, mereka tak akan mau menemanimu disitu, Saat

itu Engkau kembali pada Ku, Hanya bersama Ku.., Hanya bersama Ku.., Hanya

bersama Ku..,

INNAA LILLAAH WA INNAA ILAIHI RAAJI’UUN (SUNGGUH KAMI ADALAH MILIK

ALLAH, DAN KAMI AKAN KEMBALI KEPADA NYA)

TERPERANGKAP DI GEREJA

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 89

SAUDARA DAN SAUDARIKU

TERPERANGKAP DI GEREJA

Ketika Natal dan Tahun baru demikian meriahnya di Ibukota, dan banjir dosa di Jakarta

ini perlu dibersihkan oleh Istighfar yang tak kunjung muncul dari lidah pendosa, maka

Allah swt menurunkan musibah demi memunculkan peringatan dan tumbal atas dosa,

bahwa setiap kemungkaran adalah membuka pintu musibah, maka selang beberapa

hari pasca pesta Natal dan Pesta Tahun Baru turunlah hujan yang belum pernah terjadi

sebelumnya sepanjang usia Jakarta, sebagian Jakarta terendam air, rintihan dan

tangis, listrik mati, berpuluh ribu wajah tampak kusam, jalan jalan lintas dan protocol

terputus.

Maka rintihan doa dan istighfar fuqara, shalihin dan ulama, terus menggema di langit

Jakarta, namun munajat mereka itu menjadi agak bernada sumbang karena banyak

pula muslimin muslimat yang berlindung di gereja gereja dan rela makan dengan nama

Yesus kristus, yang rupanya Iman dan kepercayaan mereka turut tersapu banjir

dahsyat tahun ini, mereka memilih pendeta pendeta sebagai pelindung, mereka

merasa aman di gereja dan banyak pula yang pindah agama.

Allah swt mencabut musibah, banjir surut, hujan mereda, maka masih terngiang

ditelinga kita firman Nya swt : “Bila kalian bersyukur maka kutambah kenikmatan

kalian, bila kalian kufur maka siksa Ku sangatlah pedih”. Seruan itu menyeru kita untuk

bersyukur atas redanya musibah ini, hingga kenikmatan dan kebahagiaan akan terbit.

Namun sayang.. 14 desember ini pemuda pemudi kita mulai lagi dengan ulahnya, ada

apa dengan mereka?, mereka membuat upacara tasyakkuran kah?, bukan, mereka

merayakan hari Valentin, hari kasih sayang yang bila kita dalami maknanya hari itu

lebih lugas disebut “Hari Perzinahan Sedunia”.

Sanubari kita menjerit.., ada apa dengan adik adikku?, ada apa dengan anak anakku?,

mereka muslimin muslimat namun hati mereka di Gereja, semua kabar yang datang

dari Gereja mereka terima bulat bulat, semua yang dirayakan oleh Abdi Gereja

merekapun turut merayakannya, mereka Gembira dengan apa apa yang

menggembirakan para Abdi gereja, dan mereka ikut apa saja yang diajarkan oleh Abdi

Gereja, pesta, festifal musik, perayaan natal, tahun baru, dan kini hari kasih sayang,

yaitu hari Valentin, adik adik kita dan anak anak kita yang muslimin muslimat sungguh

hati mereka terikat di Gereja, kiblat mereka Gereja, apasaja yang dikatakan indah di

Gereja maka mereka memanutnya, apasaja yang dikatakan buruk di gereja maka

mereka menghinakannya, sebaliknya apasaja yang dikatakan oleh Allah dan Rasul

Nya mestilah disaring dulu, banyak yang sudah tidak logis, poligami, ucapan salam,

dan banyak lagi sunnah yang diludahi oleh muslimin muslimat karena Jijik terhadap

sunnah Nabi mereka, mereka berdemo menentang sunnah Nabinya.

TERPERANGKAP DI GEREJA

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 90

Duh.. Gusti.. cukup.. cukup… hari natal dan tahun baru di Jakarta meriah dengan tawa

terbahak bahak dan pesta gembira, dan tak beberapa hari kemudian datanglah

waktunya menangis, menjerit, sedih dan bingung, dan kini pengingkaran itu muncul

kembali, perzinahan memenuhi pelosok bumi Jakarta di malam Valentin, Rabbiy…

Tuhanku.. Tuhanku… kami lari berlindung kepada Mu dari kemurkaan Mu dan cobaan

Mu, Rabbiy kasihanilah kami.., kasihanilah kami.., kasihanilah kami..,

Kuseru segenap pembaca yang budiman, saudara dan saudariku yang kumuliakan,

bangkitlah untuk menjadi pelopor kebangkitan Sunnah, bangkitlah untuk

menyingsingkan baju untuk mendukung dan membela Allah, rumah rumahmu, adik

adikmu, anak anakmu, teman temanmu, sudah berkiblat kepada gereja dalam segala

hal yang mulia dimata mereka, dan sedikit demi sedikit meninggalkan Allah swt, semua

kelompok sudah terjebak oleh jaring jaring gereja, konglomerat muslimin, politikus

muslimin, pemuda pemudi muslim, anak anak muslimin, bahkan kini fuqara muslimin

lari ke gereja dan memilih disuapi makanan yang sudah dibubuhi kalimat kemurkaan

Allah.

Tuhanku… Tuhanku… kami merintih dan bersujud ke hadirat Mu, sembah sujud kami

siang dan malam hanya untukmu Rabbiy.., kami meminta hujan keberkahan dan

hidayah atas saudara saudara kami yang terjebak dalam kehinaan, sungguh bila

mereka melihat lolongan para teman2nya yang dholim dan fasiq di dalam kubur

niscaya mereka tak henti menangis dalam sujud mengemis belas kasihan Mu atas

dosa dosa, sungguh bila mereka melihat Dzat Mu Yang Maha Luhur niscaya mereka

akan bertekuk lutut dan bersimpuh sujud pada Mu dan menyesal dengan sejuta

penyesalan, mereka akan meninggalkan semuanya demi memilih Mu Rabbiy..,

mereka akan bersabar 1000 tahun dalam kelaparan, mereka rela ditimpa musibah

seumur hidup, asalkan dapat memandang Dzat Mu Yang Maha Agung.., Rabbiy..

maafkan dan kasihanilah mereka.. berilah mereka hidayah.. sungguh mereka tak

mengetahui..

Kami mengangkat kedua telapak tanga penuh dosa ini, dengan membuka gerbang

harapan seluas luasnya dalam sanubari kami, serta munajat yang berpadu dengan

munajat Nabi Mu yang termulia, Nabi Muhammad saw yang bermunajat dengan kedua

pipi dibasahi airmata seraya berseru…Wahai Allah beri hidayah pada kaumku,

sungguh mereka tak mengetahui.., dan kami menyambung lidah nabi kami, dan

kamipun bermunajat.. Wahai Allah beri hidayah pada kaumku, sungguh mereka tak

mengetahui..,

Munzir Almusawa

CERAMAH AL HABIB UMAR BIN HAFIDH

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 91

CERAMAH

AL HABIB UMAR BIN HAFIDH

DI MASJID RAYA ALMUNAWAR,

PANCORAN 20 FEBRUARY 2006

Dialah Allah, Tiada Tuhan selain Allah, Yang Maha Mengumpulkan kita dengan

keimanan kepada Nya, Allahu.. Allahu.. Tiada Tuhan Selain Allah.., Yang Maha

Merangkul kita dalam Majelis Rahmat Nya, Allahu.. Allahu.. Tiada Tuhan Selain Allah..

Dia sedang memandang kepada dasar Sanubari kita, memperhatikan segala apa yang

tersembunyi dalam relung hati kita yang terdalam,

Maha Melimpahkan Kebahagiaan pada kita yang bersungguh – sungguh, Maha

Menghadapi dengan Dzat Nya Yang Maha Indah kepada siapa – siapa dari kita yang

menghadap kepada Nya, Maha Menggenggam dengan Genggaman Kasih Sayang

Nya pada siapapun dari kita yang menghadap dan berharap kepada Nya, Raja dari

para Raja, Maha Berwibawa diatas seluruh pemilik Kewibawaan, dalam Genggaman

Nya segala permasalahan, Kepada Nya pula kembali segala permasahan, Maha Luhur

Dia Yang dalam Genggaman Nya Kerajaan Alam dan Dia Berkuasa atas segala

sesuatu, Yang Menciptakan Kehidupan dan Kematian untuk menguji kalian yang mana

diantara kalian yang paling baik perbuatannya, Dan Dia Maha Perkasa dan Maha

Mengampuni *(QS AL Mulk. 1-2),

Maka Kita Memohon Kepada Yang Maha Perkasa dan Maha Pengampun, agar

seluruh kita semua dan semua yang hadir dijadikan sebaik – baik makhluk Nya dan

yang terbaik dalam perbuatannya, Wahai Yang Maha Menciptakan kami dan Maha

Menciptakan Tujuh Lapis Langit dan Bumi untuk menguji kami siapakah diantara kami

yang paling baik perbuatan amalnya, Janganlah Kau dekatkan kami dari keburukan

dalam ucapan dan perbuatan, Janganlah Kau dekatkan kami dari keburukan akitifitas

seluruh anggota tubuh kami, dan anugerahilah (anggota tubuh) kami sebaik – baik

perbuatan, dan pula bagi sanubari kami anugerahilah sebaik – baik perbuatan,

penuhilah ia dengan sebaik – baik sifat, dan seindah – indah sifat, semulia kemuliaan

sifat,

Wahai Tuhan sekalian manusia, Wahai Yang Maha Mendengar setiap doa, Wahai

Yang Maha Cepat dalam Berkehendak, Pada Pintu Mu Yang Maha Tunggal

kupasrahkan segala bebanku dan beban semua hadirin ini, dan aku berdiri Menghadap

kepada Mu demi Kekasih Mu, Sang Kekasih Yang dilimpahi hak untuk memberi

Syafaat, Sayyidina Muhammad, Sang Bulan Purnama yang mulia terang dan Pemilik

Kedudukan Yang Luas, Shalawat serta salam semoga selalu terlimpah pada beliau

(saw). Wahai Yang Kami taruhkan beban kami kepada Nya, dan Yang Kami pasrahkan

segala permasalahan kami kepada Nya, dan kami bertumpu kepada Nya, dan keadaan

kami tak tersembunyi dihadapan Nya, jadikanlah setiap orang dari semua hadirin ini

CERAMAH AL HABIB UMAR BIN HAFIDH

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 92

merupakan pembuka dari kemuliaan dan pengunci dari kehinaan, dan jadikan setiap

satu dari semua mereka ini, penyebab dari tersebarnya kemuliaan, pembangkit

kemuliaan, dan segala perbuatan mulia, dan penyebab dari terhindarnya Musibah dari

ummat ini Wahai Rabbul alamiin,

Dan telah mengalir hikmah Nya, bahwa dari perbuatan maksiat keturunan Adam, akan

muncul petunjuk sebagai peringatan, dan setiap kali alam pemikiran manusia bertumpu

dengan menghadap kepada sesuatu selain Nya, dari sesuatu yang membuatnya

berpaling, maka akan muncullah atas mereka dari kehidupan ini pertanda bahwa hal itu

sia – sia dan tiada tempat kembali kecuali hanya kepada Nya,

Siapakah di alam ini yang mampu menyingkirkan penyakit?, siapa pula di alam ini yang

mampu meredam gempa?, siapa pula di alam ini yang mampu menyingkirkan banjir

tsunami?, siapa pula di alam ini yang mampu menahan guntur dan kilat?, siapa pula

yang mampu menahan wabah penyakit untuk menyerang suatu Negara?, Hanya Allah

Yang Maha Tunggal.. Hanya Allah Yang Maha Tunggal.., Tiada Sekutu bagi Nya, Dia

Berfirman : “DAN KAMI AKAN MEMBERIKAN DARI SIKSA YANG KECIL, yaitu

musibah – musibah jasad di dunia yang hina ini, SEBELUM SIKSA YANG

DAHSYAT, lebih pedih, lebih menyakitkan, lebih menakutkan kelak, AGAR

MEREKA KEMBALI”. Barangkali mereka teringatkan, bahwa keberpalingan kepada

selain Allah adalah sia – sia, hina, dan kemerosotan yang jelas, dan segala

permasalahan digenggaman Yang Maha Esa dan Tunggal, Maha Sendiri dan Maha

Tak berubah dalam kekuasaan Nya, Dialah Allah..!, Maha Tinggi dalam kemuliaan

Nya, Tiada Tuhan Selain Nya,

Wahai Tuhan Kami singkapkanlah musibah dan kesulitan dari kami, singkirkan pula

segala wabah, dan penyakit dan fitnah dan ujian bagi penduduk Jakarta dan Indonesia

dan seluruh wilayah muslimin ya Rabbal alamiin.. Sungguh telah bersabda kepada kita

Sang Nabi Yang Membawa kebenaran kepada kita, Sayyidina Muhammad, dari Tuhan

kita Yang Maha Berwibawa dan Maha Megah swt yang berfirman : “SUNGGUH AKU

INGIN MENUMPAHKAN AZAB PADA PENDUDUK SUATU WILAYAH, MAKA

KETIKA KULIHAT PADA WILAYAH ITU YANG MERAMAIKAN RUMAH RUMAH KU

(masjid – masjid) DAN YANG SALING MENYAYANGI KARENA AKU, DAN ORANG

– ORANG YANG BERISTIGHFAR DI TENGAH MALAM, MAKA KUSINGKIRKAN

AZABKU DARI WILAYAH ITU”. Maka ketika Dia akan menimpakan azab pada suatu

kaum, maka kulihat mereka yang meramaikan rumah – rumahku (masjid – masid) dan

saling mengasihi karena aku, dan beristighfar ditengah malam, maka kusingkirkan

siksaku dari wilayah itu..

Wahai Para Hamba.. Kasih sayang Tuhan Kita dalam kenikmatan dan kesulitan, selalu

ada bagi mereka yang mempunyai perasaan dan akal sehat, selalu ada bagi mereka

yang memiliki kesungguhan dalam beramal, mereka yang bersyukur atas kenikmatan –

kenikmatan Nya, dan kembali mengadu kepada Nya dalam musibah dan kesulitan, dan

tersingkir dari mereka khayalan dan sangkaan untuk bertumpu kepada selain Nya,

maka mereka bersungguh – sungguh dalam beribadah kepada Nya, maka dia akan

menerima, maka Dia memaafkan, dan menghapus catatan dosa mereka dengan

gantian tumpukan pahala, Dia Tidak Membutuhkan kita, dan Kita sangat Membutuhkan

Bantuan Nya dalam segala hal, namun Dia berlaku kepada kita dengan kebaikan

CERAMAH AL HABIB UMAR BIN HAFIDH

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 93

kebaikan ini semua.. maka bahkan bila datang perbuatan dosa dari hamba Nya dan ia

mau memohon ampunan dosa, maka dosanya itu dirubahnya menjadi tumpukan

pahala, Sungguh dia adalah Maha Pengasih.., Sungguh Dia adalah Maha Memberi..,

Sungguh Dialah Maha Dermawan.., Sungguh dialah Allah..,

(Ketahuilah bahwa) Allah.. wahai para hadirin.. (ketahuilah bahwa) Allaaah.. Alangkah

agungnya kalimat ini.. Alangkah Luhurnya kalimat ini, Allaaah.. sangat manis..indah..

ledzat diucapkan.., tempat mengadu bagi seluruh hamba Nya.., Keselamatan bagi para

hamba adalah Allah, Keberuntungan terbesar bagi para hamba adalah Allah,

Wahai Para Hamba, Musibah – musibah kecil, yaitu musibah – musibah pada tubuh kita

dan jasad, dan musibah – musibah kehidupan dunia, selamatlah dari mereka yang

selamat, namun kecelakaan yang terbesar, dan musibah terbesar, tak satupun yang

selamat dari hal itu kecuali yang memiliki 4 sifat dari sifat yang dikenalkan oleh Tuhan

seluruh Manusia, Wahai kalian dengarkanlah ucapan dari Pemilik Bumi dan sekalian

langit.. : “DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PENGASIH DAN MAHA

PENYAYANG, DEMI MASA, SUNGGUH MANUSIA ITU DALAM KERUGIAN,

KECUALI MEREKA YANG BERIMAN, DAN BERAMAL SALIH, DAN YANG SALING

MENASIHATI DALAM KEBENARAN DAN SALING MENASEHATI DALAM

KESABARAN”. (QS Al Ashr)

Selain mereka ini akan celaka, jatuh dalam kerugian yang sangat besar, yang tak akan

bisa terselamatkan, tak ada pula pertolongan darinya, tidak pula ada penyelesaian

darinya, tidak pula ada akhirnya, kerugian yang abadi.., jatuhlah padanya (kerugian)

barangsiapa yang tidak berpegang pada empat sifat ini.., sama saja apakah ia kaya

atau miskin, apakah ia terkenal diantara manusia atau tidak dikenal, atau dalam

keadaan sehat tubuhnya atau sakit, maka barangsiapa yang kehilangan 4 (empat)

bagian ini, maka ia merugi dengan kerugian yang abadi, celaka dengan kecelakaan

yang abadi, namun bagi yang bersifat dengan empat hal ini maka ia beruntung dan

selamat, dalam keabadian, beruntung selama lamanya dan abadi tanpa akhir, maka

lebih utama bagi para tokoh dan kalian disini, agar berfikir mengenai hakikat – hakikat

kesulitan yang sangat dahsyat, dan tempat kembali yang akan abadi kelak..,

DEMI MASA.. Allah telah bersumpah dengan “Masa”, yaitu Masa kehidupan Nabi

Muhammad (saw), sebagaimana Allah bersumpah pada ayat yang Lain “DEMI

USIAMU YAA MUHAMMAD, SUNGUH MEREKA TENGGELAM DALAM MABUK

KESIA – SIAAN” (QS Al Hijr-72), dan sejak Usia beliau dan Masa Beliau saw bermula

dengan Maulid (kelahiran) beliau saw, selesai dengan wafat.., maka semua masa

sebelum kelahiran beliau dan sesudah wafat beliau menjadi jauh berbeda dengan

masa kehidupan beliau saw (sebelum kelahiran adalah kegelapan, sesudah wafat

beliau adalah cahaya hidayah, maka kegelapan dan cahaya hidayah dipisahkan oleh

usia beliau, maka Allah bersumpah dengan Masa kehidupan dan usia beliau.

Diciptakan Nya Langit dan Bumi, tercipta pula masa setahun selama 12 bulan, yang

padanya terdapat 4 bulan haram, maka semua daripada tahun – tahun itu, dan

segenap bulan – bulan, terlewatkan 4 bulan, dan berlalu dari tahun ke tahun dan dari

abad ke abad, namun dari segenap masa itu tiada seperti masa saat kelahiran beliau

hingga wafatnya saw, masa 63 tahun ini, tak ada yang menyamai kemuliaannya pada

CERAMAH AL HABIB UMAR BIN HAFIDH

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 94

waktu sebelumnya atau sesudahnya, yaitu saat itu adalah Allah memunculkan sang

Kekasih yang menjadi makhluk yang paling dicintai Nya, dan semulia – mulia segala

sesuatu di sisi Nya, dialah Nabi Kalian Muhammad… (saw), yang menyeru kalian

Sayyidina Muhammad.. (saw), yang menyelamatkan kalian dari neraka, dari

kemurkaan, kehinaan, siksa, musibah, Sayyiduna Muhammad.., yang membuat kalian

dijadikan sebagai sebaik – baik ummat dimuka bumi, dan kekasih sanubari kita

Sayyiduna Muhammad…,

Allah akan perlihatkan pada kalian wajah beliau saw di dunia ini….!, Allah akan

perlihatkan pada kalian wajah beliau saw saat di sakratulmaut..!, akan perlihatkan pada

kalian wajah beliau saw saat di alam barzakh..!, akan perlihatkan pada kalian wajah

beliau saw saat di hari kiamat…!, akan perlihatkan pada kalian wajah beliau saw saat di

dalam Istana Sorga..!, dan kita semua dan keluarga kita, dan anak anak kita dan para

kekasih kita Wahaiiii….Rabbul ‘alamiin..,

Celakalah mata, yang diharamkan dari melihat wajah Muhammad.., Celakalah mata

yang terdapat terhalang antaranya dengan Bentuk Muhammad (saw), Demi Allah..

mata itu yang diharamkan dari melihat wajah Muhammad (saw) dihari

kiamat..diharamkan dari melihat sorga, diharamkan dari melihat Allah.. selama – lama

Nya.., tempat mereka adalah api, akan kembali kepada Api, puri – puri kehinaan,

Celakalah mata yang diharamkan dari melihat wajah Muhammad (saw), celakalah

atasnya.. celakalah atasnya.. celakalah atasnya.., Wahai Allah janganlah kau jadikan

pada kami mata yang diharamkan dari melihat wajah Nabi Mu (saw), juga pada

keluarga kami, istri – istri kami, anak – anak kami, kerabat kami, putra – putri kami,

sahabat – sahabat kami, murid – murid kami, dan para pecinta kami Wahai Rabbul

‘alamiin…………., Yaa Arhamarrahimiin…, Yaa Arhamarrahimiin…, Yaa

Arhamarrahimiin…,

Demi Kewibawaan Mu dan Kemegahan Mu, dan bagi yang mendirikan majelis ini, yang

hanya menginginkan Ridho Mu, dan takut atas kemurkaan Mu, dan bersemangat untuk

mendampingi Nabi Mu, dan Wahai Allah Terimalah Kami dan kami semua, Curahkan

Keberkahan pada Sayyid Munzir dan apa – apa yang ia perjuangkan daripada

kemuliaan, dan saudara – saudaranya dari para da’i ilallah, dan para Ulama yang

berdakwah, dan yang mendukung mereka dari para tokoh dan pejabat negara ini,

Keselamatan dan kemakmuran sebuah wilayah dan Negara, semua penguasa dan

semua penanggungjawab, semua pejabat dan semua bawahannya, tergantung kepada

condongnya hati, kearah Cahaya Sang Nabiy (saw), bila hati telah condong kearah

Cahaya Allah ini, maka kemakmuran bagi kesemuanya, keberuntungan bagi semua,

kebaikan terlimpah bagi mereka semua, maka akan tersingkir dari mereka keburukan

bencana, bencana yang dekat dan yang jauh, maka tiadalah keselamatan selain

dengan hal itu, “DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PENGASIH DAN MAHA

PENYAYANG, DEMI MASA, SUNGGUH MANUSIA ITU DALAM KERUGIAN,

KECUALI MEREKA YANG BERIMAN, DAN BERAMAL SALIH”, secara hukum yang

jelas.., secara hukum yang jelas.., siapa yang membuat hukum ini..?, yang membuat

hukum ini adalah Yang Tiada pengatur atas hukum Nya, dan Tiada Pula yang mampu

menolak Ketentuan Nya, Dialah Allaaaaah… Dialah Allaaaaah… Dialah Allaaaaah…

Dialah Allaaaaah Yang Tiada Tuhan Selain Nya, Maha Mengetahui segala yang

CERAMAH AL HABIB UMAR BIN HAFIDH

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 95

tersembunyi dan yang Jelas terlihat, Dia Maha Pengasih dan Maha Penyayang..,

Dialah Allaaaaah.., menghukumi kerugian bagi semua manusia, terkecuali

“TERKECUALI MEREKA YG BERIMAN, DAN BERAMAL SALIH, DAN YANG

SALING MENASIHATI DALAM KEBENARAN DAN SALING MENASEHATI DALAM

KESABARAN”. (QS Al Ashr), maka yang memiliki keempat sifat ini, maka ia

beruntung dan selamat, siapapun yang hidup dalam kefakiran atau kekayaan,

walaupun ia memiliki komputer atau tak memilikinya, apakah ia memahamai teknologi

atau tak memahami teknologi, apakah ia adalah penegak hukum atau rakyatnya,

apakah mereka tersohor diantara manusia, ataupun yang tak dikenal oleh siapapun,

apakah ia hidup dalam kesehatan atau yang hidup dalam penyakit yang

berkepanjangan, barangsiapa yang memiliki 4 sifat ini, maka ia beruntung, mulia,

selamat, selama – lamanya tanpa akhir, dan bersama dengan Nabi Muhammad (saw),

maka barangsiapa yang kehilangan 4 sifat ini, sama saja apakah ia miskin ataupun

kaya, walau ada 10 komputer dirumahnya atau tak mengenalnya sama sekali, apakah

ia memiliki 50 mobil atau tidak memiliki sebuah motor sekalipun, semua sama, merugi..

merugi.. merugi.., apakah ia adalah penegak hukum atau rakyatnya, apakah mereka

miskin ataupun kaya, apakah ia memiliki kesehatan atau pesakitan, merugi.. merugi.

Merug…, Celaka.. celaka.. celaka.., tiada menjadi tolak ukur dalam semua itu, tolak

ukurnya adalah pada Tuhan Langit dan Bumi, dan Pemilik dunia dan Akhirat, dengan

keimanan, dan amal shalih, dan saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran,

tiada lagi tolak ukur selain dengan itu, dan segala pemahaman selainnya, akan runtuh

dan sirna, maka tegaklah Pemahaman pada Yang Maha Tunggal dengan Ke Esaan

Nya, ketika berucap pada semua makhluk Nya, MILIK SIAPAKAH KEKUASAAN

SAAT INI..?, MILIK SIAPAKAH KEKUASAAN SAAT INI..? MILIK SIAPAKAH

KEKUASAAN SAAT INI..?, Wahai Para Penguasa Arab, Wahai Penguasa selain

Arab, Wahai para ummat yang terdahulu, wahai para ummat yang terakhir, MILIK

SIAPAKAH KEKUASAAN SAAT INI..?, tiada satupun yang menjawab, kesemuanya

telah menemui kematian.., Maka Dia Yang Maha Hidup Menjawab Pertanyaan Nya

sendiri oleh diri Nya sendiri.., MILIK ALLAAH.. MAHA TUNGGAL DAN MAHA

MAMPU MEMAKSAKAN KEHENDAK NYA.., Yang Maha Menundukkan seluruh

Hamba Nya dengan kematian,

Maka dengan majelis ini, terkuatkan iman, dan terbangkitkan keinginan beramal shalih,

dan kita mendengarkan nasehat dengan kebenaran, dan mendengarkan nasehat untuk

bersabar, maka kita terselamatkan dari Neraka, kita dan rumah – rumah kita serta

penghuninya, dan istri – istri kita serta keluarga mereka, dan kampung – kampung kita

dan para penduduknya, dan wilayah kita dan penduduknya, Maka atas kalian tanggung

jawab yang besar, dengan kesungguhan kepada Allah, dan ikhlas semata – mata

hanya karena Nya, dan akhlak yang mulia, dan kelembutan, kasih sayang dan

kecintaan, maka dengan itu semua, selamatkanlah hamba – hamba Allah, Kasihanilah

hamba – hamba Allah, maka kalian akan dikasihani oleh Allah.., dan (sabda Rasul

saw). Mereka yang mempunyai sifat kasih sayang dan penyantun, maka mereka

disantuni dan dikasihani oleh Yang Maha Luhur dan Maha Agung,

Kalian saat ini sedang dicurahkan atas kalian Rahmat Nya disini, barangkali salah

seorang dari tetanggamu, atau salah seorang dari kerabatmu, atau salah satu dari

teman – temanmu, saat sekarang ini mungkin sedang dicurahi laknat dan kemurkaan..,

bermaksiat, berdosa, dan berbuat lancang pada Yang Maha Berkuasa, melanggar

CERAMAH AL HABIB UMAR BIN HAFIDH

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 96

ketentuan Syari’ah, dalam narkotika, atau dalam perbuatan hina, dalam perbuatan

membicarakan aib orang lain, pencurian, atau dalam kegelapan dosa, atau dalam

pemandangan yang diharamkan Nya, maka Laknat tertumpah padanya, Maka

siapakah yang mengasihani mereka?, wajib bagi kita mengasihani mereka, wajib bagi

kita mengasihani mereka, maka selamatkanlah.. selamatkanlah.. dengan kesungguhan

doa dan munajat kalian, maka bermunajatlah untuk menyelamatkan mereka,

selamatkanlah mereka agar kalian mengembalikan mereka kepada tempat tempat

yang tercurah padanya Rahmat Nya.., menggantikan tempat laknat dan kemurkaan,

Maka hal seperti ini adalah Rahmat Yang Terbesar, kasihanilah penduduk bumi

niscaya kalian akan dikasihani oleh yang dilangit, (yaitu Allah), (sabda Rasul saw).

Mereka yang mempunyai sifat kasih sayang dan penyantun, maka mereka disantuni

dan dikasihani oleh Yang Maha Luhur dan Maha Agung, maka ketika seseorang

mencaci orang yang minum arak dan minuman keras, lalu si peminum arak dihukum,

lalu ia mengulangi perbuatannya lagi meminum arak, lalu dihukum, demikian berkali –

kali, maka ada diantara para sahabat yang mencacinya, maka Rasul saw bersabda :

“janganlah kau tolong syaitan untuk mencelakakan saudaramu”, kita hanya

bermaksud mensucikannya dan mengembalikannya kepada Rahmat Nya, maka

janganlah kau mencacinya, dan janganlah jadi penolong syaitan untuk mencelakakan

saudaramu, inilah ajaran Nabi Muhammad.. (saw), ajaran Muhammad.., ajaran yang

benar dalam kejujuran, ajaran menepati Janji, ajaran kesucian, ajaran budi pekerti

yang agung, “NUUUN.. DEMI ALQALAM DAN APA – APA YANG DITULISNYA,

TIDAKLAH ENGKAU ITU TERTIPU DENGAN KENIKMATAN TUHANMU (wahai

Muhammad), DAN BAGIMU LIMPAHAN PAHALA YANG TAK PERNAH TERHENTI,

DAN SUNGGUH ENGKAU BERADA DALAM AKHLAK YANG AGUNG.., DAN

SUNGGUH ENGKAU BERADA DALAM AKHLAK YANG AGUNG..”, Nabi yang

agung, dan budi pekerti beliau adalah budi pekerti yang diagungkan oleh Allah

Arrahman, dalam Imam semua kutub (Alqur’an),

Segala Puji Bagi Allah yang telah mengkhususkan kalian dengan Nabi yang Agung,

Akhlak beliau Agung, Derajat beliau agung, ajaran beliau agung, bimbingan beliau

agung, sejarah beliau agung, cahaya beliau agung, syariat beliau agung, pahala beliau

agung, keadaan beliau agung, Kekasih Yang Maha Agung, Kekasih Yang Maha

Agung, Allah mengagungkan penciptaan beliau (saw), Allah mengagungkan budi

pekerti beliau (saw), Allah mengagungkan ajaran beliau, Allah mengagungkan syariat

beliau, bacalah.. “DAN BAHWA ANUGERAH ALLAH ATASMU SANGATLAH

AGUNG.. dan DIA MENGAJARIMU (wahai Muhammad saw) APA – APA YANG

BELUM KAU KETAHUI, DAN ANUGERAH ALLAH ATASMU SANGATLAH AGUNG,

SUNGGUH ANUGERAH NYA ATASMU SANGATLAH BESAR”, maka betapa besar

keutamaan Muhammad.. (saw), betapa agungnya kemuliaan Nabi Muhammad..

(saw),Allah Yang Maha Tunggal dan Esa mengagungkan beliau (saw), Wahai betapa

beruntungnya mereka yang menyambungkan dirinya dengan Nabi ini.. (saw),

ketahuilah bahwa amal perbuatanmu dihadapkan dan dilaporkan pada beliau (saw),

maka jangan kau keruhkan dan kau sedihkan hati beliau dengan perbuatan yang

melanggar ajaran beliau (saw), maka berusahalah untuk selalu menggembirakan hati

beliau (saw), dan dengarlah sabda beliau dalam hadits shahih, “Kehidupanku kebaikan

bagi kalian, wafatku kebaikan bagi kalian”, maka bekatalah para sahabat : “Wahai

Rasulullah.., kehidupanmu tentu merupakan kebaikan bagi kami, maka bagaimana

dengan wafatmu menjadi kebaikan bagi kami?”, Rasul saw bersabda : “kehidupanku

CERAMAH AL HABIB UMAR BIN HAFIDH

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 97

kebaikan bagi kalian, kuajarkan pada kalian sunnah, dan kuajarkan syariah pada

kalian, kalian berbuat dan mendapat pahala, dan wafatkupun kebaikan bagi kalian,

didatangkan padaku amal – amal kalian, bila kulihat padanya catatan kebaikan maka

aku memuji Allah, bila kulihat catatan amal buruk maka aku beristighfar untuk kalian”,

Beliau mengikuti dosa – dosa kita dengan istighfar sedangkan beliau di kuburnya,

beliau mengikuti kita dengan istighfarnya sedangkan beliau di alam barzakh, ketika

beliau saw di dunia, setiap hari beliau beristighfar untuk kita, dan dari Kasih Sayang

Allah Arrahman Dia swt berkata, “wahai kekasih Ku, beristighfarlah untuk ummatmu..,

beristighfarlah untuk orang – orang mukmin.., mereka akan beristghfar untuk diri

mereka sendiri, tapi tidak menyamai istighfarmu, maka engkau pun istighfarlah untuk

mereka, aku mengajarimu dari bentuk istighfar yang tak diketahui mereka, maka

sebelum mereka beristighfar padaku, engkau dahului dengan istighfar mereka”,

“BERISTIGHFARLAH UNTUK DOSA – DOSAMU DAN UNTUK ORANG MUKMIN

LELAKI DAN WANITA, DAN ALLAH MAHA MENGETAHUI KEADAAN KALIAN

DAN TEMPAT KEMBALI KALIAN”, maka Nabi beristighfar untuk kalian..,

sebagaimana ketika Sayyidatina Aisyah berbuat sesuatu yang menggembirakan Rasul

saw. Maka Rasul saw berdoa : “Wahai Allah Ampunilah dosa Aisyah putri Abibakar,

dari dosa yang terdahulu dan yang akan datang, yang tersembunyi dan yang terlihat,

yang termunculkan dan yang terpendam”, maka gembiralah Sayyidatuna Aisyah ra

seakan akan ia melayang diudara dari senangnya, maka Rasul saw berkata : “Engkau

senang?”, maka berkatalah Aisyah ra : “bagaimana aku tak senang wahai

Rasulullah..?, kau doakan aku dengan doa – doa mulia itu..”, maka Rasul saw

bersabda : “Demi Allah.. inilah doaku untuk ummat ku setiap malamnya, .. inilah doaku

untuk ummat ku setiap malamnya”, Setiap malam ia beristighfar untuk ummat ini, dan

memohonkan kasih sayang Allah untuk ummat ini, saw.

Suatu hari, beliau duduk, menjahit terompahnya, berkeringat, maka bercahayalah

wajah beliau dari tetesan keringatnya seakan mutiara bertaburan di wajah beliau saw,

maka bercahaya terang benderanglah cahaya dari dahi beliau saw, maka Aisyah

memuji beliau saw dengan syair – syairnya, maka beliau meletakkan terompahnya dan

berkata : “apa – apa yang membuat engkau gembirapun telah membuatku gembira”,

beliau gembira dengan aisyah karena ikatan hati aisyah kepada beliau saw, yaitu

dengan kecintaan yang membuat Aisyah mendapatkan derajat yang luhur dihadirat

Tuhannya, Maka betapa beruntungnya orang yang terikat hatinya dengan Rasulullah

saw, maka bermunajatlah bersama – sama kepada Allah, Wahai Yang Mengumpulkan

kami dalam kemuliaan ini, sempurnakanlah bagi kami Nikmat Mu, Wahai Yang Maha

Lebih Mengasihani dari semua pemilik sifat kasih sayang, Wahai Allah, Wahai Yang

Maha Terdahulu dari segala Yang terdahulu, Wahai Yang Maha Terakhir dari segala

yang terakhir, Wahai Yang Maha Memiliki Kekuatan Yang Dahsyat, Wahai Yang Maha

Mengasihani yang miskin, Wahai Yang Maha Lebih Mengasihani dari semua pemilik

sifat kasih sayang, Wahai Yang Maha Lebih Mengasihani dari semua pemilik sifat

kasih sayang, Wahai Yang Maha Lebih Mengasihani dari semua pemilik sifat kasih

sayang, Jangan Kecewakan kami dan jangan pula Kau Kecewakan semua dari yang

dalam perkumpulan ini, Yaa Allaaaaaaaah..,

Jangan Kau hinakan satupun dari mereka didunia dan di hari kiamat Yaa Allaaah..,

Dihari dimana Kau Katakan “HARI DIMANA ALLAH TAK AKAN MENGHINAKAN

CERAMAH AL HABIB UMAR BIN HAFIDH

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 98

SANG NABI, DAN YANG BERIMAN BERSAMANYA, BERSAMANYA,

BERSAMANYA, CAHAYA MEREKA MENERANGI MEREKA DARI KANAN DAN

KIRI MEREKA, MEREKA BERKATA WAHAI TUHAN KAMI SEMPURNAKANLAH

CAHAYA KAMI, DAN AMPUNI KAMI DAN ENGKAU MAHA BERKUASA ATAS

SEGALA SESUATU”, maka aku berkata “WAHAI TUHAN KAMI

SEMPURNAKANLAH CAHAYA KAMI, DAN AMPUNI KAMI DAN ENGKAU MAHA

BERKUASA ATAS SEGALA SESUATU, WAHAI TUHAN KAMI

SEMPURNAKANLAH CAHAYA KAMI, DAN AMPUNI KAMI DAN ENGKAU MAHA

BERKUASA ATAS SEGALA SESUATU, BERKATA WAHAI TUHAN KAMI

SEMPURNAKANLAH CAHAYA KAMI, DAN AMPUNI KAMI DAN ENGKAU MAHA

BERKUASA ATAS SEGALA SESUATU”, Demi Kekasih Mu Muhammad aku

bersumpah pada Mu, agar kau jadikan kami dari kelompok yang beriman dan beramal

shalih, dan yang saling menasehati dalam kebaikan dan kesabaran, dan agar kau

angkat musibah dari penduduk wilayah ini dan seluruh wilayah muslimin, dan agar kau

pindahkan keadaan muslimin pada keadaan yang seindah – indahnya, dan agar kau

berikan bagi kami Husnulkhatimah saat kematian, dan agar kau jadikan akhir dari

ucapan kami di dunia ini adalah LAA ILAAHA ILLALLAH.. , dan agar Kau masukkan

kami pada kubur kami dengan Cahaya LAA ILAAHA ILLALLAH, dan agar kau

kumpulkan kami di hari kiamat dengan kelompok yang sempurna dalam LAA ILAAHA

ILLALLAH.., dan agar kau benamkan kami dan kau penuhi kami dengan cahaya dan

hakikat LAA ILAAHA ILLALLAH.., Dan pada segala permohonan ini dan segala yang

tak kami ketahui dan dalam tirai selubung Pengetahuan Mu Yaa Allah, maka kami

semua bermunajat kepada Mu, dan kami semua Mengemis kepada Mu, agar Kau

muliakan Kami dengan itu semua Yaa Allah.., Maka kami semua berucap : YAA

ALLAHU YAA ALLAH.. Janganlah seorangpun meninggalkan majelis ini kecuali sudah

terampuni dosanya, tertutup segala aibnya, Shalih hatinya, terlimpahkan

permintaannya, terjaga sisa usianya, berakhir dengan kebaikan, Wahai Yang Maha

Lebih Mengasihani dari semua pemilik sifat kasih saying

WAHAI DUNIA

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 99

Wahai Dunia

Wahai Dunia, Wahai dambaan disetiap zaman, telah berjuang memperebutkanmu

sedemikian banyak pembesar dan Raja Raja, mereka menikmati keberhasilan dengan

kegembiraan. Dan telah berjatuhan sedemikian banyak para fakir miskin yang menetes

air liurnya melihat kenikmatan para raja dunia. Telah datang pula golongan hamba

yang shalih yang tak mau memperebutkanmu, mereka melupakanmu dan mencari

ridho Allah.

Wahai Dunia, tidaklah para raja, atau fakir miskin, atau bahkan orang-orang shalih itu

meninggalkanmu kecuali kau bekali 1 X 2 meter saja dari milikmu untuk lubang

kuburnya, hanya itulah yang kau berikan pada mereka, itulah kebaikanmu pada para

pecintamu atau mereka yang meninggalkanmu, sama saja, padahal para pecintamu

melupakan segala-galanya hanya untuk mendapatkanmu, namun tak satupun dari

mereka meninggalkanmu, selain hanya mendapatkan kuburnya saja, maka para

pecintamu meninggalkan harta untuk menjadi bahan perebutan dan percekcokan

antara ahli warisnya kelak, dan ia meninggalkanmu dibebani dosa, dan para hamba

Shalih mendapat tumpukan pahala.

Firman Allah: “Dan Kehidupan Dunia hanyalah panggung sandiwara dan

fatamorgana belaka”

Oh Saudara.., sadarlah.. aku dan engkau hanyalah satu sel dari 1 Milyar sel yang

terkumpul dalam beberapa tetes cairan kental yang mengalir dari dahsyatnya birahi

manusia sebelumku dan sebelummu. 1 Milyar sel itu bertebaran di vagina, berjuang

mencapai kehidupan alam rahim, maka 1 Milyar sel itu gagal kesemuanya, mereka

semua mati dan terbuang, hanya satu sel yang berhasil selamat ke alam rahim,

ITULAH AKU DAN ENGKAU, satu-satunya yang berhasil selamat dari 1 Milyar

saudaraku dan saudaramu yang musnah..

Aku dan engkaupun hidup bertebaran memenuhi bumi, lalu mati dan dibenamkan

dikubur, kubur kita yang harus dalam, agar bau busuk yang dahsyat kelak, tak terbaui

dan mengganggu manusia lain yang masih belum jadi bangkai seperti kita, aku dan

engkau akan sendiri, tak ada teman terdekat sekalipun yang mau menemani di kubur

kita, tak satupun dari mereka mau perduli terhadap hewan tanah yang menggerogoti

kita, lalu hewan tanah akan menggerogoti tubuh ini sedikit demi sedikit, berkeliaran di

paru-paru kita, dan mungkin menjadikan otak kepala ini sebagai tempat bertelur. Lalu

kita akan habis menjadi tulang, lalu habis lebur menjadi tanah.., musnah.., tak lagi

terlihat bentuk ini, tak lagi ada suara ini, wujud ini, semua habislah sudah begitu saja.

Wahai aku dan kalian, ingatlah bahwa maut membayangiku dan kalian lebih dekat dari

bayangan kita sendiri, dan ingatlah bahwa satu nafas kita adalah selangkah menuju

ajal.

IDOLAKU MUHAMMAD SAW

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 100

WAHAI IDOLAKU MUHAMMAD SAW

Dalam artikel ini Insya Allah saya akan terus meluncurkan riwayat-riwayat mengenai

Sang Nabi saw, untuk menambah pengetahuan para pengunjung website ini dan

menambah kecintaan kita kepada beliau saw, perlu kita fahami bahwa wajah Sang

Idola saw adalah wajah yang dipenuhi cahaya kelembutan dan kasih sayang, karena

beliau adalah pembawa Rahmat bagi sekalian alam, maka wajah beliau penuh kasih

sayang, demikian pula ucapan beliau saw, perangai, tingkah laku, dan bahkan

bimbingan beliau saw pun penuh dengan kasih sayang Allah swt.

Seorang lelaki bertanya kepada Albarra’ bin Azib ra :

“Apakah wajah Rasul saw seperti pedang ?” (bukankah beliau banyak berperang,

apakah wajahnya bengis bak penguasa kejam?),

maka menjawablah Albarra’ bin Azib ra :

“Tidak.. tapi bahkan wajah beliau bagai Bulan Purnama..”, (kiasan tentang betapa

lembutnya wajah beliau yang dipenuhi kasih sayang) (Shahih Bukhari hadits no.3359,

hadits serupa Shahih Ibn Hibban hadits no.6287).

Diriwayatkan oleh Jabir bin samurah ra :

“Wajah beliau saw bagaikan Matahari dan Bulan” (Shahih Muslim hadits no.2344,

hadits serupa pada Shahih Ibn Hibban hadits no.6297),

demikian pula riwayat Sayyidina Ali.kw, yang mengatakan :

“Seakan akan Matahari dan Bulan beredar di wajah beliau saw”. (Syamail Imam

Tirmidzi),

demikian pula diriwayatkan oleh Umar bin khattab ra bahwa “Rasul saw adalah

manusia yang bibirnya paling indah”.

Al Imam Alhafidh Syeikh Abdurrahman Addeba’I mengumpulkan ciri ciri sang Nabi

saw:

“Beliau saw itu selalu dipayungi oleh awan dan diikuti oleh kabut tipis, hidung

beliau saw lurus dan indah, Bibirnya bagaikan huruf Miim (kiasan bahwa bibir

beliau tak terlalu lebar tak pula sempit dan sangat indah), Kedua alisnya bagaikan

huruf Nuun, (kiasan bahwa alis beliau itu tebal dan sangat hitam dan bersambung

antara kiri dan kanannya).

Dari Abi Jahiifah ra :

“Para sahabat berebutan mengambil telapak tangan beliau dan mengusapkannya

di wajah mereka, ketika kutaruh telapak tangan beliau saw diwajahku ternyata

telapak tangan beliau saw lebih sejuk dari es dan lebih wangi dari misik” (Shahih

Bukhari hadits no.3360).

Berkata Anas ra :

IDOLAKU MUHAMMAD SAW

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 101

“Tak kutemukan sutra atau kain apapun yang lebih lembut dari telapak tangan

Rasulullah saw, dan tak kutemukan wewangian yang lebih wangi dari keringat

dan tubuh Rasul saw” (Shahih Bukhari hadits no.3368).

“Kami tak melihat suatu pemandangan yang lebih menakjubkan bagi kami selain

Wajah Nabi saw”. (Shahih Bukhari hadits no.649 dan Muslim hadits no.419)

“Ketika perang Uhud wajah Rasul saw terluka dan mengalirkan darah segar,

maka putrinya yaitu Sayyidah Fathimah ra mengusap darah tersebut dan

Sayyidina Ali kw memegangi beliau saw, namun ketika terlihat darah itu terus

mengalir, maka diambillah tikar dan dibakar, maka debunya ditaburkan diluka itu,

maka darahpun terhenti”. (Shahih Bukhari hadits no.2753).

Dari anas bin malik ra :

“Dan saat itu dirumah hanya aku, ibuku dan bibiku, lalu selepas shalat beliau

berdoa untuk kami dengan kebaikan Dunia dan Akhirat, lalu Ibuku berkata :

“doakan pelayanmu ini wahai Rasulullah..” (maksudnya Anas ra),

maka Rasul saw mendoakanku dan akhir doanya adalah : “Wahai Allah Perbanyak

Hartanya dan keturunannya dan berkahilah” (Shahih Muslim hadits no.660).

“Dan beliau saw itu adalah manusia yang terindah wajahnya, dan terindah

akhlaknya” (Shahih Bukhari hadits no.3356) .

“Dan beliau saw itu adalah manusia yang termulia dan manusia yang paling

dermawan, dan manusia yang paling berani saw” (Shahih Bukhari hadits no.5686).

Dari Abu Hurairah ra :

“Wahai Rasulullah.., bila kami memandang wajahmu maka terangkatlah hati kami

dalam puncak kekhusyu’an, bila kami berpisah maka kami teringat keduniawan,

dan mencium istri kami dan bercanda dengan anak anak kami” (Musnad Ahmad

Juz 2 hal.304, hadits no.8030 dan Tafsir Ibn katsir Juz 1 hal.407 dan Juz 4 hal.50).

Siang dan malam seluruh Ummat ini ruku dan sujud, bermilyar wajah menyungkur

sujud kehadirat Nya hingga akhir zaman, mereka mensucikan Nama Nya yang Maha

Tunggal, merekalah yang selalu dalam naungan Rahmat dan keridhoan Nya,

Sebagaimana sabda beliau saw : “Dijadikan kesenanganku adalah shalat”. Shalat

merupakan Ibadah yang paling dicintai oleh beliau saw, dan “Shalat adalah Cahaya”,

demikian sabda beliau saw pula mengenalkan Indahnya shalat, suatu ibadah yang

diawali dengan Takbiratul Ihram yang membuka gerbang penghadapan dengan Rabbul

‘alamin, lalu lantunan kalimat-kalimat surat Alfatihah yang bila dibaca dengan khusyu

maka setiap kalimat itu dijawab oleh Raja Alam Semesta, lalu lantunan kalimatullah itu

menerangi seluruh alam sanubarinya, meruntuhkan dosa-dosanya, lalu ia ruku’,

bertasbih kepada Nya, bertakbir, bertahmid, lalu bersujud dibawah Naungan

Kelembutan dan Kasih Sayang Nya, alangkah indahnya ibadah yang satu ini, suatu

ibadah yang terangkai dari hampir seluruh bentuk Ibadah, Wudhu, Niat Mulia, Doa,

IDOLAKU MUHAMMAD SAW

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 102

Alqur’an, Takbir, Tasbih, Tahmid, Tahlil, Istighfar, Ruku’, Sujud, khusyu,

Tuma’ninah….., itulah shalat.., Ibadah yang paling sempurna.

Demikianlah ummat ini melakukannya siang dan malam untuk sumpah baktinya

kepada Allah Pencipta Alam Semesta, Namun dalam Ibadah yang Multi Sempurna

ini…, tak luput…., tak luput…, tak luput…., tak seorangpun melakukan shalat terkecuali

diwajibkan Nya bersalam pada Muhammad saw…

diwajibkan Nya bersalam pada Muhammad saw…

diwajibkan Nya bersalam pada Muhammad saw…

diwajibkan Nya bersalam pada Muhammad saw…

dan diwajibkan Nya bershalawat pada Muhammad saw…

“Salam Sejahtera atasmu wahai Nabi dan Rahmat Allah dan keberkahan Nya….”,

kalimat ini merupakan kalimat yang diwajibkan Allah yang harus ada dalam Ibadah

termulia ini.. Masih kah kita mengingkari kemuliaan Sang Nabi saw?,

Diriwayatkan bahwa Abu Sa’id bin Ma’la ra sedang shalat dan ia mendengar panggilan

Rasul saw memanggilnya, maka Abu Sa’id meneruskan shalatnya lalu mendatangi

Rasul saw dan berkata : Aku tadi sedang shalat Wahai Rasulullah.., maka Rasul saw

bersabda : “Apa yang menghalangimu dari mendatangi panggilanku?, bukankah Allah

telah berfirman “WAHAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN DATANGILAH

PANGGILAN ALLAH DAN RASUL NYA BILA IA MEMANGGIL KALIAN”.(Al Anfal

24). (Shahih Bukhari hadits no.4204, 4370, 4426, 4720). Dan bahwa mendatangi

panggilan Rasul saw ketika sedang shalat tak membatalkan shalat, dan mendatangi

panggilan beliau lebih mesti didahulukan dari meneruskan shalat, karena panggilan

beliau adalah Panggilan Allah swt, perintah beliau saw adalah perintah Allah swt, dan

ucapan beliau saw adalah wahyu Allah swt…

Masih kah kita mengingkari kemuliaan Sang Nabi saw?, Diriwayatkan pula disaat

perang Hunain selesai, Rasul saw memberi pada Sofwan 100 ekor unta, lalu 100 ekor

lagi dan 100 ekor lagi, berkata Sofwan : “Sungguh Ia (Rasul saw) adalah orang yang

paling kubenci, namun ia tak henti hentinya memberiku sampai ia menjadi orang yang

paling kucintai” (Shahih Muslim hadits no.2313). Alangkah penyantunnya Nabi kita ini,

bukanlah kecintaan Sofwan karena pmberian harta, namun kebenciannya luntur

menghadapi manusia mulia yang memberinya dan saat ia tak berterimakasih justru ia

ditambah lagi.. dan lagi…, tidak pernah kita temukan seorang dermawan dimuka Bumi

yang setelah ia memberi dan yang diberi tak berterimakasih malah ia menambahnya

lagi dan lagi, dan sesekali bukanlah barang yang murah, karena harga seekor Unta

hampir menyamai 40 ekor kambing, dan beliau memberikannya 100 ekor onta, dan

Sofwan tak berterimakasih dan tetap membencinya, beliau menambahnya lagi 100

ekor unta, lalu menambah lagi 100 ekor unta, lunturlah Sofwan.. ia lebur.. tak ada lagi

yang lebih dicintainya selain Muhammad saw..

IDOLAKU MUHAMMAD SAW

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 103

Jadilah beliau saw ini idola para sahabat, dan dalam riwayat lain, Salim bin Abdullah ra

melakukan shalat sunnah di pinggir sebuah jalan, maka ketika ditanya ia berkata

bahwa ayahku shalat sunnah ditempat ini, dan berkata ayahku bahwa Rasulullah saw

shalat di tempat ini, dan dikatakan bahwa Ibn Umar ra pun melakukannya. (Shahih

Bukhari hadits no.469). Demikianlah keadaan para sahabat Rasul saw, bagi mereka

tempat-tempat yang pernah disentuh oleh Tubuh Muhammad saw tetap mulia walau

telah diinjak ribuan kaki, mereka mencari keberkahan dengan shalat pula ditempat itu,

demikian pengagungan mereka terhadap sang Nabi saw.

Dalam riwayat lainnnya dikatakan kepada Abu Muslim, wahai Abu Muslim, kulihat

engkau selalu memaksakan shalat ditempat itu?, maka Abu Muslim ra berkata : Kulihat

Rasul saw shalat ditempat ini” (Shahih Bukhari hadits no.480). Alangkah besar

penghormatan para sahabat pada tempat tempat yang disentuh Tubuh Rasulullah saw,

Bahkan gunung Uhud mencintai beliau saw dan dicintai oleh beliau saw sebagaimana

sabdanya saw : “Gunung Uhud ini mencintai kita dan kita mencintainya” (Shahih

Bukhari hadits no.3854).

Betapa Indahnya Alam semesta ini semua beridolakan Muhammaa saw, mencintai

Muhammad saw, Memuliakan Muhammad saw, tak lain karena Allah telah

mengumumkannya, sebagaimana Sabda beliau saw : “Bila Allah mencintai seorang

Hamba maka Allah berkata kepada Jibril as : WAHAI JIBRIL, AKU MENCINTAI FULAN

MAKA CINTAILAH IA”, maka berkatalah Jibril as menyeru kepada Alam Semesta :

“Wahai Penduduk Langit, Sungguh Allah telah mencintai Fulan, maka cintailah ia,

maka diberikanlah padanya Kasih sayang dimuka Bumi, maka ia dicintai dibelahan

Bumi” (Shahih Bukhari hadits no.3037, 5693, 7047).

Dan kita memahami bahwa Pengumuman itu terus berkumandang mengumumkan

orang-orang yang dicintai Allah, dan tentunya pengumuman itu bergema terluhur dan

terdahsyat saat mengumumkan Nama Muhammad saw….!, Maka Beliau saw dicintai

Gunung, dicintai batang korma, hewan, manusia, jin, malaikat, dan orang-orang

mukmin.. Beruntunglah Jiwa orang orang yang mencintai Muhammad saw.

“SUNGGUH ALLAH DAN PARA MALAIKAT MELIMPAHKAN SHALAWAT ATAS

NABI (saw) WAHAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN, BERSHALAWATLAH

KALIAN KEPADANYA DAN BERSALAM LAH DENGAN SEMULIA MULIA SALAM”

(QS Al Ahzab-56)

TANGGAPAN KARIKATUR DENMARK

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 104

TANGGAPAN HB. MUNZIR TENTANG

KARIKATUR DARI DENMARK

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh, kepada saudara saudaraku sekalian

yang saya muliakan, Allah mencurahkan hakikat kecintaan Nabi SAW pada kita

dengan sempurna. Mengenai Karikatur itu:

1. Kita Gembira dan bangga dengan bangkitnya semangat muslimin di seluruh dunia

yang membela Nabi kita SAW dari penghinaan mereka.

2. Kita berkewajiban mengambil tindakan, sebaiknya bukan dengan demo dan ribut tak

menentu, ada yang lebih bermanfaat dari sekedar demo, yaitu dengan memperjelas

tentang siapakah sosok Nabi Muhammad SAW pada keluarga kita, teman teman kita,

dan masyarakat kita yang masih awam tentang siapa Nabi Muhammad SAW,

bagaimana bimbingannya, bagaimana kelembutannya, tidak sebagaimana yang

difitnahkan oleh mereka, yang mungkin hal seperti itu telah pula meracuni sebagian

pemikiran saudara-saudara atau teman-teman kita muslimin yang masih awam, bahwa

islam itu anarkis dan lain sebagainya.

3. Kejadian perbuatan Denmark ini bisa jadi merupakan kesengajaan untuk

memancing kemarahan muslimin dengan banyak makna :

Mereka ingin tahu sampai kemanakah kekuatan muslimin membela Islam, kini seluruh

muslimin muncul dan terlihat. Terlihatlah kepala-kepala dan tokoh muslim yang

mempunyai massa, yang berkuasa, dan terlihatlah jumlah massanya, terlihatlah negara

negara dan wilayah wilayah yang sangat kuat pembelaannya.

Sebagaimana seorang nelayan menaburkan umpan disungai, maka ratusan ikan akan

naik ke permukaan, maka terlihatlah wilayah mana yang banyak ikan besarnya dan

jenisnya, ikan-ikan besar akan keluar dari persembunyiannya didasar sungai, hingga

mereka bisa perhitungkan dan mengintip kelemahan mereka, dan kemudian

menjaringnya, tidak sulit mencari kekuatan muslimin yang tersembunyi, diberi umpan

mereka akan muncul ke permukaan.

Mereka ingin menunjukkan pada dunia awam, bahwa Islam benar-benar agama

anarkis, dengan mengamuknya para demonstran, lalu kaum muslimin garis keras

memperbanyak ledakan bom dimana mana, lalu mereka leluasa menghancurkan dan

memerangi muslimin dengan alasan memusnahkan teroris, membatasi kegiatan

pesantren, majelis taklim diawasi, semua yang berpakaian muslim dimusuhi, dicurigai,

diperiksa dengan ketat, dai-dai dan kyai atau ulama ditangkap dan di interogasi dan

seterusnya. Atau mungkin mereka memang benar-benar orang awam, dan tak

mengetahui siapa Nabi Muhammad SAW.

TANGGAPAN KARIKATUR DENMARK

http://www.majelisrasulullah.org

Kenalilah Akidahmu 105

4. Kejadian penghinaan atas Nabi kita (SAW) ini adalah cambuk bagi kita agar lebih

giat lagi mengenalkan kemuliaan Muhammad SAW, keindahan Muhammad SAW,

kesempurnaan ajaran Muhammad SAW, dan kalau ada kemampuan berbahasa Inggris

yang baik, maka kita mengirimkannya ke website-website mereka mengenai

keberadaan siapakah Nabi Muhammad SAW.

KESIMPULAN

Berhati-hatilah dalam melangkah Wahai Para Pecinta Rasulullah SAW…., kita sama

sekali tidak gentar, dan kita rela mati membela Sang Nabi SAW, namun kita harus pelit

dan kikir dengan membuang buang energi atau suara, atau waktu, atau harta atau

bahkan nyawa, hanya untuk pembelaan yang sia sia.

Penghinaan atas Nabi kita SAW bukanlah baru terjadi saat ini, tapi telah terjadi sejak

beliau dibangkitkan sebagai Rasul SAW 14 abad yang silam, maka dari zaman ke

zaman kelompok pecinta Beliau SAW membela Nabi mereka dimuka bumi, Kita ingin

setiap kejap hidup kita dan setiap butir harta kita adalah perjuangan membela sang

Nabi SAW dengan pembelaan yang bermanfaat.

Pembela Rasul SAW bagi dirinya, dan di rumahnya, dan pada keluarganya, di

sekolahnya, di pekerjaannya, di masyarakatnya, dengan mengenalkan kelembutan

Ilahi, menghidupkan sunnah Sang Nabi SAW, inilah Pasukan Muhammad SAW..

Bukan pasukan anarkis dan kekerasan, tapi pasukan yang berjiwa Muhammad SAW,

sebagai Rahmatan Lil’alamiin.

Demikianlah tugas kita semua dan tugas seluruh muslimin, yaitu untuk menjadi

penerus dakwah Imam kita, Nabi Muhammad SAW. Dengan Instruksi Imam kita SAW

yang jelas kepada kita dan seluruh ummatnya, “Sampaikanlah (bimbingan) dariku,

walaupun hanya satu ayat”.

Semoga Allah Memperbanyak dan mempermudah bangkitnya semangat Muhammad

SAW pada sanubariku dan sanubari kalian serta sanubari muslimin di dunia.. amiin..

amiin.. amiin.., Demi Kemuliaan 10 Muharram yang padanya Allah SWT

menyelamatkan Musa AS dan ummatnya dari kejaran Fir’aun, dan pada hari 10

Muharram pula Allah SWT menyelamatkan Bahtera Nuh AS di daratan setelah banjir

yang melanda dunia, maka semoga dengan 10 Muharram 1427 H ini pula

terbangkitkan Semangat Muhammad SAW, pada sanubari penduduk permukaan Bumi

ini, Maka Shalawat serta salam atas Imam seluruh penduduk Bumi dan Imam dihari

Kiamat, Sayyidina Muhammad dan atas keluarga dan sahabat serta penerusnya

hingga akhir zaman, dan Segala Puji selalu atas Rabbul ‘alamin

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

by :

majelisrasulullah.org – Home


Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: